
" Dzacky!!" teriakan Azzam seketika membuat Dzac menjadi kaget dan lancar berbicara.
" No na, nona diculik tuan! "
" Apa!!! Bagaimana bisa, Daffa, Daffa dimana! Akh!!" Terlihat jelas, kemurkaan dari seorang leader dunia bawah.
" Da Daffa tertembak tuan! Sekarang, kondisinya kritis." Dzac menjelaskan atas informasi yang ia dapatkan.
" DIMANA ISTRIKU??!!! KATAKAN!!" Kemarahan Azzam membuat semua bawahannya menjadi bungkam, Kenan berusaha menghentikan kegilaan dari tuannya itu. Azzam melayangkan pukulan dan berbagai kekejiannya kepada Kenan dan Dzac serta yang lainnya juga.
" Tuan, tuan hentikan!" Kenan berusaha menahan amukan Azzam, namun ia juga masih terkena pukulan tersebut.
Karena sudah tidak bisa dikendalikan, Kenan yang juga sudah kehabisan akal untuk menghentikan bosnya itu. Dengan terpaksa dan tubuh yang dipenuhi dengan luka dan memar, tapi ia harus melawannya.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Kenan memberikan perlawanan dengan memukul dan menendang bosnya, Dzac pun tak tingal diam. Ia juga membantu Kenan untuk menjinakkan bosnya itu, namun kekuatan bosnya itu menjadi kuat lebih dari sebelumnya. Sangat kewalahan untuk menjinakkannya, hingga datanglah bala bantuan. Dengan satu kali serangan dari tangannya, Azzam langsung tersungkur.
__ADS_1
" Tidak ada gunanya kau mengamuk disini!" Andrian dengan nafas yang tersengal-sengal, menatap Azzam dengan penuh kekecewaan.
" Tuan Andrian!" Kenan dan Dzac memberikan hormatnya.
" Hem, lebih baik persiapkan kekuatanmu untuk melawannya. Dia bukanlah tandinganmu, yang kau khawatirkan hanyalah keadaan istrimu. Jangan lemah, Kiya pasti sedang menunggumu." Andrian mengulurkan tangannya untuk membantu Azzam berdiri.
" Untuk apa kau kemari, pergilah!! " Azzam menepis tangan Andrian dan berdiri dengan sendirinya.
" Cukup Zam! Sampai kapan kau akan seperti ini? Jangan menyamakan aku dengan Ardhan!! Biarkan aku menebus segala kesalahan yang sudah aku lakukan padamu." Andrian melantangkan suaranya agar Azzam mendengarkan perkataannya.
" Buktikan!" Azzam segera beranjak pergi meninggalkan Andrian, Kenan dan Dzac pun mengikuti langkah bosnya.
......................
Didalam ruangan yang biasa mereka gunakan, Azzam dan lainnya kini sedang mencari titik keberadaan Kiya. Dzac menggunakan aksesnya, langsung melacak keberadaan sang nona. Begitu juga dengan Kenan, ia mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari jejak istri bosnya berada.
Sayang! Kamu dimana? Bagaimana keadaanmu dan baby? Azzam.
Memakan waktu kurang lebih satu jam, Dzac kali ini menemukan fakta yang akan membawa mereka menuju titik terang dari permasalahan yang ada.
" Tuan! Sepertinya anda harus melihatnya." Ujar Dzac kepada Azzam yang terlihat sangat hancur, raut wajahnya nampak seperti tanpa jiwa.
__ADS_1
Kenan mengerutkan dahinya, ia pun ikut menghampiri Dzac yang memperlihatkan sesuatu kepada bosnya. Azzam menyambut tablet mini pemberian Dzac, lalu ia melihat dan membaca apa yang tertera pada layar tersebut. Hening untuk beberapa saat, tak lama kemudian terjadi perubahan dari wajah Azzam.
" Ba****at!!! " Azzam menggeretakkan rahangnya, dengan ekpresi wajah seakan membunuh.
Dari apa yang Azzam lihat, ternyata fakta mengatakan jika Ferdinand merupakan putera dari Bareeq Yazid. Ketua dari kelompok Lost yang selalu bisa kabur dan lolos dari yang jeratan hukum negara, namun hal itu tidak berlaku untuk Azzam. Yang pada akhirnya, Bareeq Yazid harus tewas di tangan sang leader.
" Rupanya dia mau membalasku! Tak akan aku biarkan! Dzac, Kenan! Apa kalian sudah menemukan titiknya?" Tanya Azzam.
Dzac maupun kenan menggelengkan kepalanya, hal itu sebagai tanda jika mereka belum bisa menemukan keberadaan sang nona.
" Aaarrgghhh!!!" Tangan kekar itu menghantam meja yang terlapisi oleh kaca, meja itu hancur berantakan. Sudah terbayang akan kekuatan yang Azzam miliki, terlihat dari kepingan dari meja yang hancur tersebut.
Tak
Tak
Tak
Terdengar suara hentakan langkah kaki, hal itu terdengar dengan sangat jelas hingga langkah itu berhenti tepat di depan mereka. Mata Kenan dan Dzac melebar dan raut wajah mereka menjadi seperti orang bingung. Berdiri di hadapan mereka seorang laki-laki dengan perawakan yang cukup gagah.
......................
__ADS_1