Boss

Boss
SEASONS 2 : Sofia adalah Sahabat Terbaik


__ADS_3

Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.


...HAPPY READING💜...


.............


Friska sedang menikmati makan siang nya di kantin saat ini dan sudah hampir 5 jam dia berkutat dengan not not balok itu, hingga akhirnya perut nya berdemo meminta untuk segera di beri asupan.


"Emm Friska." panggil Sofia.


"Apa?" Jawab Friska tanpa menoleh, sebab ia masih sibuk memakan mie gelasnya


“Pernikahan mu akan dilaksanakan 2 minggu lagi, bukan?"


Kunyahan pada mulut Friska pun terhenti. Ia menatap sahabat nya itu, memang Sofia sudah mengetahui mengenai pernikahan nya.


Tapi Friska hanya menceritakan intinya saja. Ia tidak memberitahu Sofia, dengan siapa ia menikah. Friska berniat memberitahu nya nanti, sehari sebelum ia menikah atau mungkin tidak usah diberitahu?


"Iya, kenapa emang" jawab Friska lirih.


"Bagaimana sikap calon suami itu? Apakah dia masih bersikap dingin kepadamu?" Tanya Sofia lagi.

__ADS_1


Dan satu lagi, Friska hanya menceritakan perihal tentang sikap calon suami nya. Untuk urusan yang satu ini, Friska rasa ia memang harus menceritakan nya kepada Sofia.


Ia tidak kuasa jika terus memendam ini sendiri, ini terlalu membebankan nya sebenarnya. "Dia masih sama seperti saat awal" jawab Friska lirih


Sofia pun tersenyum, kemudian ia menggengam kedua tangan Friska yang masih memegang sumpit dan juga sendok di tangan kiri nya


"Friska, tenanglah. Aku yakin, perlahan calon suami mu pasti bisa menerima mu. Kalian akan tinggal bersama selama bertahun-tahun, atau mungkin selamanya? Jadi tidak mungkin kan dia akan mendiami mu terus menerus? Dia juga pasti membutuhkan mu,Friska" ucap Sofia menenangkan Sahabatnya itu.


Friska terdiam. Ia berharap Farel akan bersikap seperti Sofia bilang, Friska berharap, Farel mau menerimanya.


“Aku yakin kau bisa Friska. Kau perempuan yang tangguh! Ingat! Ini amanah dari mendiang ayahmu" Friska tersenyum lembut, memang hanya Sofia yang bisa mengerti dirinya.


“Terimakasih Sofia, kau memang mengerti aku dan kau Sahabat terbaik." ucap Friska haru.


Ketika sedang bergelut dengan pemikiran nya masing masing, tiba-tiba seseorang menghampiri bangku kedua gadis itu.


"Selamat siang, Kakak bener kan kak Friska Kamila Adiwangsa."


Friska langsung menoleh, ketika mendengar seseorang yang berbicara di samping nya yang sangat familiar dan sangat dibenci Friska.


"Kau!" Pekik Friska.

__ADS_1


"Sudah lama kita tidak berjumpa, benar bukan?"


Friska mendengus sebal. Lagi-lagi, pria ini! Kenapa dia harus selalu berhubungan dengan Felix, sih? Entah itu dimanapun atau kapanpun?


"Kau tidak merindukan ku?" Tanya Felix penuh godaan.


Friska menatap Felix remeh, "Kau bertanya itu kepadaku?"


"Memang kenapa? Ada yang salah?" Saut pria bertubuh pendek itu.


"Mimpi apa kau, sampai berani bertanya hal itu kepadaku?"


Felix tersenyum miring. "Aku memang memimpikan mu, Friska" jawab Felix dengan mengedipkan matanya.


Friska mendecak sebal, "Mata mu bintitan?dasar Kunti bogel."


Felix terkekeh, "Ohiya, sore ini datang lah ke apartemen ku. mengerti sayang?"


“Apa? Untuk apa? Tidak! Aku tidak mau!" Tolak Friska


Felix memalingkan wajah nya sambil tersenyum, kemudian ia menjilat bibir bawah nya yang tebal dan menggoda tentu saja.

__ADS_1


"Kau lupa? Kontrak itu masih berlaku, nona Friska."


__ADS_2