Boss

Boss
SEASONS 2 : Bantet


__ADS_3

"Setuju!" Jawab semua serempak.


-minus Pandji


"Yak! Yak! gue tidak mau menampung kalian setiap hari, Bang! Bisa hancur rumah gue jika kalian datang setiap harinya!" Protes Pandji.


"Lu tenang saja. Kami tidak akan menghancurkan rumah lu kok" ujar Edgar


“Bang! Kalian pikir gue bodoh? gue tau setiap kelakuan kalian!" Balas Pandji sengit


"Ck! Terserah lu lah Ji! Setuju atau tidak, kami pasti akan sering mengunjungi rumah lu, iya kan?" Kini Wisnu juga ikut berbicara.


Semuanya mengangguk. Sementara Pandji hanya bisa mendengus sebal melihat kelakuan bebal teman-teman nya


"Tapi, boleh kah gue meminta sesuatu?" Tanya Felix


"Meminta apa?” Tanya Rusydi balik


"Jika lu menyuruh gue membawa wanita, rasanya gue bisa mengabulkan nya” tawar Zaiman


Felix tersenyum miring, tiba-tiba ia kembali menatap Friska. Merasa di perhatikan, Friska pun menengok kearah meja Felix dan kawan-kawan. Dan dugaan nya benar, Felix sedang menatap nya dengan berbinar dimatanya.

__ADS_1


"Kau tak perlu repot-repot, Bang" jawab Felix dengan pedenya


"Maksud Lu?" Tanya Pandji bingung


“Apa maksud lu? Tidak biasanya lu menolak tawaran seperti ini” kata Zaiman penasaran


“Gue sudah memiliki wanita nya" jawab Felix. Semuanya menatap kearah Felix dengan tatapan bingung.


"Gue tak mengerti maksud lu sialan! Bicara yang jelas!" Ucap Rusydi sambil melempar tisu bekas tangan nya kearah Felix


Felix diam, ia tak menjawab. Ia masih terus menatap kearah Friska. Friska yang terus-terusan ditatap seperti itu, langsung memalingkan wajah nya


"Kalian lihat saja nanti"


Friska memasuk kan seluruh bukunya ke dalam tas. Begitupun Sofia, ia harus bergegas karena hari ini ia ada kursus bahasa Prancis.


"Friska tak apa jika aku pulang duluan?" Tanya Sofia.


"Iya Gpp kok Sof. Aku kan sudah biasa sendiri" jawab Friska sambil terkekeh


"Maaf aku tak bisa mengantar mu membeli buku. Tapi aku janji, jika aku ada waktu luang aku pasti akan menemanimu" kata Sofia sambil mengacungkan kedua jarinya seperti berbentuk "v"

__ADS_1


Friska hanya terkekeh. Memang dasar nya hati Sofia terbuat dari kapas, makanya ia jadi tidak enakan dan selalu merasa bersalah padahal ia tak bersalah.


"Tak apa Sofia, aku mengerti. Ayok! Kau harus bergegas, nanti kau terlambat lagi" ujar Friska.


"Ah iya! Kau benar! Kalau begitu aku pergi duluan ya Friska! Bye" pamit Sofia.


"Bye" Friska berjalan di koridor seorang diri. Seperti nya ia akan kembali ke Kontrakannya, belakangan ini ia kurang istirahat. Lagian, pria menyebalkan itu tak ada kabar sama sekali.


Ting!


Handphone Friska bergetar di dalam saku celana jeans nya. Ia merogoh ponsel nya kemudian melihat satu pesan yang masuk.


📨Anak Setan Davkaza:


Aku tunggu di apartemen pukul 6 sore. Jika kau tak datang, kau tau akibat nya bukan?😌


Friska mendengus membaca isi pesan dari Felix. Mengapa manusia satu ini, sangat, amat menyebalkan sih? Baru saja Friska membayangkan akan berduaan dengan kasur kesayangan nya dan dengan sangat kurang ajar nya, sesosok manusia Pendek plus menyebalkan itu sudah menghubungi Friska kembali.


"Cih! Dasar bantet!" Gerutu Friska. Dan dengan sangat terpaksa, Friska harus merelakan jam istirahat nya lagi


__________

__ADS_1


Tepat pukul 6 sore, Friska sampai di apartemen Felix. Sungguh! Jika bukan karena perjanjian gila itu, Friska tak akan sudi menginjak kan kaki nya di apartemen luxury ini.


__ADS_2