
"APA? MIE INSTAN DOANG?!"
"Adanya Cuma Mie instan doang di kulkas Bapak." Ucap Cantika.
"Kenapa gak bilang?!" Sewot Movic. "Emang bapak nanya?!" Cantika balas sewot.
"Males makan dah gue!" Ujar Movic yang memang tak berselera makan Mie instan.
"Yah Pak, terus ini Mie instan siapa yang makan?" Tanya Cantika berharap makanan itu bisa dia makan.
"Lu aja." Jawab Movic sambil memainkan handphone nya.
Cantika pun dengan semangat langsung memakan Mie instan buatannya dan tidak peduli dengan Movic yang sedang kelaparan.
...10 menit kemudian...
Ting tong
Ting tong
Suara bel terdengar, Movic pun segera membuka pintunya dan itu pasti pengantar makanan.
Movic kembali dengan sekotak Pizza ditangannya dan Cantika yang sudah selesai makan, menatap sebal ke arah Movic yang sedang menikmati sepotong pizza.
“Mau?” Tawar Movic.
__ADS_1
Cantika menganggukkan kepalanya semangat sebagai jawaban.
"Pesen ae sendiri." Ucap Movic yang membuat Cantika kesal.
"FAGH KAMVRET LU PAK, ANJ BENER" Ucap Cantika tentunya dalam hati.
________
Seminggu sudah Cantika bekerja dengan Movic dan membuat Cantika mulai terbiasa dengan sikap absurd bosnya itu.
Cantika harus bisa menyesuaikan diri agar dapat uang dua kali lipat dari seharusnya.
Cantika sedang membaca email yang masuk ke dalam emailnya Movic, Cantika harus membacanya dengan cermat dan teliti.
Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri meja kerjanya, Cantika tidak menyadari hal itu karena sibuk membaca email dari rekan bisnisnya Movic Davkaza.
"Malu-maluin dah lu Jang." Ucap seseorang yang berjalan menghampiri cowok logat sunda, "eh ya tuhan beneran cantik banget ini mah." Lanjutnya.
"Eeeuuyy kamu mah kei dibilangin teh kagak percayaan sama Ujang.” Ucap Ujang kepada Keizo.
Cantika yang melihat itu hanya tersenyum kecil dan walaupun orang-orang itu absurd, tapi mereka kan muji Cantika.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Cantika dengan senyuman menghiasi wajahnya.
"Minta nomor hp neng boleh teu?." Ucap Ujang menggoda Cantika.
__ADS_1
"Namanya Siapa sih wahai bidadariku?" Ucap lelaki yang dipanggil Kei itu.
"Nama Sa...."
"Ngapain lu pada kemari?" Tanya Movic yang baru saja keluar dari ruangannya dan memotong ucapan sekretarisnya itu.
"Mooooovvviiicccc my Friends!! kumaha kabar you baik teu?" Ucap Ujang yang teriak sambil memeluk Movic erat.
"Ekhmm bang lepasin pelukan lu, gue gak homo ya sorry." Ucap Movic saat menyadari Cantika memandang nya dengan jijik.
“Jang, lu kalo gak punya homoan jangan ngambil Movic dong! Movic Davkaza cuma punya gue!" Marah Keizo. Mencoba mendrama.
"Apaan sih bang, gue normal ya sorry." Balas Movic.
Cantika menatap jijik kearah mereka, Movic yang menyadari itu berdehem kencang. "Ekhmm, bang ayo masuk ke ruangan gue, dan Tik tolong buatin minuman buat mereka.” Perintah Movic.
"Siap pak." Jawab Cantika.
________
"Eh Movic eta teh serious sekretaris kamu? Meni geulis pisan atuh." Puji Ujang untuk Cantika.
Movic yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas. "Iya Vic, Sekertaris lu gw jadiin calon mantu Mommy.” Ucap Keizo dengan bangganya.
"Sorry, dia milik gue!" Ujar Movic yang membuat mereka membelalakan matanya kaget.
__ADS_1
"Milik lu? Lu jadian sama dia maksudnya?" Tanya Keizo kaget.
"Kagak, dia ka..n pegawai gu...e yaa otomatis dia milik gue lah.” Ucap Movic gugup.