BIDADARI SANG PENAKHLUK

BIDADARI SANG PENAKHLUK
Bab 120


__ADS_3

Akh!!!


" Ampun tuan, ampun. Jangan siksa saya." Wanita itu meraung kesakitan disaat para bawahan Azzam memberikannya hukuman.


" Ampun?! Sungguh mudahnya kau mengucapkannya, makanya. Sebelum bertindak, pikir dulu baik-baik. Kau sudah menyakiti nona kami dan juga calon keponakan baruku, awas saja kau jika terjadi sesuatu kepada mereka berdua. Akan aku pastikan, kau akan tewas dengan tanganku!" Dzac yang saat itu mengetahui jika nona kesayangannya mengalami kejadian yang buruk, amarahnya langsung meledak.


" Am ampun tuan, saya hanya disuruh seseorang. Tolong jangan siksa saya, tuan. Arrgh, to to long aaaargh!!" semakin keras raungan wanita tersebut, membuat Dzac semakin semangat untuk menghukumnya.


Dengan sadisnya, Dzac menggorres tubuh wanita itu menggunakan sebuah besi panas yang sebelumnya telah dibakar didalam api besar dan sangat panas. Kenan yang melihat hal tersebut menjadi memijat kepalanya, baginya sikap Dzac ini terlalu berlebihan, jika tuannya mengetahuinya, habislah ia.


" Sudah cukup Dzac, kau bisa membunuhnya." Dengan cukup santai, Kenan mendekati Dzac dan bawahan yang lainnya.


" Ish, kau ini! Biar saja dia mati, itu juga tidak akan setimpal dengan apa yang dia lakukan kepada nona!!" Perkataan Dzac dengan bernada tinggi.

__ADS_1


" Setelah dia mati, apa kau bisa tau siapa dalangnya? Dasar otak pisang, minggir sana." Kenan menyentil dahi Dzac hingga membuatnya meringgis.


Perlahan Dzac pun menyingkir dari sisi wanita itu, Kenan mengambil perannya untuk menggantikan. Melihat kondisi wanita itu, ada rasa tidak tega pada dirinya. Namun, semuanya itu sirna jika mengingat apa yang telah terjadi.


" Jika kau tidak ingin kami menghukummu, katakan! Kenapa kau bisa melakukan hal ini kepada seorang wanita hamil? Siapa yang menyuruhmu melakukannya? " Dengan menekuk salah satu kakinya, Kenan mulai mengintrogasi wanita tersebut.


" A a aku takut tu an. Jika aku memberitahu kalian, dia akan menyiksa keluargaku, aku terpaksa melakukan ini. Ibuku sedang sakit dan harus berobat, aku membutuhkan uang itu. Tolong, selamatkan ibuku." Wanita itu mulai terisak dalam tanggisnya.


Mendengar penjelasan wanita tersebut, Kenan teringat akan nona mereka. Kenan sebelumnya telah memberikan intruksi kepada rekannya untuk menyelidiki hal tersebut, khawatir jika wanita tersebut berbohong dan ternyata hal tersebut benar adanya.


" Diam!!" Kenan meneriaki Dzac dengan sangat keras, hingga membuatnya menjadi ciut.


" Siapa yang menyuruhmu? Akan aku jamin keselamatan ibumu, jika kau berkata jujur." Sebuah harapan untuk wanita tersebut, agar keluarganya selamat. Kenan memperlihatkan sebuah rekaman kepada wnaita itu, bahwa ibunya sudah mereka amankan.

__ADS_1


" Te rima kasih tuan. Aku tidak mengenalnya, dia seorang wanita yang sangat cantik. Dia hanya menawarkanku pekerjaan dan memberikan uang, hanya itu hanya." Menyebutkan ciri-cirinya, membuat Kenan dan Dzac berpikir sangat keras.


" Apakah ini orangnya?" Dzac memperlihatkan sebuah gambar dari ponsel miliknya kepada wanita tersebut. Namun ia menggeleng, Kenan pun segera menangkap arah pikirannya.


" Yang ini?!" Tegas Kenan dengan foto tersebut.


" Benar, dia orangnya tuan. Dialah yang telah menyuruh dan membayar saya untuk mencelakai wanita hamil itu." Wanita itu terisak dalam tanggisnya membenarkan apa yang diperlihatkan oleh Kenan padanya.


" Dasar Ja***ang!!! Tak akan kubiarkan kali ini kau lolos." Emosi Kenan sudah ingin meledak, apalagi mengetahui bahwa otak dari kejadian tersebut adalah wanita yang selama ini ia cari.


" Siapa?!" Tanya Dzac dengan sangat penasaran atas apa yang Kenan tampakkan.


" Wanita iblis yang kita cari, persiapkan semuanya. Kali ini, jangan berikan cela sedikitpun untuk dia lari. Jangan lupa, obati wanita ini!" Di balik kekejamannya, Kenan masih mempunyai rasa simpati.

__ADS_1


" Apa!!! Wanita itu lagi yang berbuat ulah, dasar Iblis! Aku juga tidak akan membiarkan dia lolos!!!" Dzac pun mengikuti pergerakan Kenan, untuk segera mencari wanita tersebut. Dia adalah, Bianca.


__ADS_2