
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READING💜...
...............
"Anjir be.go lu tik."
"Otak lu gak kerja ya sekarang?"
"Wah Tik gak nyangka gua, otak lu jadi bloon gitu." Tanggapan ketiga sahabatnya setelah ia menceritakan kejadian tadi di kantornya, ralat kantor Movic.
“Lah? Gua salah apa ya disini sampe dikatain bego?" Ucap Cantika dengan pedenya.
"Itu udah kode buat lu b.ego!" Bentak Karina kesal.
"Kode apa sih?! Kode apartemen?!" Tanya Cantika kebingungan.
“Itu si Movic suka sama lu b.ego! Dia pengen lu jadi pacar dia!" Ucap Rose tak kalah emosi.
“Hah? Masa sih?" Ucap Cantika mencoba tak percaya padahal hatinya udah dugun dugun.
"Lu juga ya kenapa cuma jawab hah hah hehoh ogeb! Pas diakhir lu malah gak respon dia!" Ucap Wendy yang mulai emosi.
"Itu karena gua deg degan elah." Jawab Cantika tak sadar.
"Tuh kan, lu tuh udah mulai membuka hati lu buat dia elah makanya lu deg degan." Ucap Karina dengan muka pasrahnya.
"Masa iya sih?" Tanya Cantika sambil memegang dadanya tepat di jantungnya. "Kok masih deg degan ya." Lanjutnya.
"Kan, tambah ogeb dia. Lu masih deg-degan lah kalo kagak ya lu udah dikubur." Ucap Rose kesal yang dibalas tatapan tajam Cantika.
__ADS_1
"ihhh, gini ya gua tuh gak suka sama Movic ya, gua cuma menghargai dia sebagai boss gua dan urusan deg-degan itu mungkin itu kebetulan doang." Ucap Cantika percaya diri.
"Halah, paling ntar Movic jalan sama cewe lain kejang-kejang lu." ucap Wendy.
"Eh anjirr kagak lah." Ucap Cantika Yakin.
________
Keesokan harinya
Cantika keluar dari apartemennya dan terkejut melihat Movic sedang berdiri di depan apartemennya.
Ia pun memberi gestur untuk mengikuti dirinya. Ya seperti biasa, Cantika jadi supirnya Movic.
Namun, ada yang aneh hari ini. Movic tak memberi Cantika kunci mobilnya dan Cantika terheran dengan sikap Movic, sedetik kemudian dia mempoutkan bibirnya mencoba acuh untuk hal itu.
"Hari ini dan seterusnya gua yang nyetir". Ucap Movic tiba-tiba sambil masuk kedalam mobilnya.
Tidak ada obrolan diantara mereka, mereka masih canggung satu sama lain dan sampai akhirnya Cantika berdehem untuk menghilangkan kesunyian. Namun, Movic masih saja terdiam.
"Eh Vic, kok tiba-tiba tanpa ada angin dari manapun, padahal dulu gua udah maksa lu biar gua gak nyetir dan sekarang dengan tiba-tiba lu mencabut tugas gua sebagai supir lu, alasannya kenapa?" Tanya Cantika penasaran.
"Gak mungkin kan, gua biarin calon Ibu dari anak-anak masa depan gua jadi supir? Padahal guanya baik-baik aja dan akan selalu baik-baik aja buat selalu ada di samping calonnya itu." Ucap Movic sambil tersenyum tulus yang berhasil membuat jantung Cantika berdetak kencang dan membuat pipi Cantika merona.
Seketika Cantika menyadari sesuatu, ya dia menyukai Movic dan sedetik kemudian dia berdecak, dengan yakinnya kemarin dia mengatakan dia tak menyukai Movic dan sekarang dengan mudahnya dia mengakui bahwa dia menyukai Movic.
_______
Cantika sedang duduk di meja kerjanya, dia terlalu fokus berfikir tentang pekerjaannya yang diberikan bossnya itu.
Sebenarnya ia berfikir tentang Movic nya bukan tugasnya. Ekhmm
__ADS_1
Tiba-tiba seorang gadis dengan rambut panjangnya menghampiri meja kerja Cantika.
Cantika pun segera berdiri dan membungkukkan tubuhnya, mungkin dia rekan kerja Movic fikirnya.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Cantika tersenyum ramah.
"Eungg, aku ingin bertanya Apa Bossmu ada?" Tanyanya pelan dengan bahasa formalnya.
"Ada." Ucap Cantika ramah. “Bolehkah aku bertemu dengannya? Ini sangat penting." Ucap gadis itu menampilkan puppy eyes-nya.
"Apakah anda telah membuat janji sebelumnya?" Tanya Cantika dengan sopan.
"Sebenarnya belum, tapi aku harus bertemu dengannya sekarang juga." Ucap gadis itu.
"Jika seperti itu, maka anda tidak bisa bertemu dengannya saat ini." Ucap Cantika dengan senyumnya.
Sebenarnya ia bertanya-tanya kenapa perempuan ini masih terus memaksa untuk bisa bertemu dengan Movic.
" Tapi ini sangat penting." Ucap gadis itu dengan muka memelasnya.
"Maaf, tapi untuk saat ini pak Movic sedang ada pertemuan dengan pak Zein dari perusahaan Musik itu." Ucap Cantika mencoba membuat gadis itu mengerti.
"Kalo seperti itu tolong sampaikan kepadanya bahwa seorang gadis cantik menunggunya di tempat biasa." Ucap gadis itu.
"Baiklah saya akan sampa....."
"Ya Tasya Hanifah." Teriak Movic yang memotong ucapan Cantika.
"Moooovviiiicccc.” Ucap Tasya sambil memeluk Movic yang berhasil membuat Cantika membelakkan matanya kaget sekaligus membuat pertanyaan diotaknya, ada hubungan apa antara Movic dan gadis yang bernama Tasya itu.
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
HeHehe gimana nih? Siapa tuh Tasya kira-kira:v