
Friska langsung menggelengkan kepalanya. Sofia tau jadi bingung, dia harus bagaimana?
"Hanya sebentar Sofia, aku ingin menanyakan project anak musik untuk acara wisuda nanti" ujar Pandji dengan nada yang sedikit tegas
Sofia tau, Pandji sedang mengancam nya, "B-baiklah, aku bisa ikut dengan mu" jawab Sofia terbata-bata.
Felix langsung tersenyum mendengar jawaban Sofia. Sementara Friska dia langsung melebarkan matanya
"T-tapi"
"Mari, ikut aku" ajak Pandji yang memotong ucapan Friska
Pandji langsung menarik tangan Sofia pergi. Dan membiarkan Felix melancarkan aksinya
Friska menatap Felix dengan tatapan tak suka. Sementara Felix, dia hanya tersenyum miring di depan Friska sambil menatapnya
"Kau sengaja membawa Pandji kesini kan dan membawa teman ku pergi!" Protes Friska.
"Oh, rencana ku tertebak ternyata! Ah Friska kesayangan ku, kau sangat pintar!" Puji Felix
Friska menatap Felix dengan penuh emosi. Sialan! Dia selalu lost control ketika bertemu Felix. Kesabaran Friska itu setipis tisu dibela menjadi 8, apalagi untuk seorang pria brengsek di depan nya ini.
"Kenapa kau tak datang ke apartemen ku, Friska?” Tanya Felix
"Cih! Kau saja tidak menyuruh ku! Untuk apa aku datang kesana? Membuang-buang tenaga Saja" jawab Friska jutek
Felix tersenyum miring. Sepertinya ia makin tertarik dengan gadis di depan nya ini, "Kalau begitu ikut dengan ku!" Felix menarik paksa Friska selagi berdiri.
"Aw Sakit!! Kamu br*ngs*k Felix Erina Davkaza?!" Ringis Friska saat Felix membawa Friska keluar dari kelas
Untung saja Friska membawa ponsel, jadi jika sesuatu terjadi ia bisa langsung menghubungi Sofia ataupun teman-teman nya yang lain
Felix terus menarik Friska. la sama sekali tak melepaskan genggaman nya dan mereka berdua jadi pusat perhatian satu kampus.
Ralat.
Bukan mereka berdua. Namun, hanya Friska lah yang menjadi pusat perhatian tersebut. Jelas! Saat ini, Friska sedang bersama cassanova University.
Dan salah satu pria terkenal di Jakarta. Tak heran bukan, jika Friska mendadak diperhatikan seluruh umat dikampus ini?
__ADS_1
Felix membawa Friska kesatu ruangan. Friska tau ruangan ini.
Sial!
Ruang latihan anak dance!
Felix membawa Friska ke tengah-tengah ruangan. Kemudian berdiri berhadapan dengan Friska
"Lepas br*ngs*k! Kau tau! tangan ku bisa memar karena ulahmu!" Bentak Friska.
Felix langsung melepaskan genggaman nya, kemudian menatap Friska dan tak lama senyum miring nya kembali lagi.
"Kau membentak ku, Nona Friska" ujar Felix
Friska langsung terdiam. Pria ini benar-benar menguji kesabaran Friska, Felix perlahan mundur dan kemudian sedikit berlari kearah pintu.
Friska bernafas lega. Friska menduga pria itu akan pergi meninggalkan nya.Lebih baik Friska terkunci di ruangan ini sendiri, daripada harus berduaan dengan Felix Erina Davkaza sialan itu!
Namun semua dugaan nya salah. lya, Felix memang mengunci ruangan ini. Namun dia juga ikut terkunci di dalam nya.
Dan itu artinya, Friska terkunci bersama Felix Erina Davkaza?
Begitu?
Friska melangkah kan kaki nya lebar kearah pintu. Matanya menatap tajam kearah Felix, "Kau! Kau benar-benar menguji kesabaran ku! Buka pintu itu sekarang!" Titah Friska
"Kau menyuruh ku?" Tanya Felix
"Buka pintu itu sekarang. Felix Erina Davkaza!" Ujar Friska lebih tegas.
"Kau ingin aku membuka pintu ini, hm?" Tanya Felix lagi sambil mengangkat kunci yang entah sejak kapan sudah berada di tangan nya
Friska diam dan menatap Felix tajam. Terlihat kilatan emosi di mata Friska dan Felix suka itu, Felix tersenyum miring. Kemudian memasukan kunci itu ke dalam saku celana nya
"Ambilah! Kau boleh keluar jika kau bisa mengambil nya" tantang Felix
What the hell?!
Apa katanya?
__ADS_1
Ambil?
Felix gila!
Sumpah, pria ini gila!
Dia menyuruh Friska menggambil kunci itu disaku celana nya?
Seriously?
Friska menatap Felix tak setuju. Sementara Felix, dia semakin gencar menggoda Friska
"Silakan ambilah! Dengan senang hati aku membiarkan mu keluar, jika kau bisa mengambil kunci ini” ujar Felix sambil menunjuk kunci di saku nya dengan gerakan mata nya.
Friska muak! Demi apapun Friska sangat muak sekarang! Siapapun tolong, bawa Friska menjauh dari pria bernama Felix Erina Davkaza sekarang juga!
Ingin rasa nya, Friska mem-bom tempat ini sekarang juga. Tak peduli ia harus mati sekalipun, ia benci jika bersama Felix
Haruskah Friska menggambil kunci itu? Benarkah?
Jika kalian berpikir Friska takut dengan Felix. Kalian salah besar! Friska sama sekali tak takut dengan Felix
Tapi yang menjadi masalah disini adalah, kunci itu berada di saku celana Felix dan kalian tahu? Celana Felix saat ini adalah celana jeans hitam ketat kebanggaan nya.
Celana yang mampu membuat semua kaum hawa meleleh hanya karena melihat nya. Ketampanan dan pesonanya bertambah jika menggunakan celana ini dan Friska membenci itu.
Celana Felix begitu pas dan kalian tahu bukan, jika Friska mengambil kunci itu apa yang akan terjadi? Dan pasti bukan kunci yang ia dapat. Tapi serangan memabuk kan dari Felix lah yang ia dapatkan.
"Kemari Friska, ambil kunci ini" Felix merentangkan tangan nya, seolah mempersilahkan Friska menyentuh nya
"Sialan!" Decih Friska
Bukan nya mengambil kunci itu, Friska justru berjalan menjauh dari Felix dan kembali ke tengah ruangan.
Friska duduk menyandar di tembok di depan sebuah kaca besar sambil terus menatap Felix tajam.
Felix berjalan kearah Friska, senyum miring nya masih saja tercetak di wajah tampan sekaligus sexy itu. Felix berjongkok mensejajarkan badan nya dengan Friska yang tengah terduduk.
"Kau ingin melawan ku, Friska?" Tanya Felix sambil memajukan wajah nya.
__ADS_1
Friska tidak menjawab pertanyaan Felix. la tetap memandang Felix dengan kilatan benci nya.
"Aku akan memberikan mu kesempatan untuk melawan ku, Friska Kamila Adiwangsa" ujar Felix