
Dilain ruangan, Azzam dan Kiya kini berhadapan dengan desainer ternama dinegara mereka, hanya dialah yang bisa berbicara lantang dan bebas kepada Azzam. Dia adalah Arcello Zeverik, hati-hati dengan tipuan penampilannya itu. Ia juga Merupakan anggota red devil yang begitu tegas dalam menghabisi lawannya, tidak ada kata negoisasi padanya.
" Silahkan duduk, nona?" tunjuk tangan Arcello kepada Kiya, menandakan ia ingin mengetahui namanya.
" Kiya" Ucapnya dengan tersenyum.
" Kiya? cantik, simpel dan elegan. Cucok bener sama ye, bos. Kayak es balok yang sisa cair, oke. Kita mulai saja, gaun seperti apa yang kamu inginkan nona Kiya? " Tanya Arcello dengan menunjukkan beberapa model gaun kepada Kiya.
Kiya menatap Azzam, ada rasa canggung pada dirinya untuk berbicara langsung pada Arcello. Apalagi ditambah gayanya yang super lentik dan tegas, Azzam pun paham arti dari tatapannya itu.
" Tenang saja, sayang. Dia sudah jinak, tak akan berani menyerang pawangnya." Senyum Azzam membuat Kiya menjadi sedikit tenang.
" Ya ampyun! Matilah eke, kalau gangguin wanitanya. Eke nggak berani cin, gangguin lu, tenang aja. Oke." Arcello memulai gayanya yang kemayu.
Azzam mengarahkan Kiya untuk segera melihat dan memilih gaun pengantin yang akan ia gunakan, sedangkan untuk pakaian pria. Azzam akan mengikuti dan menyesuaikan model dari gaun yang akan Kiya pakai, Arcello mengeluarkan banyak gambar untuk Kiya pilih. Mata Azzam pun dibuat sakit, bagaimana tidak, kebanyakan gaun tersebut menampakkan bentuk tubuh dan beberapa bagian tubuh juga ter-ekpose oleh mata. Sobekan dan belahannya, membuat Azzam menelan ludahnya.
" Maaf, sepertinya aku suka yang ini saja mas. " Kiya menunjukkan sebuah gaun yang begitu ia sukai.
__ADS_1
Melihat sebuah gambar yang Kiya berikan, membuat Azzam tersenyum penuh kemenangan. Begitu pula dengan Arcello, dia begitu kagum dengan wanita yang terlihat sederhana namun sangat elegan dan berharga.
" Luar biasa, aduh bos. Nggak salah deh yey pilih calon istri, eke aja mau dong satu. Hahaha." Arcello dengan sengaja menggoda Azzam, dia tau bosnya itu tidak suka jika miliknya disukai dan di inginkan oleh orang lain.
" Sepertinya, kau sudah bosan hidup, hah!!" Azzam memberikan seringai yang mematikan kepada Arcello.
" Iya iya bos, eke juga tau kali. Yey itu gimana, nona bos. Kau harus banyak bersabar dengan pria menakutkan ini, jika tidak. Yey bisa pusing dibuatnya. Oke, fix ya untuk gaunnya dan yey bos. Tidak usah menatap eke seperti itu, dan akan selesai dalam waktu satu bulan." Jelas Arcello mengenai pengerjaan dari gaun tersebut
" Tiga hari!! Jika tidak, aku ratakan butik ini beserta pemiliknya. Ayo sayang, kita masih ada urusan yang lainnya." Azzam mengarahkan Kiya untuk keluar dari ruangan itu.
" Wow!! Luar biasa." Celoteh Arcello melihat sikap Kiya yang begitu sopan.
" Jaga matamu!! " Ucapan Azzam menyadarkan Arcello dari rasa kegagumannya.
Melihat kedua insan itu semakin menjauh, rasa kagum itu masih terlihat diwajah dan mata Arcello.
__ADS_1
Bos, kau sungguh beruntung. Tuhan sudah mengirimkan bidadari yang bisa menakhlukkan jiwa iblismu itu. Arcello.
......................
Perusahaan Barq...
Ferdinand memijit keningnya dengan menggunakan jari tangannya, keplanya terasa sangat berat dengan beberapa urusan pekerjaan.
Dddrrtt..
Dddrrtt..
" Hem, ada apa?" Ucap Ferdinand dengan nada ketusnya.
" Maaf bos, kita mendapatkan informasi. Jika rival anda akan melaksanakan pernikahan dengan wanita yang anda inginkan bos." Penjelasan dari informan yang bertugas untuk mengikuti pergerakan dari Azzam dan Kiya.
" Apa!!! Tidak, ini tidak akan terjadi!!!" Ferdinand menghempaskan ponselnya dengan sangat kerasa di lantai, hingga hancur.
__ADS_1
" Ba***gan, tidak akan aku biarkan kalian bisa bersatu. Kau adalah milikku, Kiya!!! Milikku!!!" Teriakan Ferdinand sangat keras, ia menghempaskan beberapa barang yang berada didekatnya, hingga suasana didalam ruang kerjanya menjadi berantakan.
......................