BIDADARI SANG PENAKHLUK

BIDADARI SANG PENAKHLUK
Bab 123


__ADS_3

Sementara itu, Dzac yang sedang menerobos sistem keamanan lawan bersama Ansel. Mengetahui sisi lain dari tuan mudanya tersebut, membuat Dzac tidak bisa berkata-kata. Kini mereka berdua bekerjasama untuk memasuki jaringan sistem yang dimiliki oleh pihak lawan, dan merusak bahkan menghancurkan jaringan mereka.


" Paman, masukan kode inti!" Ansel berteriak kepada Dzac untuk segera melaksanakannya.


" Iya, cerewet sekali kau! Jika saja dia bukan anaknya tuan, sudah aku masukin dalam karung dan akan aku kirim ke negeri antah beranta. Huh!" Dzac yang awalnya tidak mau terlihat bodoh dihadapan tuan mudanya, dengan terpaksa ia harus menyerah dan mengakui kemahirannya dan menggedumel.


Kode inti telah Dzac berikan, dengan cepat. Tangan mungil itu bergerak dan apa yang terjadi!


" A a apa ini? Mereka sudah gila, sangat gila!"


Ketika jaringan lawan telah berhasil Ansel tembus, mereka pun mendapati jika rumah utama telah terpasang berbagai alat peledak yang berada di setiap sudut. Hal itu semuanua terhubung pada sebuah kendali yang titik ko'ordinatnya terpasang pada sebuah tombol kecil. Namun keberadaan tombol tersebut belum ia temukan keberadaannya, dan mereka masih terus mencari keberadaannya.


" Dad, jangan gegebah. Mereka menempatkan peledak diberbagai tempat dirumah kita, semuanya dikendalikan oleh sebuah alat. Abang masih mencari letaknya, Daddy terus waspada!"

__ADS_1


Ansel menghubungi Azzam melalui penghubung ditelingganya, sehingga informasi itu diketahui juga oleh para anak buahnya yang lainnya agar tetap berhati-hati sampai mereka menemukan letak titik ko'ordinat pengendalinya.


......................


Kiya yang saat ini berada disuatu ruangan rahasia yang tersembunyi, dengan rasa penasaran dan khawatir memikirkan kondisi di luar sana.


" Ya Rabb, kumohon! Lindungilah suamiku, semua para bawahannya dan juga yang lainnya. " Kiya berdo'a untuk keselamatan semua orang-orangnya yang terlibat dalam pertarungan tersebut.


" Tapi bik, aku khawatir dengan keadaan mereka... Astaghfirullah! Anak-anakku? Mereka dimana bik? Kenapa aku sampainbisa melupakan mereka berdua, ya Rabb. " Wajah Kiya langsung berubah menjadi sangat khawatir, mengingat kedua puteranya tidak berada disisinya.


" Non, percayalah. Tuan pasti sudah menempatkan tuan muda di tempat yang aman. Jangan panik, nanti bayinya juga ikut panik non." Ipah yang begitu memperhatikan keadaan Kiya, ia khawatir Kiya akan drop jika terlalu mempotsir tenaga dan pikirannya yang akhirnya akan membuatnya stres.


" Tapi bik, kenapa tidak bersama kita? Aku takut terjadi sesuatu pada mereka! Aku takut bik." Tangisan itu pun akhirnya pecah, air mata mengalir dengan begitu derasnya.

__ADS_1


" Aduh, aduh non. Jangan menanggis, cep cep cep." Ipah memeluk tubuh Kiya yang bergetar karena menanggis, berharap hal itu akan membuatnya tenang. Padahal dirinya juga merasa ketakutan dengan hal tersebut, namum ia berusaha kuat untuk menjaga nonanya, yang saat itu juga dalam keadaan hamil.


......................


Pergerakan musuh yang sangat begitu cepat, membuat kelompok Azzam semakin meningkatkan pertahanan mereka. Apalagi sudah banyak nyawa yang hilang kerena pertarungan mereka, dalam aksi tersebut. Semua kekuatan setiap kelompok telah dikerahkan, berbagai senjata juga mereka gunakan.


" Kalian periksa setiap ruangan, aku ingin kalian menemukan wanita itu. Hidup atau mati, bawa kedapanku!" Hendra memberikan intruksi kepada bawahannya untuk mencari titik kelemahan dari lawannya.


Semua bawahan yang ia kerahkan mulai mengikuti intruksi tuannya, namun mereka juga merasa sedikit kesulitan. Karena pertahanan yang diberikan oleh kelompok tersebut sangat kuat, walaupun dengan jumlah anggota yang mereka miliki lebih banyak dari mereka.


Kenan mulai menunjukkan jati dirinya, dengan gerakan yang sangat cepat ia menakhlukkan lawan. Tanpa memperlihatkan rasa empati dan kasihan, ia menghabisi nyawa musuh-musuhnya.


" Kalian sangat bodoh, menyerahkan nyawa dengan sangat sia-sia." Dengan satu kali ayunan tangannya, samurai itu menewaskan lawannya.

__ADS_1


__ADS_2