
Baru saja Azzam keluar dari kamarnya yang berada di lantai kedu, mata elangnya mendapati suatu pergerakan dari sudut tangga rumahnya. Begitu juga dengan Daffa, setelah mengamankan para tamu yang ada. Ia bergegas keluar dari mansion, membantu para bawahan mereka yang berada disana.
" Mau bermain-main denganku rupanya." Seringai iblis keluar dari wajah Azzam, lalu ia bersembunyi dari balik ruangan lainnya.
Orang yang berpakain serba hitam itu mulai mendekati kamar Azzam, mereka memang menargetkan sang leader dan pasangannya untuk dilumpuhkan. Namun, baru saja orang tersebut menempelkan telingganya pada pintu kamar tersebut.
Kkrraakk!!!
Kkrraakk!!!
" Aaarrgghh!! " teriakan orang tersebut sangat keras.
Azzam langsung menyerang orang itu dengan menggunakan tangannya, memutarkan kedua tangannya hingga patah, dan menendang kaki tepat pada tulang keringnya dan menginjaknya hingga terdengar suara remahan.
" Berani sekali, heh!!!" Azzam menaikan sudut bibirnya ke atas.
" Kau memang iblis!" Balas orang tersebut kepada Azzam.
" Hahaha, jika aku iblis. Dengan sangat senang hati, aku akan menjadi pencabut nyawamu, bagaimana?!" Senyum Azzam dengan sangat penuh penekanan.
__ADS_1
Kkrrraakk!!!
Lagi dan lagi, suara patahan tulang dari bagian tubuh pria itu . Teriakannya terdengar sangat memilukan, untung saja Kiya sedang berada dalam kamar yang kedap suara. Jika tidak, Azzam tidak tau apa yang akan terjadi pada istrinya itu.
" Ingin bicara?!" Memainkan alisnya untuk naik dan turun, Azzam seakan-akan sedang bercanda dengan pria tersebut.
" Tidak !!!" Dengan menahan rasa sakit pada tubuhnya, pria itu masih kukuh dengan pendiriannya untuk tidak membuka jati diri bos mereka.
" Kalian benar-benar setia, aku sangat terpukau dengan kegigihanmu. Tapi aku masih menunggumu untuk berubah pikiran, dan itu lima menit." Mengulur waktu, untuk memberi kesempatan kepada pria tersebut agar membuka jati diri dari pemimpinnya.
Namun sangat disayangkan, pria tersebut masih diam dan engan berbicara. Azzam tak habis pikir, ia berikan lagi penguluran waktu selama tiga menit. Hasilnya, sama saja. Dan kali ini, kesempatan yang terakhir.
" Tidak!!!" Pria itu meneriaki Azzam dengan sangat kuat.
" Cukup sudah kesabaranku, tuan." Azzam tidak bisa lagi menahan emosinya.
Tangan kekar milik Azzam dengan bergerak cepat, menutup mata pria itu dan memutar kepalanya dari suara patahan tulang yang sangat keras sampai tiada lagi suaranya. Dengan mudahnya, tubuh pria itu ia lempar kebawah dan mendarat dengan mulus pada lantai.
__ADS_1
Siapa dalang dari semua ini? Cukup lumayan juga, gigih sekali mereka menanamkan pola pikir untuk tidak membuka jati diri dari pemimpinannya. Azzam.
Berjalan menuruni anak tangga menuju lantai bawah, terlihat para bawahannya dari dunia bawah sedang membereskan kekacauanya yang terjadi. Melihat Azzam, mereka segera menundukkan kepala, sebagai tanda hormat kepada leader mereka. Azzam hanya menggerakkan tangan kanannya di udara, sebagai tanda untuk mereka melanjutkan pekerjaannya. Ia memasuki ruangan, dimana para tamu berada.
Klek!!
Pintu ruangan itu terbuka, mereka terlihat sudah sangat tenang dan tidak ketar-ketir seperti sebelumnya. Ia berjalan memasuki ruangan itu dan menghampiri sang nenek, Ambarwati. Mencium punggung tangannya dan menjelaskan tentang kekacauan yang terjadi. Dan terlihat seseorang sedang berjalan untuk menghampirinya, dia adalah Hanif.
Bugh!
Hanif langsung melayangkan pukulan kepada wajah Azzam dengan sangat kuat, membuat semua mata orang yang berada disana menjadi kaget melihat adegan tersebut. Namun orang yang terkena pukulan hanya tersenyum dengan salah satu sudut bibir yang naik ke atas, membuat mereka menjadi semakin bingung.
......................
💐💐💐
Untuk alur cerita yang kemungkinan tidak selaras dengan keinginan para pembaca, Author mohon maaf. Karena ini hanya cerita yang berasal dari imajinasi author saja, jika terdapat kekurangan dan kesalahan. Author mohon maaf dan terima kasih juga atas sarannya dan dukungannya. Semoga bisa menjadi bahan acuan untuk author dalam memperbaiki alur cerita yang ada.
Tetap dukung novel Author ya, tanpa kalian! Author bukanlah apa-apa, terima kasih semuanya 😊.
__ADS_1