
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READING💜...
.............
"Farel sedang ada urusan, jadi dia tidak bisa menjemput mu. Lagi pula kau bukan prioritas nya. Jadi untuk apa dia membuang membuang waktu, hanya untuk sekedar menjemputmu?” Ucap Felix mengejek.
Friska merasa tertohok dengan ucapan nya. Felix benar, Farel tidak mungkin mau meluangkan waktu nya hanya untuk menjemputnya.
Tiba-tiba Felix membuka pintu depan mobil nya dengan lebar, kemudian dia berkata. "Naik, atau aku akan meninggalkanmu dan membiarkan mu diomeli habis-habisan oleh bibi mu itu, Nona Friska"
Friska menatap nya sebal! Ugh! Pria ini! Jika bukan karena dia kakak nya Farel, pasti udah Friska menjambak rambut hitam nya sejak tadi
"Dasar bawel!"
______________
Friska langsung turun dari mobil begitu sudah sampai di parkiran butik dan tanpa menunggu lagi, Friska segera memasuki butik dan bertemu Kak Yuli. dia perancang busana pengantin untuk pernikahan Friska dan Farel.
"Kak, maaf aku terlambat! Aku lupa jika hari ini, kita akan melakukan fitting baju"
“Tidak apa-apa Friska. Yuk! Langsung saja, kita mencoba baju pilihan ibu mertua mu" ajak KakYuli
Friska pun mengangguk dan mengikuti Kak Yuli dari belakang. Jadi gaun Friska kali ini dipilih oleh calon mertua nya yaitu Cantika.
__ADS_1
Sudah ku bilang bukan? Keluarga Davkaza sudah menyiapkan segala nya dengan baik dan matang.
"Oh iya kau kemari dengan siapa? Setahu ku Farel tidak bisa datang sore ini, makanya ia datang tadi pagi” tanya Kak Yuli begitu kami memasuki ruang ganti
"Aku datang dengan Felix abangnya Farel. Ngomong-ngomong aku tidak tahu jika Farel sudah datang kemari" Jawab Friska sambil menggunakan gaun putih yang panjang nya sampai menyentuh lantai, dan dibantu Kak Yuli tentu saja
"Dia tidak bilang padamu? Aku kira dia sudah mengabari mu tadi pagi"
Friska hanya menggeleng menanggapi pertanyaan Kak Yuli, "Dah! Sudah selesai! Wah kau sangat cantik, Friska." Puji Kak Yuli.
Friska melihat pantulan diriku dikaca, ia menggerakan tubuh nya ke kanan dan ke kiri. Melihat dari berbagai sisi, bagaimana penampilannya.
Friska tersenyum puas. Selera calon ibu mertuanya memang patut diberi jempol. Pantas saja dia selalu terlihat style-lish, ternyata dia memang pintar mengenai fashion.
"Haruskah?" Tanya Friska dengan ragu.
"Iya. Karena hanya dia satu-satu nya pihak keluarga yang hadir disini. Prinsip di butik kami adalah selain pendapat dari konsumen, pendapat dari pihak keluarga pun sangat penting. Jadi, Ayo!"
Friska menelan salivanya kasar. Entah mengapa Ia merasa gugup sekarang, Kak Yuli menuntun Friska keluar. Disusul beberapa karyawan yang mememgang kain gaun pengantinnya yang menjutai di belakang.
Friska melihat Felix sedang duduk di sebuah kursi tunggu sembari memainkan ponsel nya. Jantung Friska berdetak dua kali lebih cepat, entah mengapa Friska merasa sangat gugup sekarang.
"Ekhm..permisi tuan Felix” panggil Kak Yuli
Felix mematikan ponsel nya dan memasukan ponsel nya ke dalam saku celana kerja nya, kemudian dia mengangkat kepala nya dan menatap Friska yang sedang berdiri gugup di hadapan nya
__ADS_1
"Bagaimana menurut mu? Adakah yang kurang?" Tanya Kak Yuli antusias
Friska semakin gugup ketika Felix menatapnya lekat. Ia menatap Friska dari atas hingga ke bawah dengan perlahan.
Dia memandangi Friska tanpa berkedip! Sumpah demi dewa neptunus! Kaki Friska bergetar!
Setelah puas menatap Friska secara rinci dari atas hingga ke bawah dia kembali menatap wajahnya. Dia menatap Friska dengan intens dan entah mengapa pipi Friska mendadak memanas.
"Cantik" gumam nya Suara Felix memang kecil, bahkan terlampau kecil. Tapi entah mengapa Friska bisa mendengarnya dan itu sangat jelas.
Ah sial! Pipi Friska semakin memerah!
"Tuan Felix" panggil Kak Yuli. Felix pun langsung terkesiap, "Y-ya?"
"Bagaimana? Masih ada yang kurang?" Tanya Kak Yuli
Felix menggeleng beberapa kali. "Tidak. Ini sudah cukup. Aku akan segera mengabari ibu ku" jawab Felix yang memfoto Friska buat kirim ke ibunya.
"Baiklah kalau begitu! Ayo Friska! Masih ada beberapa hal yang mesti kita siapkan. "
Friska langsung mengikuti Kak Yuli dan meninggalkan Felix yang masih setia memperhatikan Friska.
Friska tau karena Kak Yuli membisik kan nya tadi padaku. Apa ini? Mengapa jantung Friska berdetak keras saat ditatap oleh nya?
'Ini pasti karena Grogi, bukan benih cinta!!!!'
__ADS_1