Boss

Boss
Nikah


__ADS_3

Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.


...HAPPY READING💜...


..............


Tiga bulan kemudian


Di sebuah gereja di tengah Ibukota Jakarta yang terlihat ramai karena adanya sebuah upacara sakral disana, yang orang sebut dengan sebuah pernikahan.


Yang menyatukan dua insan yang saling mencintai dan siap melindungi satu sama lain.


Seorang gadis cantik berjalan di atas karpet merah, ditemani seorang lelaki yang sangat ia hormati dan ia tersenyum menyapa semua tamu yang hadir disana.


Di depan sana ada seorang laki-laki yang sedang menunggu gadis itu untuk datang kepadanya, sang lelaki begitu terpesona melihat gadis yang dicintainya memakai gaun pernikahan yang membuat dia cantik beribu-ribu kali lipat.


Ya Movic Davkaza tak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis yang sedang berjalan ke arahnya itu, Cantika Erina Putri.


Tangan Movic terulur menunggu sambutan dari gadis di depannya, Ayah Cantika pun menyerahkan sang anak kepada Movic. Lalu tangan Cantika pun menggenggam tangan Movic.


"Jaga anakku baik-baik Movic.” Ucap sang Ayah Cantika.


"Tentu saja.” Ujar Movic.


Movic dan Cantika pun berjalan beriringan ke arah pendeta yang sudah menunggu mereka sejak lama.

__ADS_1


Setelah sampai di hadapan sang pendeta, mereka pun berdiri berhadapan dan sang pendeta pun memulai pernikahan mereka.


_________


"Selamat Cantika akhirnya lu nikah juga." Ucap Wendy kepada Cantika. Iya setelah pemberkatan mereka ngadain resepsi pernikahan dan sekarang Cantika lagi ngobrol sama temen-temennya.


"Tik, lu paling muda kurang ajar emang." Ucap Karina sekarang.


"Lah kurang ajar kenapa?" Tanya Cantika.


"Ngedahuluin Wendy buat nikah lah." Jawab Rose yang diangguki karina  dan tatapan tajam dari Wendy.


"Kurang ajar emang kalian. Walaupun gua keduluan sama Cantika, tapi status gua udah pasti TUNANGAN dan gua juga udah pasti nikah sama Guntur. Tinggal dua minggu lagi ini. Lah lu berdua? Apa kabar? Jomblo sampe kapan hah?" Balas Wendy kejam.


"Heh Cantika siap-siap ya buat malam pertamanya." Ucap Wendy yang berhasil membuat pipi Cantika memerah.


________


Sama seperti Cantika, Movic pun bersama dengan teman-temannya, para pria tampan itu menjadi pusat perhatian dan iya karena mereka para ceo yang pada kumpul disana.


"Ya Movic! Lu ngedahuluin gua, dasar kamvret ya lu." Ucap sang tertua alias Guntur.


"Makanya Tur jangan kelamaan rancang pernikahannya." Ucap pria berlesung pipit itu, Keizo.


"Nah iya." Ucap Agus menyetujui.

__ADS_1


"Jangan marah lah Tur, terima nasib aja." Ucap Afdan. "Lagian tinggal 2 minggu ini.” Ucap Zein.


"Nah right kata-kata si Keizo teh." Ucap Ujang.


"Bener Tur, lu harusnya bersyukur, lu tinggal nikah aja sama Wendy, nah mereka calon aja belum punya." Ucap Movic savage. "kurang ajar lu Vic."


"Minta ditabok kayaknya."


"Mentang-mentang nikah duluan."


"Dasar kamvret."


"Meni jaat sia teh."


Umpatan-umpatan terdengar untuk Movic.  "Btw Vic gua punya koleksi baru dong." Ucap Afdan dengan senyumnya yang menggoda.


"Koleksi apa?” Ucap Movic pura-pura polos.


"Halah sok sok-an polos lu bangs*t. Koleksi yang bisa lu jadiin referensi buat malam pertama lu." Ucap Zein tak lupa dengan senyum menggodanya.


"Ayo tunjukan kepada para wanita, bahwa sesungguhnya lelaki lah yang memimpin." Ucap Guntur yang diangguki oleh Agus.


"Nah aing setuju." Ucap Ujang.


"Hah apasih? Kok gua gak ngerti? Oh iya ini dimana?" Tanya Keizo karena otaknya kumat lagi.

__ADS_1


__ADS_2