
SINOPSIS NOVEL MAFIA
Sering berjalannya waktu, ia tertarik pada seorang gadis yang kerap kali membantu saat ia menyelesaikan Skripsi di kampus dan akhirnya benih cinta tumbuh diantara mereka.
Gadis itu adalah Arvita Rahma Wati yang kerap dipanggil Vita dan bagaimana jika Vita tau kalau kekasihnya adalah seorang mafia pembunuh puluhan nyawa?
Apa Vita tetap menerima nya?
Atau Menjauhinya?
Clip Episode Mafia
"Dimana ayah?" Tanya Joshua.
“Ayahmu diatas." Ucap bibi Endang.
Joshua tersenyum kepada bibi Endang kemudian ia berjalan menuju lantai 2 rumah masa kecilnya itu.
Joshua menaikki satu persatu anak tangga menuju ruangan dimana ayahnya berada dan terdapat beberapa penjaga yang berdiri didepan ruangan ayahnya.
Begitu melihat Joshua datang, spontan mereka langsung menunduk menghormati Joshua.
"Berani sekali kamu datang kediaman ku.” Ucap ayah Joshua yang langsung berbalik badan saat Joshua membuka pintunya.
"Aku sudah tidak ingin menjalankan bisnis ayah." ucap Joshua yang langsung bicara pada inti pembicaraan.
"Menjalankan bisnis ringan seperti ini saja kamu tidak mampu? Kamu bisanya Apa Hah!!" Ucap ayahnya yang mulai meninggikan suaranya.
"Dulu aku sudah menuruti kemauan Ayah dan Aku menjalankan semua yang ayah inginkan. Kuliahku bahkan Aku tinggalkan karena ayah!" Ucap Joshua yang mengeluarkan unek-unek nya.
"Dasar anak kurang ajar!" Ucap ayahnya sambil mendaratkan pukulan pada pipi kiri Joshua.
Pukulan itu membuat Joshua tersungkur pada lantai, pria itu langsung mengelap sudut bibirnya yang kini mulai mengeluarkan darah.
"Jangan repot-repot pulang ke rumah hanya untuk memberontak! Sekarang ayah masih bisa menahannya, tapi jika nanti ayah sudah muak padamu, ayah akan menghampiri rumahmu sendiri dan membunuhmu jika ayah mau!" Ucap ayah Joshua.
"Silakan Bunuh saja aku!! Dimata Ayah Aku cuma robot yang menuruti kemauan Majikan nya!!! Bunuh saja aku!!!" Teriak Joshua.
Ayah Joshua kembali memberikan pukulan pada pipi kanannya yang lagi-lagi membuat Joshua tersungkur di lantai.
Joshua pun kemudian melingkarkan tangannya dan meraba pistol yang ada dibelakang pinggangnya itu dan ia ingin sekali segera membunuh ayahnya, namun ia masih menahannya.
Mata Joshua penuh dengan kabut kemarahan, ia sangat membenci ayahnya yang selalu memaksanya dan melakukan kekerasan padanya.
Joshua menahan emosi yang sangat meledak-ledak dan terasa ingin mencuat keluar dari dadanya itu.
"Pergi dari rumahku dan jalankan bisnis itu dengan sungguh-sungguh, Sampai bisnis itu bangkrut Ku habisin kamu disaat itu juga!!!." Ucap ayahnya sambil mendorong Joshua keluar ruangan.
Joshua berdiri didepan ruangan ayahnya dengan seluruh mata bodyguard ayahnya yang mengkhawatirkannya.
__ADS_1
"Tuan, kamu baik-baik saja?" Tanya pak Dono begitu melihat Joshua yang masih berdiri mematung.
Joshua tidak memperdulikannya dan berjalan menuruni tangga menuju pintu depan rumahnya, jika bukan karena terpaksa ia tidak akan pernah mau menemui ayahnya yang bajingan itu.
"Tuan muda...." Ucap bibi Endang yang sangat terkejut melihat wajah joshua yang kini penuh darah.
"Aku pergi dulu ya, bi. Sampai bertemu lagi." Ucap Joshua sambil mencoba tersenyum pada bibinya itu walaupun bibirnya sangat perih.
Joshua menyandarkan dirinya pada jok kursi moblilnya sambil memejamkan mata menahan seluruh rasa sakit pada wajahnya.
Ia meraih tisu dan mengelap darah yang ada pada permukaan wajahnya itu.
‘Aku tidak bisa menunjukkan wajah penuh darahku ini padanya,' gumam Joshua.
Malam semakin larut, Vita melihat jam pada dinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 10.
Ia mulai mengkhawatirkan Joshua yang belum juga memberinya kabar.
‘mungkin ia sudah tidur?' Vita bertanya-tanya sendiri.
Joshua menyandarkan dirinya pada jok kursi moblilnya sambil memejamkan mata menahan seluruh rasa sakit pada wajahnya.
Ia meraih tisu dan mengelap darah yang ada pada permukaan wajahnya itu.
‘Aku tidak bisa menunjukkan wajah penuh darahku ini padanya,' gumam Joshua.
Malam semakin larut, Vita melihat jam pada dinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 10.
Ia mulai mengkhawatirkan Joshua yang belum juga memberinya kabar.
‘mungkin ia sudah tidur?' Vita bertanya-tanya sendiri.
📩Joshua: Aku tidak bisa ketempatmu malam ini, tapi besok aku akan mengunjungimu.
Vita seketika tersenyum karena akhirnya Joshua bisa tidur dirumahnya sendiri. Vita memang sedikit khawatir dengan keadaan Joshua.
Namun ia tidak ingin menanyakan apa yang terjadi pada pria itu hari ini, ia akan mencari waktu yang tepat untuk menanyakannya.
___________
Joshua membuka pintu apartement Vita perlahan-lahan sambil mengintip, Joshua memang sengaja datang pagi sekali agar ia bisa melihat Vita tertidur.
Pria itu kemudian duduk perlahan-lahan di pinggir kasur, menatap Vita yang tengah tertidur.
Wajahnya sendiri memang belum sepenuhnya bebas luka, namun ia sudah pastikan tidak akan ada darah pada wajahnya lagi dan hanya menyisakan lebam-lebam saja.
"Joshua?" Ucap Vita begitu terbangun dan melihat Joshua berada di sampingnya.
"Tidurlah, aku disini." Ucap Joshua.
Vita mengerjapkan kedua matanya sambil memperhatikan pria dihadapannya itu, seketika Vita langsung membuka kedua matanya lebar-lebar.
__ADS_1
"Joshua? Apa yang terjadi pada wajahmu??" Tanya Vita sambil bangun dari tidurnya dan duduk menghadap Joshua.
“Aku baik-baik saja." Ucap Joshua.
“Jangan bohong, Joshua. Wajah kamu lebam gini, kenapa." Ucap Vita sambil menempelkan telapak tangannya perlahan pada pipi Joshua.
“Aku.....abis berantem." Ucap Joshua mencoba memberi alasan yang logis.
"Siapa yang melakukan ini?” Tanya Vita.
Joshua memeluk gadis dihadapannya ini, sambil membenamkan kepalanya pada leher Vita. Joshua memejamkan matanya sambil mempererat pelukannya.
"Joshua ceritakan pad—"
Joshua menci*um bi*ir Vita perlahan, membungkam semua pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari mulut gadis itu.
Walaupun ia merasakan sakit yang luar biasa pada bibirnya selagi ia mencium Vita, Joshua menahannya.
Ia bisa merasakan emosinya yang langsung mereda seketika. Vita melepaskan tautan bibir mereka, gadis itu benar-benar butuh penjelasan.
"Hentikan ini, Joshua. Kenapa kamu tidak menceritakannya padaku?" Tanya Vita.
Joshua tersenyum. "Aku gapapa, aku kemarin boxing sama Danu.....dia memukulku beneran." Ucap Joshua.
"Ada apa dengannya!" Ucap Vita kemudian mendorong Joshua sambil mendengus kesal.
"Kenapa aku yang didorong?” Tanya Joshua sambil tertawa.
"Kenapa boxing saja sampai lebam-lebam begini?" Tanya Vita.
"Kalo gak lebam bukan boxing dong namanya." Ucap Joshua sambil mencoba tenang.
"Loh tetap saja harusnya ia memikirkan bagaimana rasa sakitnya ditinju seperti ini, apa kamu membalas pukulannya juga?" Tanya Vita.
"Tentu saja." Ucap Joshua.
"Bagus!!!!" Teriak Vita, kemudian ia bangkit dari kasurnya menuju dapur.
“Mau kemana?" Tanya Joshua.
"Diamlah disitu!" Ucap Vita sambil terus berjalan.
Joshua merasa kini suasana hatinya sudah membaik berkat gadis itu, Vita benar-benar penyembuh luka hatinya.
Vita kembali dengan wadah berisi air es dan juga handuk kecil dan kemudian gadis itu duduk dihadapan Joshua.
"Diam sebentar,aku akan mengobatimu." Ucap Vita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Penasaran sama ceritanya? Yuk langsung mampir ke Novel author yang lainnya😊
__ADS_1
Salam Cinta dari author 🥰