Boss

Boss
Dunia Milik Berdua


__ADS_3

...Flashback...


Movic terlihat diam saat melihat Rendy dan Cantika mulai menjauh dari pandangannya.


Ya mereka akan berbicara tentang masa lalu mereka dan tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya, yang tak lain guntur dengan Wendy.


"Vic." Panggil Guntur. "Eh bang." Sahut Movic.


"Makan bareng yuk sama kita, eh Tikanya mana?" Tanya Guntur.


"Ayo, Cantika ada keperluan dulu sama Rendy." Jawab Movic.


"Hah? Rendy? Kok lu ijinin sih Vic!" Ucap Wendy kesal.


"Mereka perlu ngomong berdua Wen." Ucap Movic.


"Tapi kan...."


"Lagian Cantika juga yang mau." Ucap Movic memotong ucapan Wendy dan membuatnya terdiam.


"Ekhmmm, gimana kalo kita berangkat ke restorannya sekarang." Ucap Guntur memecah suasana yang canggung.


"Ayo kak." Ucap Wendy sambil merangkul tangan Guntur dan tersenyum selalu.


“Gausah mesra-mesraan juga kali.” Gumam Movic pelan.


________


Akhirnya mereka sampai di sebuah restoran, mereka pun duduk di dekat jendela. Mereka pun segera memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka.


Wendy terlihat senang dan senyumnya tak pernah lepas dari wajahnya, padahal Gu hanya mengajak makan.


Sebenarnya Movic ingin menanyakan ada hal apa diantara mereka(?)

__ADS_1


Movic terus memerhatikan Wendy dan Guntur yang terlihat semakin lengket.


Sampai makanan pun tiba dan mereka masih asik dengan dunia mereka, rasanya Movic menyesal menerima ajakan makan mereka.


"Makanannya udah sampe nih, jangan sampe gua yang makan ini semua." Ucap Movic sinis.


"Maap Vic, gua lagi seneng ini." Ucap Wendy yang dibalas dengan elusan Guntur pada rambut Wendy.


"Seneng kenapa?" Tanya Movic.


"Kak Guntur ngelamar gua tadi di mobil." Ucap Wendy sambil menunjukkan jari manisnya yang telah terpasang sebuah cincin.


"Ohhh." Balas Movic.


Seketika ia teringat dengan Cantika dan Ia memikirkan bagaimana reaksi Cantika jika ia lamar nanti. Apakah akan sama seperti reaksi Wendy?


"Eungg gua ke kamar mandi sebentar ya." Ucap Wendy dan segera berlari kecil ke kamar mandi.


"Vic, gua tau lu lagi ngebayangin ekspresi Cantika kalo lu lamar kan?" Tanya Guntur.


"Keliatan lah ego dari muka lu." Ucap Guntur. "Hehehehe." Movic hanya terkekeh.


"Lu tau gak alasan gua ngelamar Wendy sekarang?" Tanya Guntur.


"Ya mana gua tau." Jawab Movic savage.


"Sabar gua jadi temen lu! Intinya gua gak mau kehilangan dia makanya gua lamar dia sekarang." Ucap Guntur.


"Hah?" Tanya Movic dengan muka begonya eh polos.


"Wendy tuh banyak yang suka, kalo gua gak ngasih kepastian ke dia bisa aja dia berpaling dari gua nantinya, dan gua gak mau itu terjadi. Dengan gua mengikat Wendy dalam sebuah lamaran berarti Wendy semakin dekat menjadi milik gua. Dengan Wendy menerima itu, berarti gua bisa melindungi Wendy sebisa gua. Dengan gitu laki-laki lain bakalan tau kalo Wendy tuh milik gua." Ucap Guntur panjang lebar.


Movic hanya menganggukan kepalanya dan di otaknya terlintas supaya dia cepat-cepat melamar Cantika.

__ADS_1


Agar bisa menunjukkan pada laki-laki lain khususnya RENDY bahwa Cantika Erina Putri itu miliknya.


"Jadi Vic menurut gua, mending lu lamar Cantika juga deh tar takutnya Si Tika udah dilamar ama mantannya loh." Ucap Guntur ke Movic.


Movic? Menganggukan kepalanya dengan semangat sebagai jawaban atas pertanyaan Guntur. Iyalah semangat!


Wendy yang baru kembali dari toilet dibuat heran melihat kedua laki-laki itu tertawa dengan lepasnya, entahlah apa yang mereka tertawakan.


Beberapa menit kemudian, makanan mereka pun telah habis dan Movic berpamitan kepada Guntur untuk pulang terlebih dahulu.


Guntur mengerti Movic pamitan terlebih dahulu tanpa menikmati makanan penutupnya dulu.


Ya, karena Movic ingin segera membeli cincin, untuk mengikat Cantika menjadi miliknya.


...Flashback End...


..._______...


"Ohh jadi karena bang Guntur kamu lamar aku." Ucap Cantika yang sedang berbaring dengan Movic yang memeluknya dan tak lupa tangan Movic yang satunya dijadikan bantal untuk Cantika.


"Bukan karena bang Guntur kok, aku emang mau lamar kamu dari semejak Rendy datang mengganggu hubungan kita." Ucap Movic sambil mengelus-elus pipi Cantika.


"Ih Mas Movic gak boleh ngomong gitu! Lagian Rendy udah nikah kok! Dan aku sekarang cintanya sama kamu." Ucap Cantika dengan pipinya yang memerah.


"Aishhhh Pacarku sekarang pinter Gombal ya." Ucap Movic senang dan segara menarik Cantika kedalam dekapannya. "Tidurlah Tik, bukannya besok aku harus bertemu orang tuamu." Lanjut Movic.


“Iya Mas, mimpi indah Mas Movic Davkaza." Ucap Cantika lalu mengangkat kepalanya untuk mengecup bi*ir Movic.


Lalu kembali menenggelamkan kepalaya di dada Movic. Movic? Hanya tersenyum senang, jika tau akan seperti ini dan rasanya Movic menyesal tak melamar Cantika dari dulu.


\=\=\=\=\=\=\=


Beberapa Episode lagi bakalan tamat nih Cerita 😁 Mau Lanjutin Season kedua atau gak nih?

__ADS_1


Coba Kalian para Readers pada komentar deh enaknya gimana😊


__ADS_2