Boss

Boss
SEASONS 2 : Istriku


__ADS_3

"Brengs*k!" Teriak Frieska. Dan refleks Friska menendang Felix, hingga pria bersurai hitam itu jatuh dari atas kasur nyaman nya.


"Aw! F*ck! Pinggang ku" ringis Felix.


Friska buru-buru menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh nya. "Yak Babi! Kenapa kau ada di kamar ku, huh?! Kau mau memperk*sa ku?! Sialan kau dasar pria penjahat kel*min!”


Friska melempar bantal kearah Felix dan namun beruntung, Felix bisa menghindarinya.


"Yak! Gadis bar-bar hentikan!" Ujar Felix sambil menghindari serangan Friska.


"Yak! Dasar kau park m*sum! Mati saja kau, brengs*k!"


Friska masih setia melempar bantal juga guling kearah Felix. Karena kesal, akhirnya Felix bangkit dari lantai kemudian segera memberhentikan aksi brutal Friska.


"Yak! Yak! Mau apa kau?!" Teriak Friska panik.


Felix memegang lengan Friska, kemudian mendekatkan wajah nya kearah Friska.  "Berhenti atau aku akan benar-benar memperk*sa mu" Ancam Felix.


Friska menelan ludah nya kasar. Bantal yang berada di tangan nya pun terjatuh. Sialan!


Mengapa Felix sangat menyeramkan jika bangun tidur?


"Good girl." ujar Felix sambil tersenyum miring, perlahan Felix menjauhkan wajah nya dan duduk di sisi ranjang.


"K-kau! K-kenapa kau ada d-di kamar ku?!" Tanya Friska sewot, namun masih terselip kegugupan disana


“Apa? Kamar mu?" Felix terkekeh, membuat Friska mengerutkan alisnya.


"Kenapa ketawa hah! emang aku lagi ngelawak!!Aku ini sedang bertanya sialan! Kenapa kau bisa berada disini?!" Ucap Friska menatap tajam matanya kearah Felix.


Felix menghentikan tawanya, kemudian mengehela nafas nya kasar. "Kau lupa?"


"Huh?"

__ADS_1


Felix menunjukan jarinya. Friska memicingkan mata ketika mendapati ada cincin di jari manis Felix.


Tunggu....


J-jangan bilang?!


"Apa kau lupa? Bahwa kita sudah menikah? Istriku?" Ucap Felix.


Mata Friska terbelalak lagi. Apa katanya? Istrinya?


Friska mengecek jarinya dan ternyata cincin itu juga ada pada jari manis nya.


Dan itu artinya.... ia benar sudah menikah?


"Dan kuberitahu padamu, ini adalah kamar ku. Bukan kamar mu, istriku"


"APA?" Friska segera mengedarkan pandanganya pada seisi kamar Monokrom dan bau maskulin. Sialan! Ini memang bukan kamarnya.


Seketika pipinya memanas, ketika tak sengaja melihat keenam pahatan pada perut pria keturunan Davkaza itu.


Sialan! Mengapa mata nya ini sangat jeli terhadap hal seperti itu?


Felix mengerenyit bingung, ia memandang Friska lekat. Oh tunggu, pipi gadis itu memerah!


Felix tersenyum miring, ia tahu apa yang terjadi dengan Friska. Menggoda istri di pagi hari, tidak ada salah nya bukan?


"Friska....." Panggil Felix


Friska tidak menoleh, justru ia semakin menunduk kan kepalanya. Ia tak mau melihat pemandangan yang sebenarnya memang indah itu dipagi hari. Karena itu tidak baik untuk kesehatan jantung nya.


"Friska.." Bulu kuduk Friska meremang. Ketika Felix memanggil nya dengan nada yang begitu menggoda.


"Istriku, jika kau tidak menjawab ku aku akan-"

__ADS_1


"Apa?!" Jawab Friska cepat sebelum Felix melanjutkan perkataan nya. Entahlah, ia hanya tidak mau Felix mengatakan yang tidak-tidak.


Felix tersenyum miring, sambil menaik kan sebelah alisnya.


"Friska, apa kau ingat kejadian semalam?" Ujar Felix yang tersenyum.


Friska meremas selimut nya. Sialan! Mengapa Felix harus bertanya seperti itu?


"A-apa m-maksud mu?" Ucap Friska terbata-bata. Felix terkekeh, kemudian menggeserkan badan nya agar lebih dekat dengan Friska.


"Kegiatan kita semalam, apa kau lupa?" Tanya Felix pelan, namun justru malah membuat Jantung Friska semakin berdegup kencang.


Friska semakin meremas selimutnya dan sejujurnya ia tidak ingat apapun. Karena seingatnya, setelah sampai rumah Friska langsung membaringkan diri diatas kasur dan setelah itu....aaaaah sial! Ia benar benar lupa!


"Aku suka kegiatan semalam. Aku puas dan kau sungguh luar biasa Istriku." bisik Felix seduktif.


Friska menelan salivanya kasar, pipinya mendadak panas mendengar ucapan Felix dan Felix tersenyum miring melihat reaksi Friska.


Ia semakin merapatkan jarak nya dengan Friska dan sedangkan Friska masih setia menundukan wajah nya, enggan menatap Felix.


Jantung Friska serasa berhenti berdegup ketika Felix menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinga dengan lembut.


Kemudian meloloskan jarinya secara perlahan dari belakang telinga hingga leher Friska.


Sumpah demi Tuhan!


Badan Friska mendadak kaku!


Felix tersenyum miring, kemudian mendekatkan wajah nya kearah telinga Friska.


Friska semakin merinding dan saat merasakan deru nafas hangat Felix menyapu telinganya.


"Aku..."

__ADS_1


__ADS_2