Boss

Boss
SEASONS 2 : Rumah Mewah


__ADS_3

"Tak apa. Nanti aku kirim kan alamat rumah ku. Ok? Lebih baik kau beristirahat sekarang. Tidak baik anak perempuan tidur terlalu larut."


"Iya Om. Sekali lagi, terimakasih" Ucap Friska


"Sama-sama, kalau begitu aku tutup ya. Sampai bertemu besok" Ujar Movic di sebrang sana


"iya Om”


Bip!


Sambungan pun terputus. Friska pun bernafas lega, setidak nya rasa penasaran nya sudah terobati.


Friska harus beristirahat sekarang dan mempersiapkan diri untuk esok.


___________


Setelah selesai mandi dan sarapan Friska pun sudah siap untuk pergi kediaman rumah Movic hari ini.


Hari ini Friska memakai pakaian yang tidak terlalu formal tapi tidak terlalu santai juga dan ia memakai sweater Crop bewarna Biru langit berlengan panjang hingga menutupi setengah telapak tangan nya, celana Kodok Denim dan dilengkapi dengan sneakers hitam putih kesayangan nya.

__ADS_1


Rambut setengah punggung nya ia biarkan tergerai dan itu justru menambah kesan manis gadis berusia 21 tahun itu.


Setelah memantapkan hati nya. Friska pun bergegas pergi ke alamat yang sudah Movic berikan tadi malam dan Friska sangat gugup sebenarnya tapi ia mampu menutupi rasa gugup nya itu. Ini demi mendiang ayah nya!


Friska memilih pergi menggunakan Busway, karena ternyata jarak rumah Movic tidak begitu jauh dari apartemen milik Friska


Sekitar 30 menit lamanya, akhirnya Friska sampai di salah satu perumahan mewah dan Friska tau perumahan ini.


Perumahan ini sangat elite dan biasanya para pejabat, artis juga para pengusaha terkenal saja lah yang mampu memiliki rumah di kawasan perumahan elite ini.


Setelah menanyakan dimana kediaman Movic, akhirnya Friska pun masuk ke kewasan perumahan itu. Ia menatap kagum rumah-rumah mewah yang bertengger di sepanjang jalan perumahan.


Sampai akhirnya, kakinya sudah berhenti di depan sebuah rumah yang cukup sederhana namun tetap terlihat mewah dan Friska yakin jika rumah ini milik Movic.


"Permisi" teriak Friska sambil menekan bel tersebut beberapa kali.


"Ya? Ada keperluan apa nona?"


Friska terlonjak, ketika sebuah suara yang berasal dari sebuah interkom di dekat pagar, tiba-tiba berbunyi.

__ADS_1


"Ah, a-aku ingin bertemu dengan tuan Movic." jawab Friska.


"Apa kau sudah membuat janji sebelum nya?"


"S-sudah"


Tak ada jawaban lagi, tapi sedetik kemudian pagar besar itu terbuka dengan sendirinya secara otomatis.


Lagi-lagi Friska terkejut memang orang kaya itu selalu penuh kejutan dan seorang ibu-ibu berumur dengan pakaian serba hitam, tiba-tiba datang dari arah dalam.


Sepertinya ada seorang Perempuan berumur itu pengawal atau petugas keamanan di rumah ini. "Bisa aku melihat kartu KTP mu, Nona?" Tanya Perempuan itu


"Ah Iya boleh, sebentar ya bu." Friska merogoh slim bag hitam nya. Mencari sebuah dompet, dan mengambil kartu KTP nya.


"Ini Bu KTP saya.” Friska memberikan sebuah kartu berukuran sedang kepada perempuan itu.


"Kau Friska Kamila Adiwangsa?” Tanya perempuan itu.


"Iya benar, saya Friska Kamila Adiwangsa."

__ADS_1


"Ah akhirnya kamu datang juga, tuan Movic sudah menunggu anda nona. Mari saya antar masuk kedalam."


"Ah, Terimakasih banyak bu." ujar Friska sopan.


__ADS_2