
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READING💜...
................
Sial! Friska paling tidak bisa melihat anak kecil menangis.
"Bagaimana jika kau mengantarkan Jefran sampai rumah, setelah itu.. Ya, terserah kau" saran Felix.
Friska menatap Felix ragu, mata Jefran semakin berair. Pertanda bahwa sebentar lagi Jefran akan menangis, "Cih! Ini demi Jefran! Kau tega melihat anak kecil menangis?" Tanya Felix.
Friska diam, menimbang ucapan Felix. Sejujurnya ia juga mulai lelah dan perlu beristirahat.
"Baiklah, kakak akan mengantarkan Jefran pulang."Ucap Friska.
Mata Jefran langsung berbinar-binar, senyum yang cerah sudah kembali tercetak di wajah imutnya.
"Benalkah?" Tanya Jafran antusias. Friska hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban.
"Yeahhh!!! Aku sayang Kak Fliska." Jefran langsung memeluk Friska erat dan Friska pun membalas pelukannya.
__ADS_1
Tanpa Friska sadari, Felix tersenyum melihat adegan di depan matanya. Sudah dibilang Friska itu berbeda dari wanita kebanyakan yang Felix kenal, Jefran saja yang notabene susah deket dengan orang lain bahkan Felix sekalipun.
Kini Jafran sedang berpelukan dengan Friska dan bahkan sepertinya Jafran lebih dekat dengan Friska dibanding dengan Felix.
AJAIB BUKAN?
"Kalau begitu kita pulang."
"Let's Go!!!" Ujar Jafran yang bersemangat, Jafran pun naik bersama Friska di kursi belakang dan tak lupa Jafran terus memeluk Friska tanpa mau dilepas.
Selama perjalanan, tak ada obrolan antara Felix dan Friska. Yang ada, hanya Jafran yang berbicara sejak tadi dan Jafran menceritakan banyak hal kepada Friska.
Dan itu sukses membuat Friska tak henti hentinya tersenyum dan tertawa karena mendengarkan cerita Jafran yang sangat menggemaskan.
"Dia tertidur?" Tanya Felix.
Friska hanya mengangguk sebagai jawaban dan ia tak mau membangunkan Jafran yang sudah terlelap di pangkuannya.
Hening menyelimuti mereka kembali tapi tak lama, Felix membuka suaranya. "Kau tak pegal memangku Jafran seperti itu?" Tanya Felix.
"Tidak, aku sudah terbiasa."
__ADS_1
"Kalo begitu, jika aku tertidur di pangkuanmu seperti Jafran berarti tidak masalah bukan?" Goda Felix.
Friska langsung melemparkan tisu bekas keringat Jafran ke Arah Felix. "Tadi katanya kau sudah terbiasa, bagaimana sih."
"Tapi aku tidak Sudi memangku pria mesum seperti dirimu Felix Erina Davkaza!" Ujar Friska namun tidak sekeras biasanya, karena ada Jafran.
"Kau tak boleh berbicara kasar seperti itu Friska. Ada Jafran disini."
"Kau yang memulai duluan, Dasar Gelo!" Umpat Friska.
Friska memang galak dan juga emosian dan apalagi jika bersama Felix, tapi jika bersama anak-anak. Friska akan berubah menjadi perempuan yang lembut dan perhatian.
Berbanding terbalik jika berbicara dengan Felix. Segala umpatan, teriakan, perkataan pedas akan keluar dari mulutnya.
Tak lama mereka sampai di rumah Jafran, Friska langsung menggendong dan menidurkan Jafran di kasurnya. Ia tak tega membangunkan Jafran dan sebelum keluar ia memakaikan Jafran selimut juga mencium kening Jafran.
"Jafran masih tertidur?" Tanya Felix begitu Friska Keluar dari kamar.
"Masih." Jawab Friska sambil menutup pintu kamar Jafran, "kau mau kuantar?" Tawar Felix.
"Tak apa, aku bisa pulang sendiri kok." Tolak Felix.
__ADS_1
"Kau kuantar saja ya, itung-itung sebagai tanda terima kasih karena sudah menemani Jafran tadi."