BIDADARI SANG PENAKHLUK

BIDADARI SANG PENAKHLUK
Bab 65


__ADS_3

Sementara dirumah...


Ipah sedang terlihat sangat panik, dengan keadaan Kiya yang semakin memburuk. Badan Kiya semakin dingin dan harus bolak balik ke kamar mandi, setelah bangun dari tidurnya. Kiya menuruti nasihat dari Ipah untuk menyantap makanannya walaupun hanya sedikit, baru saja dua kunyahan di mulutnya. Kiya langsung memuntahkan semua yang berada di dalam mulutnya, bahkan hampir semua isi didalam perutnya ia keluarkan.


Saat itu pula, Ipah segera menelfon Azzam dan mengatakan yang sebenarnya mengenai kondisi Kiya. Azzam pun semakin memacu kecepatan mobilnya, agar bisa segera sampai dirumah.


" Huek! Huek!!" Suara Kiya terdengar sangat memilukan. Entah sudah yang ke berapa kalinya, Kiya memuntahkan isi perutnya. Walaupun itu hanya berupa air saja yang keluar, namun seperti seluruh isi perutnya yang keluar.


Ipah dengan perlahan mengelus tekuk lehernya dan membantu Kiya untuk kembali ke atas tempat tidur, memberikan minyak dengan aroma terapi. Agar bisa memberikan rasa nyaman bagi Kiya, sangat terlihat jelas jika wajah putih itu semakin pucat.


" Sayang!! Sayang!!" Suara Azzam berteriak menyebut nama sang istri. Ketika ia sampai, dengan cepatnya ia berlari menuju kamarnya untuk secepatnya melihat keadaan istrinya.


Kiya tidak bisa berbicara, sakit di kepalanya sangat tak tertahankan. Di tambah dengan rasa mual pada perutnya, yang selalu ingin memuntahkan apa yang ada didalamnya. Dengan mata terpejam, Kiya hanya bisa menghembuskan nafasnya perlahan dan memeluk perutnya sendiri.


" Sayang!! Wajahmu sangat pucat, kita kerumah sakit saja ya." Terlihat sangat jelas diwajahnya, Azzam sangat mencemaskan keadaan Kiya.

__ADS_1


" Tidak mas, tidak apa-apa. Mungkin saja, asam lambungku sedang kambuh. Istirahat sebentar, pasti pulih lagi kok mas." Dengan suara yang lirih, Kiya tidak ingin membuat suami dan yang lainnya semakin mencemaskan dirinya.


Baru saja berbicara, gejolak dari dalam perut Kiya kembali menyapa. Dengan perlahan dan dibantu oleh Azzam, Kiya menuju kamar mandi dengan tangan membekap mulutnya dan tubuh yang sangat lemas.


" Huek! Huek!"


" Sayang! Benar tidak apa-apa? Kenapa kamu terus muntah seperti itu?" Dengan omelannya, Azzam berharap Kiya bisa luruh.


Belum saja sampai didepan kamar mandi, tiba-tiba tubuh Kiya sudah jatuh dengan mata terpejam.


" Kiya!!!"


" Dasar keras kepala!!" Azzam langsung mengendong tubuh Kiya yang sudah pingsan.


Kenan dan Dzac yang baru saja sampai, ikut-ikutan panik dengan melihat bosnya menggendong Nona mereka yang pingsan. Tanpa komando, Kenan segera membukakan pintu mobil milik bosnya untuk mereka masuk. Lalu ia segera menjalankan mobil tersebut dengan kecepatan yang cukup cepat.

__ADS_1


" Bangun sayang! Buka matamu, sayang!" Azzam meracau menghawatirkan keadaan


istrinya.


Setelah sampai dirumah sakit, Azzam memasuki ruang unit gawat darurat dengan segera. Meletakkan Kiya di atas tempat tidur dan dokter pun segera memeriksanya, ada rasa kecemburuan dan ketidaksukaan Azzam jika istrinya diperiksa oleh dokter laki-laki terkecuali Gabriel. Hal itu disadari oleh Kenan, dengan cepat ia menghampiri dokter tersebut dan mengatakan maksudnya.


Serangkaian pemeriksaan sudah dilakukan, kini Kiya ditempat diruang perawatan terbaik yang berada dirumah sakit itu. Dua jarum infus tertancap pada punggung tangan kirinya dan dengan selang oksigen menempel di hidungnya.


" Apa yang terjadi pada istriku, dokter?!" Tatapan mata milik Azzam tertuju pada Kiya, berbicara tanpa melihat lawan bicaranya.


" Maaf tuan, istri anda saat ini mengalami dehidrasi akibat dari muntah yang ia alami. Tapi saya tidak bisa memeriksanya lebih lanjut, nanti akan ada dokter dari bagian obgyn yang akan memeriksa istri anda lebih lanjut." Jelas dokter tersebut kepada Azzam.


" Maksud anda?!!" Azzam masih kurang puas dengan apa yang dokter tersebut jelaskan kepadanya.


" Begini tuan, prediksi saya adalah istri anda sedang mengandung. Untuk jelasnya, nanti dokter obygn atau dokter kandungan yang menjelaskan kepada anda, mari." Dokter tersebut hanya tersenyum dan beranjak pergi saat melihat ekpresi dari Azzam setelah mendengar jika istrinya tengah mengandung.

__ADS_1


" Me me ngandung?!!" Azzam membeo dan mendadak kaku.


......................


__ADS_2