
"Kau menantang ku Friska Kamila Adiwangsa?" Tanya Felix sedikit lirih. Friska memalingkan kepala nya ke kanan saat merasakan nafas mint Felix.
Friska heran, padahal tadi Felix sudah memakan nasi goreng nya, tapi mengapa nafas nya masih wangi mint?
“Lihat aku, Friska Kamila Adiwangsa."
Felix mengapit dagu Friska dengan jari telunjuk dan tengah nya, agar Friska melihat kearah nya dan Friska menepis tangan Felix dengan memalingkan kepalanya ke arah kiri.
kemudian menatap Felix tajam dan bahkan sangat tajam. Nafas nya memburu dan dada nya naik turun, pertanda ia sedang menahan emosi nya.
"Jangan berani menyentuhku! Felix Erina Davkaza!" Peringat Friska.
Felix sempat kaget saat Friska membentaknya, tapi ia langsung memasang ekspresi nya setenang mungkin. “Kau membentak ku, Friska." ujar Felix sambil tersenyum.
Sial! Senyum nya sangat manis!
Ayo fokus Friska! Jangan terlena dengan senyum jahat nya itu!
“Memang nya kenapa? Masalah?! Kau itu memang pantas di bentak tuan Davkaza! Lelaki mes*m dan brengs*k seperti mu memang pantas di perlakukan secara kasar! Camkan itu!" Bentak Friska.
Emosi Felix sedikit tersulut mendengar ucapan Friska yang kelewat frontal itu dan lagi, bisa Felix lihat. Tak ada sedikitpun ketakutan dalam diri Friska, padahal jarak mereka sudah sedekat ini.
"Dan lagi, asal kau tau! Aku sangat membenci semua lelaki br*ngs*k yang ada di muka bumi ini! Termasuk kau! Felix Erina Davkaza!" Ujar Friska lantang.
Sumpah, demi semua cewek yang pernah Felix tiduri. Friska sangat berani padanya, bahkan kelewat berani.
Oke sebenarnya Felix sudah emosi sekarang dan selama 24 tahun ia hidup, tak ada yang berani membentak dan mengatainya kecuali teman-temannya. Ini pengalaman baru bagi Felix.
Felix mencoba tersenyum, mereda emosi nya. 'Tahan Felix, tahan! Jadikan adikmu sebagai pelajaran! Perempuan ini berbeda! Perempuan bar bar ini kasar! Ingat itu Felix Erina Davkaza! Jangan sampai, Aset' mu menjadi korban lagi.' monolog Felix.
Felix tersenyum kepada Friska dan senyum yang manis bak malaikat tapi sebenarnya terselip kejahatan iblis di dalam nya.
Untung saja, Friska bukan tipe perempuan murahan seperti wanita-wanita kebanyakan. Jadi ia tidak mudah terlena.
"Kau membentak ku lagi, Friska." ujar Felix mencoba setenang mungkin.
"Masa bodo! Aku tak peduli!"
Oke, Friska sedang menggoda nya. Felix tetap tersenyum, seolah bentak kan Friska tidak berpengaruh sama sekali untuk nya.
Selagi diam beberapa detik, Felix sedang memikiran bagaimana caranya membungkam bibir pedas Friska.
Jika Felix mencium nya? Itu tidak mungkin. Bisa-bisa dia tak kan punya keturunan dan ia tak bisa merasakan lagi kenikmatan duniawi itu.
__ADS_1
Friska pasti akan memotong miliknya yang luar biasa. Membayangkan nya saja, Felix sudah bergidik ngeri.
Felix memutar otak nya, dan Aha! Felix mendapat sebuah pencerahan. Tak sia-sia ia memasang lampung neon paling terang.
Felix yang berada di atas Friska,tersenyum miring dan dia yakin rencana ini pasti berhasil. "Kau bilang, kau membenci ku?" Pancing Felix.
"Iya! Aku sangat membenci mu, Felix Erina Davkaza!" Bentak Friska lagi.
Felix mengeluarkan smirk nya. Friska sempat bingung, manusia bantet ini kenapa?
"Kau melupakan sesuatu Friska Kamila Adiwangsa." ujar Felix
Friska diam sejenak. Oke, sepertinya ini mulai tidak beres. "Kau ingat isi perjanjian kita bukan?"
Damn!
Sialan!
Friska melupakan kontrak bodoh itu!
Dan bagaimana ia bisa seceroboh itu? Padahal setiap menit, ia selalu mengingat kontrak sialan yang dibuat oleh manusia menyebalkan di depan nya ini!
Felix yang melihat ekspresi Friska yang berubah, langsung tersenyum seperti mendapatkan lotre milyaran. Kau kalah gadis bar-bar!
"Kau lupa? Apa perlu aku ingatkan?" Tanya Felix sarkastik. Friska hanya bisa menahan emosi nya sekarang.
Felix tersenyum miring, ia memajukan wajahnya kembali dan refleks Friska memundurkan wajah nya.
"Kau tau? Jika aku kejam, seperti apa yang di otak kosong mu ini dan maka detik ini juga, aku bisa pasti kan kau yang menjadi sarapan ku Friska." ujar Felix seduktif.
Nafas Friska memburu. Entah kenapa kepalanya mulai pening. Sial nya, ia tak bisa melakukan apapun, kedua tangan nya sudah di kunci Felix entah sejak kapan dan sekuat-kuatnya tenaga Friska, kekuatan Felix pasti lebih besar.
Tiba-tiba Felix mendekatkan b*b*r se*y nya ke telinga Friska. Kemudian berbisik.
“Aku peringatkan Friska. Jika kau berani membentak ku lagi, maka...."
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
"...Maka, akan ku pastikan kau akan berteriak nikmat dibawah ku setiap malam nya Friska Kamila Adiwangsa." bisik Felix sens*al.