BIDADARI SANG PENAKHLUK

BIDADARI SANG PENAKHLUK
Bab 84


__ADS_3

" Akh!..."


" Sayang!!!"


" Kiya!"


" Nona!"


Mereka berempat segera berhamburan menghampiri Kiya yang meringgis dengn tangannya yang menahan perutnya, hal itu membuat merek menjadi panik.


" Ada apa sayang? Apa yang terjadi, ada yang sakit?" Azzam sangat khawatir.


" Dek, apa yang sakit?" Gabriel pun tak mau ketinggalan untuk memberikan perhatiannya.


" Nona! " Kenan dan Dzac bersamaan dengan kepanikannya.


" Akh, mereka bergerak." Kiya kembali meringgis dan tersenyum, akibat dari suara ringgisannya.


" Sepertinya, baby tidak mau melihat kalian bertengkar. Lihatlah, mereka pun mereda setelah daddy dan paman-pamannya berhenti bertengkar." Kiya meletakkan telapan tangan Azzam di atas perutnya, benar adanya jika baby sudah tidak seaktif sebelumnya.

__ADS_1


" Ah, baby. Kalian membuat daddy panik. Jangan begitu lagi ya, lihat mommy jadinya kesakitan." Azzam mengelus dan mencium perut Kiya.


" Is, mulai deh lebay." Gabriel memainkan bibirnya seperti sedang mengejek Azzam.


" Hahaha! Kenapa, iri ya? Makanya kawin sono, biar tau rasanya bucin dengan istri sendiri." Tawa kemenangan itu semakin merekah di wajah Azzam, Kiya pun kembali menggelengkan kepalanya.


" Nona! Apa perlu saya mendorong kursi rodnyanya, biar anda bisa segera diperiksa?" Kenan menawarkan bantuannya kepada Kiya. Jika harus menunggu kedua pria itu, maka akan membuang-buang waktu saja.


" Kenan!!!" Terdengar kembali teriakan yang cukup memekakkan telingga.


" Terima kasih Kenan, sepertinya saat ini. Bantuanmu akan terhalang oleh mereka berdua." Kiya tertawa seketika, dan Kenan pun memilih kabur setelah mendaparkan tatapan tajam dari Bosnya dan juga Gabriel. Sedangkan Dzac, ia sudah terlebih dahulu kabur.


" Oke, baiklah! Kita langsung saja lihat dedek bayinya." Fatimah mengarahkan Kiya agar berbaring di atas tempat tidur khusus untuk pemeriksaan USG.


Jeli diberikan diatas perut Kiya, dan transducer diletakkan diatas perut bagian bawah.


" Coba anda lihat pada layar monitor, ini kepalanya..." Fatimah menjelaskan kondisi dari baby twin, dan saat detak jantung mereka diperdengarkan. Hal itu membuat air mata dari kedua pria tersebut mengalir, air mata kebahagian yang terpancar.


" Baby twinnya berjenis kelamin laki-laki semua ni, wah bertambah lagi ni jagoan buat ibunya." Fatimah semakin melebarkan senyumannya.

__ADS_1


Kebahagian itu semakin meliputi keluarga kecil tersebut, Azzam pun semakin memperketat pengawasan dan keamanan istrinya. Begitupun dengan Gabriel, ia juga semakin protective kepada sang adik.


......................


Braakk!!!


Andrian melempar semua berkas yang berada di tangannya di atas meja, saat ini ia sedang mengamuk di perusahaannya.


" Jelaskan! Kenapa sampai bisa pengeluaran perusahaan sampai membengkak seperti ini?" Terlihat jelas jika saat itu Andrian sangat murka.


" Maafkan kami tuan, kami hanya menjalankan perintah dari nona Marsya untuk mencairkan dana tersebut." Staff dari bagian keuangan menjelaskan kemana larinya uang perusahaan.


" Hah!!! Sebesar ini dia mencairkannya, dan kalian juga menyetujui kegilaan ini? Akh! Sangat memalukan!!" Andrian mengacak-acak rambutnya, hingga terlihat seperti orang tidak terawat.


" KELUAR!"


Dengan sangat cepat, staff keuangan tersebut berlari berhamburan hingga mereka sampai terjatuh. Sungguh sangat menyeramkan jika bos mereka itu telah mengamuk, lebih baik menyelamatkan diri.


" Marsya!! " Andrian segera mengambil dan menggunakan jasnya. Dengan langkah yang lebar, ia berjalan keluar ruangan dan perusahaannya untuk menemui seseorang.

__ADS_1


Aku tidak akan memberimu kesempatan lagi untuk bersenang-senang, sudah cukup kesabaranku selama ini untuk menghadapimu. Sekarang, akan ku tunjukkan siapa sebenarnya aku, Marsya! Andrian.


__ADS_2