
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READINGπ...
...............
"Faisal."
"Cancan"
Ucap mereka bersamaan dan Mereka pun berpelukan. Movic hanya cengo melihat mereka.
"Kalian saling kenal?" Tanya Movic saat mereka mulai melepaskan pelukan mereka, namun tangan Faisal merangkul Cantika.
"lya boss, dia temen sekolah saya pas di Vietnam.β Jawab Faisal. Cantika pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Yaudah, bisa gak kalian lepasin dulu rangkul-rangkulannya? Kita kan mau bahas masalah yang terjadi disini.β Ucap Movic dengan nada memerintah.
"Eh iya boss, maaf saya lupa.β Ucap Faisal sambil cengengesan.
Mereka pun pergi ke ruangan yang memang dikhususkan untuk rapat dan mereka pun membahas masalah yang sedang terjadi di hotel tersebut.
______
Sekarang waktunya makan siang, kebetulan masalah yang mereka bahas sudah selesai.
"Tik, kita...."
"Cancan ayo kita makan siang bareng.β Ucap Faisal memotong ucapan Movic.
__ADS_1
Movic mendengus kesal, bisa-bisanya bawahannya ini memotong pembicaraannya.
"Eh ayo, sama pak Movic juga kan?" Tanya Cantika.
"lya lah, ayo boss.β Ajak Faisal kepada Movic.
Cantika dan Faisal pun berjalan bersama meninggalkan Movic di belakang mereka dan Movic memandang sinis ke arah mereka, Cantika dan Faisal mengabaikan Movic sekarang. Padahal diakan bosnya.
Hmmm, sabar ya Boss :)
Beberapa menit kemudian, mereka telah tiba di restoran.
"Cancan mau pesen apaan?" Tanya Faisal, "Menu yang paling enak disini lah.β Jawab Cantika semangat.
"Menu yang ini nih yang paling enak." Usul Faisal kepada Cantika.
"Yaudah pesen itu lah. Kuy.β Ucap Cantika semangat menerima usulan Faisal.
"Hmmm." Movic berdehem, menyadarkan mereka bahwa disana ada dirinya yang sedari tadi diabaikan.
"Eh iya, pak Movic mau pesen apaan?" Tanya Cantika mulai menyadari kehadiran Movic. Cantika memang suka melupakan orang lain kalo udah sama Faisal.
"Samain.β Jawab Movic singkat.
"Oke." Cantika pun segera memanggil pelayan dan menyebutkan menu yang mereka pesan.
"Eh Can, tumbenan lu mau kerja, dulu dipaksa-paksa lu kagak mau mulu! Sekarang tiba-tiba kita ketemu dan lu kerja jadi sekretaris. Shock gua tuh.β Ucap Faisal panjang lebar.
"Ya lagi males nganggur aja sih." Jawab Cantika singkat, tak memceritakan kebenarannya.
__ADS_1
"Bukan karena dia kan?β Tanya Faisal hati-hati.
"Salah satunya sih hehe.β Jawab Lisa sambil nyengir.
Movic yang mendengarkan sebenarnya penasaran dengan βdiaβ yang dimaksud oleh Faisal. Namun harga dirinya harus dijaga, ngapain coba dia nanya hal gituan kebawahannya? Ga level kan? Ya gak? Harga diri harus diutamakan.
...-Movic Davkaza-...
"Yaudah lupain aja dia, lagian keknya lu mulai lupa dah dari dia.β Ucap Faisal lagi.
"Semoga sih, hehehe.β Ujar Cantika.
"Tik...
"Makanan telah tiba.β ucap Faisal memotong lagi ucapan Movic. Pelayan itu pun segera meletakkan makanan pesanan mereka di meja mereka.
"Cancan enak kan? Buka mulutnya... aaa." Perintah Faisal yang langsung ditanggapi oleh Cantika.
βNih Faisal cobain punya gua.β Sekarang Cantika yang menyuapi Faisal.
"Can ini enak nih.β Ucap Faisal,
"Faisal gua pengen minum dulu.β
"Can yang ini lu belum nyobain.β
"Faisal lu makan yang ini.β
Movic memperhatikan mereka dengan tatapan sinisnya, rasanya ia ingin membungkam mulut mereka.
__ADS_1
Hari ini dia benar-benar diabaikan, oleh dua orang ini dan dia benar-benar tak suka. Padahal dia bos disini, namun ia merasa seperti pengawal yang menjaga raja dan ratunya.