BIDADARI SANG PENAKHLUK

BIDADARI SANG PENAKHLUK
Bab 107


__ADS_3

" Mom." Ketiga pria tersebut saling bersahutan memanggil Kiya.


" Tenang saja, mommy tidak marah. Hanya saja, ini sudah masuk waktunya sholat. Mommy mau bersiap, kalian teruskan saja diskusinya. Biar nanti, mommy sholatnya sendiri. Itupun kalau kalian mau!" Kiya berjalan menjauhi mereka.


Perkataan Kiya sedikit memiliki tekanan, ketiga pria tersebut sangat tau jika Kiya sudah berbicara masalah sholat. Tidak ada kata tawar menawar lagi, kalau tidak. Bersiaplah untuk mendapatkan jackpot darinya berupa wajah dingin dan tidak ada tegus sapa dari dirinya.


" Daddy mau sholat, kita lanjutkan nanti. Daddy tidak mau muka dan lidah mommy kalian menjadi lebih pedas dibandingkan dengan cabai. Ayo!(Azzam mengakhiri pembicaraannya). Sayang! tunggu." Azzam menyusul langkah sang istri.


" Arick juga, lebih baik mommy ngomel daripada diem. Mommy! Arick ikut." Dengan langkah yang sangat cepat, Arick berhasil menyusul kedua orangtuanya.


Hufh!

__ADS_1


Mau bagaimana lagi, mommy sudah tau. Bakalan panjang nantinya kalau nggak jujur, dasar Arick mulut sampah! Ansel.


......................


" Bagaimana rencana kita Hendra?" Suara wanita yang begitu sangat mendayu.


" Tenang saja, mereka sudah masuk dalam rencana kita. Sebentar lagi, mereka akan bertekuk lutut dihadapanku." Pemimpin dari kelompok blue devil, Hendra.


" Baiklah! Aku sudah tidak sabar untuk melihat mereka hancur. Jangan lupa, biarkan parasit itu ikut hancur dalam rencana kita. Aku sudah muak dengannya."


" Heh, aku tidak ingin ada wanita yang ikut bersaing dalam mendapatkan apa yang aku inginkan. Bahkan istrinya saat ini, akan aku lenyapkan. " Bianca berkerja sama dengan ketua dari kelompok blue devil, mendengar jika mereka juga mempunyai dendam yang begitu besar kapada Azzam.

__ADS_1


Tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang sudah berjalan, Bianca mensepakati perjanjiannya kepada Hendra untuk saling membantu melenyapkan. Bahkan kedatangan Marsya, yang juga ingin melenyapkan istri dari leader dunia bawah tersebut. Namun, Marsya tidak mengetahui jika Bianca juga akan melenyapkan dirinya.


" Tapi aku tidak akan menjamin nyawamu untuk selamat dari dia, kau tau bukan jika dia adalah sang leader?!" Hendra menegaskan perkataannya, agar Bianca tidak terlalu berharap padanya.


" Ya, aku paham apa yang kau katakan. Aku akan membuatnya kembali lagi padaku dan meninggalkan perempuan yang tidak asal usulnya seperti dia." Semakin besar rasa kebencian dalam diri Bianca kepada Kiya, yang telah merebut pria idamannya.


" Terserah kau saja, aku sudah menjelaskan padamu. Jadi, bersiaplah untuk menerima segala konsekuensinya. " Hendra berlalu meninggalkan Bianca yang masih bergelut dengan ambisinya.


Lihat saja nanti! Azzam akan kembali lagi padaku! Wanita itu tidak pantas untuk berada disisinya, hanya aku. Hanya aku yang sangat pantas untuk menjadi pendamping dari seorang Azzam Arsalaan, hahaha. Bianca.


Semenjak kematian dari Ardhan, Bianca memutuskan bersembunyi dari kejaran Andrian yang masih terus mencari keberadaannya. Berhasil menghasut Ardhan untuk membuat pembalasan kepada Azzam dengan berbagai cara, setelah berhasil. Ardhan sangat mempercayai kata-kata manis yang Bianca ucapkan. Namun hasilnya? Rencana itu gagal, dan Ardhan tewas dalam peristiwa itu. Tidak ingin terjadi kejadian yang tidak di inginkan, sang kakak yaitu Andrian. Ia terus mencari Bianca, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

__ADS_1


Ternyata! Ia bersembunyi dibalik seseorang yang juga berkecimpung dalam dunia bawah, dan bermaksud untuk melakukan pembalasan atas apa yang ia alami dan merebut kembali pria yang menjadi idamannya.


" Bianca!! Dasar wanita bre****ek kau!" Marsya datang dengan wajah yang begitu emosional.


__ADS_2