Boss

Boss
SEASONS 2 : Perjodohan 2


__ADS_3

"Maaf kan ayah, Farel. Tapi keputusan ini sudah mutlak tanpa di ganggu gugat. Ini sudah di rencanakan untuk perjodohan ini dari jauh jauh hari, bahkan sebelum Ujang menghembuskan nafas terakhir nya." Ucap Movic menjelaskan ke Friska dan juga Farel.


"Dan ayah memilihmu untuk menikah dengan Friska, Farel. Kalian sebaya dan ayah yakin, kalian bisa jadi pasangan yang serasi." tambah Movic.


Friska tidak bisa berkata apapun. Tenggorokan nya terasa kering, lidah nya terasa kelu. Ini terlalu mendadak, ini terlalu mengejutkan nya.


"Aku Enggak mau! Ayah, kau tau kan aku sudah memiliki kekasih? Mana mungkin aku menikah dengan wanita lain, sementara kami masih memiliki hubungan? Terutama, karena aku sangat mencitai nya" protes Farel kembali.


Ini gila!


Benar benar gila!


"Farel maaf kan ayah. Tapi keputusan ini sudah mutlak dan ayah tidak bisa mengubah nya. Ayah harap kau mau mengerti, Farel. " pinta Movic.


Farel pun berdiri dari duduk nya dan segera beranjak pergi. Meninggalkan Movic, Cantika dan Friska dalam situasi yang...entahlah. Rumit mungkin?


"Friska.” panggil Cantika lembut Friska yang semula menunduk, kini menatap Cantika dengan tatapan sendu nya.


"Kau tak apa?" Tanya Cantika lembut.

__ADS_1


Diam sejenak, hingga akhirnya Friska memberikan senyuman manis nya "Aku tak apa bibi, terimakasih"


“Friska, aku minta maaf. Tapi aku pun tak bisa berbuat apapun, Om sudah berjanji kepada ayahmu Friska, maaf kan aku" lirih Movic , merasa bersalah.


Friska diam sejenak. Sejujur nya ia juga tak begitu setuju dengan keputusan ini, karena Friska pikir ia masih muda.


Usia nya masih 21 tahun dan masih banyak yang bisa dia lakukan. Dan apa? Menikah? Haruskah?


“Friska, percayalah. Ayahmu menginginkan kau menikah bukan hanya semata-mata karena keinginan nya, tapi ini demi dirimu juga. Demi kebaikan mu dan aku yakin ayah mu sangat menyayangi mu. Maka dari itu dia ingin menikah kan mu dengan putra ku. Kau tenang saja, putra ku adalah laki-laki yang baik. Dan aku yakin, dia juga bisa menerima ini dengan tulus pada akhirnya” jelas Cantika lembut.


Friska termenung, memikirkan perkataan Cantika. Cantika benar, ayah nya memang sangat menyayangi nya.


"Jadi bagaimana Friska? Apa kau bersedia? Aku tidak akan memaksamu jika kau memang tak ingin. Ini menyangkut masa depan mu, pernikahan bukan lah hal yang main-main. Kau bersama pasangan mu, akan hidup bersama sama dalam waktu yang lama, atau mungkin selama nya?" Ujar Movic.


“Maka dari itu, kami tak akan memaksa mu jika kau memang tak ingin. Masa depan mu masih panjang Friska." tambah Movic.


Friska kembali diam. Dia bingung, apa yang harus dia pilih?


 Masa depan nya?

__ADS_1


Atau, keinginan ayah nya?


Haruskah Friska menikah? Dan meninggalkan mimpinya?


"Friska, kau boleh memikirkan ini dulu. Tar kalo kau sudah memikirkan matang-matang kau bisa telepon Om atau datang kesini." Ucap Movic.


_________________


"Apa? Menikah? Kau yang bener kalo ngomong!"


Farel memijat pelipis nya, kemudian menatap kakak laki-laki nya itu.


"Aku tidak mengerti dengan jalan pikir ayah. Bagaimana bisa, ia menyuruh ku menikah padahal ayah tau aku sudah memiliki kekasih?!" Ujar Farel frustasi.


Lelaki bertubuh atletis yang kini sedang duduk di hadapan Farel pun menggeleng tak mengerti.


Ia baru saja mengunjungi rumah orang tua nya dan ia sudah mendapat kabar bahwa adik semata wayang nya itu akan segera menikah.


“Mengapa ayah memilih menjodohkankan mu, dibanding aku? Maksud ku, aku adalah kakak mu. Bukan kah harus nya aku yang menikah?"

__ADS_1


__ADS_2