Boss

Boss
SEASONS 2 : Pasangan Normal


__ADS_3

Felix tersenyum miring, kemudian mendekatkan wajah nya kearah telinga Friska.


Friska semakin merinding dan saat merasakan deru nafas hangat Felix menyapu telinganya.


"Aku..."


"Aku ingin melakukan perang bantal bersama mu lagi, Friska." ucap Felix


Seketika Friska mengerenyit bingung, “Maksudmu?"


Felix tersenyum miring, "Apa kau lupa? Semalam kita bermain perang bantal, untuk menentukan siapa yang akan tidur di ranjang dan ya aku puas karena hasil kita seri dan juga kau sungguh luar biasa! Aku hampir saja kalah dari mu"


Friska membuka mulutnya lebar. Jadi, Felix menipunya?!


“Astaga, Friska! Kenapa pipi mu memerah? Apa kau sakit?” Goda Felix.


Friska menatap Felix tajam, "Mati saja kau! Felix Erina Davkaza baj*ngan!" Teriak Friska, Felix terkekeh.

__ADS_1


"Oh atau jangan jangan... Kau, memikirkan suatu hal panas bersama ku?" Ujar Felix sen*ual sambil sedikit memajukan bibirnya.


Friska menyingkap selimut dengan kasar dan kemudian pergi kedalam kamar mandi tanpa memperdulikan Felix.


"Jika kau mau, kita bisa melakukan nya pagi ini dan kayak pasangan normal, sayang” ujar Felix sedikit berteriak.


Wajah Friska semakin memerah. Sial, dasar pria mesum menyebalkan!


"Jika kau berbicara lagi. Akan ku cincang mulut kotor mu itu, Felix!" teriak Friska.


__________


Saat ini kedua pengantin baru itu, terduduk di ruang tengah bersama orangtua Felix dan mereka akan menjelaskan mengenai peristiwa kemarin.


Movic belum sempat menjelaskan, Karena ternyata tamu undangan yang datang sangatlah banyak.


"Ekhm, maaf kemarin ayah belum menjelaskan kejadian ini Friska." ujar Movic.

__ADS_1


"Tak apa Om, aku mengerti." jawab Friska sambil tersenyum kearah Movic.


"Friska, kenapa kau masih memanggilku om? Panggil kami ayah dan ibu, karena sekarang kau menantu kami dan anak kami juga”


Friska tersenyum kikuk, "Baiklah Om ehhhh maksudku ayah"


Movic tersenyum, kemudian membenarkan posisi duduknya.


"Jadi, begini Friska. Malam sebelum pernikahan kalian dilaksanakan, Farel mendatangi kamar ku. Ia meminta aku membatalkan pernikahan nya, karena ia tidak bisa meninggalkan kekasih nya. Aku mengerti, Farel sangat mencitai kekasih nya. Namun aku bisa apa? Semua persiapan sudah tersusun rapi dan jika aku membatalkan nya, aku akan rugi dan juga mempermalukan keluarga besar Davkaza bukan?" Jelas Movic.


Friska mengangguk, lalu tersenyum tipis. "Farel, tetap pada pendirian nya. Ia tak mau melangsungkan pernikahan ini dan mengancam jika aku tak membatalkan pernikahan nya dia akan pergi. Salahnya aku terlalu mengabaikan perkataan Farel dan kemarin, ketika aku hendak memanggil nya. Kamar Farel kosong. Kami semua mencari keberadaan nya namun nihil, ia tetap tak bisa di temukan"


Friska menunduk kan kepalanya, kemudian tersenyum lirih. "Ah..aku mengerti ayah. Um, aku juga meminta maaf, karena aku Farel jadi pergi. Karena ku, ayah dan ibu harus mengalami kejadian seperti ini. A-aku.. Aku benar benar meminta maaf. Ini juga salah ku, yang terlalu gegabah menerima tawaran ayah, karena aku terlalu menyayangi ayah. S-seharusnya, aku memikirkan perasaan ayah dan ibu terlebih lagi Farel." Ucap Friska menautkan jari jarinya sambil terus menunduk.


Beruntung nya saat itu, para tamu mengerti saat Movic menjelaskan bahwa ada kesalahan saat mencetak undangan.


Terpaksa Movic berbohong, karena bagaimanapun ini menyangkut nama keluarganya dan dengan cepat Movic meminta bantuan kepada teman nya untuk segera merubah nama buku nikah menjadi nama Felix.

__ADS_1


__ADS_2