
Cantika, Movic dan Faisal sekarang sedang berada di ruangannya Faisal. Sebenarnya barang-barang mereka masih di taruh di dalam mobil dan belum di masukkan.
"Can, Iu mau nginep di rumah gua aja?" Usul Faisal untuk Cantika.
"Gak, Cantika harus bantuin gua bikin proposal kerja sama yang lain." Ucap Movic memotong ucapan Cantika. Dan Cantika pun memandang sinis kearah Movic.
'Dih, padahal gua mau sama Faisal' ucap Cantika dalam hati.
"Oke deh kalo gitu." Kata Faisal, mencoba menerima alasan Movic.
Cantika memandang Movic dengan tatapan sebalnya. Kalo Cantika menginap di rumah Faisal, dia bisa bertemu dengan keluarganya Faisal dan bisa bercanda sepuasnya dengan mereka menggunakan bahasa Vietnam.
"Oh iya boss, berapa lama disini?" Tanya Faisal kepada Movic.
"Sehari." Jawab Movic singkat.
"Yailah bos kirain bakalan lama." Ucap Faisal dengan nada sedihnya.
"Gak, masih ada urusan yang lebih penting." Jawab Movic jutek.
Sebenarnya Faisal heran sama sifat Movic yang mendadak jutek gini dari tadi, biasanya Movic bakalan ngomel dengan masalah sekecil apapun.
Tapi Faisal sih bersyukur juga, dia gak dimarahin sama Movic hehe.
"Tapi Pak bukannya rencana kita disini 3 hari ya pak?" Tanya Cantika yang heran kenapa rencana mereka tiba-tiba berubah.
__ADS_1
"Gak jadi." Jawab Movic singkat.
"Tapi Pak, kan itu akhir pekan jadi boleh dong kalo saya gak ikut pulang boss ke Jakarta besok?" Tanya Cantika berbinar.
"Nah iya Can, lu bisa liburan dulu disini bareng keluarga gua, mereka pasti kangen sama lu, boleh kan boss?" Tanya Faisal riang.
Sebenarnya Movic ingin melarang Cantika untuk tidak menghabiskan akhir pekannya disini, tapi dia siapanya Cantika sehingga bisa melarang Cantika?
Akhirnya ia hanya bisa menanggukan kepalanya, menyetujui keinginan Cantika.
"Yeayyyyy" teriak Cantika dan Faisal bersamaan diakhiri pelukan dari keduanya.
Movic memandang jijik ke arah Faisal yang sekarang sedang loncat-loncat tidak jelas, sepertinya jiwa cabe Faisal belom hilang.
_______
"Buruan ambil koper lu." Perintah Movic setelah dia mengambil kopernya.
"Iya iya." Jawab Cantika ketus. Cantika pun segera mengambil kopernya, dan pergi terlebih dahulu.
"Heh! Lu kayak yang tau aja kita mau ke lantai berapa!" Ucap Movic tak kalah ketus, Cantika hanya tertawa tidak jelas membalas ucapan Movic.
Cantika pun hanya diam, karena dia hanya bisa mengikuti Movic kemanapun pria itu pergi.
Lift pun berhenti dilantai 3, Movic pun keluar diikuti oleh Cantika. Movic pun berhenti di ruangan paling ujung dan segera memasukkan kode pintunya.
__ADS_1
Setelah pintu terbuka, Movic pun segera masuk di ikuti oleh Cantika dan Cantika terkagum dengan ruangan yang sekarang dia liat.
Ruangannya begitu besar dengan desain yang elegan dan hiasan yang terkesan mewah.
"Wahh, Vic bagus banget ini ruangan lo." Ujar Cantika memuji ruangan Movic.
"Iyalah." Balas Movic dengan bangganya.
"Keknya gua bakalan betah disini dah." Ucap Cantika tersenyum senang.
"Sayangnya ini ruangan gua bukan ruangan lu." Kata Movic yang berhasil menusuk Cantika.
"Ckkk, gitu amat dah, btw Vic gua ngantuk nih, kamar buat gua dimana?" Tanya Cantika dengan muka kantuknya.
"Emang gua bilang lu bakalan tidur dikamar sendiri gitu?" Tanya Movic balik.
"ya enggak sih, tapi masa iya gua tidur di kursi sih?!" Ucap Cantika kesal. Jika benar ia tidur di kursi, Movic benar-benar tega.
"Gua juga gak bilang lu bakalan tidur di kursi." Ucap Movic mengesalkan.
"Terus gua tidur dimana?" Tanya Cantika sudah kesal dengan Movic.
"Lu tidur di kamar yang sama dengan gua." Ucap Movic dan tak lupa diakhiri smirk diakhirnya.
"APA?!" Ucap Cantika shock.
__ADS_1
"TIDAKKKKKKKKKKKKKKKKK"