Boss

Boss
Masak


__ADS_3

Cantika melongo tak percaya dan Cantika benar-banar kesal dengan Movic, dia kira anak yang dimaksud Movic adalah anaknya.


Ternyata anak yang dimaksud Movic itu ikan ******-cupangnya yang ada di aquarium tadi.


"Pak gimana ceritanya saya mandiin ikan-ikan bapak? Ikan kan gak usah di mandiin udah mandi sendiri alias udah idup di air Pak." Omel Cantika kesal dengan kelakuan bosnya ini.


"Emangnya ikan pake sabun?" Tanya Movic yang membuat Cantika terheran akan pertanyaan konyol Movic.  "Ya enggak lah Pak!" Jawab Cantika cepat.


"Berarti kagak mandi elah."


"Kalo pake sabun ya mati ikannya." Sewot Cantika.  "Yaudah ralat aja perkataan saya."


"Jadi gimana?" Tanya Cantika.


"Emang tadi saya bilang apa?" Movic malah nanya balik.  "Gue mau nyuruh lu mandiin anak-anak gue!" Ucap Cantika menirukan ucapan Movic.


"Ralat aja, Maksud saya itu mandiin rumah anak-anak saya (read: terumbu karang tempat tinggal ikan-ikannya)"


"Mandiin? Bersihin kali Pak!" Sewot Cantika.  "Serah saya dong! Saya yang ngomong protes mulu lu!" Ucap Movic berhasil membuat Cantika naik darah.


‘Sabar Cantika sabar demi uang Tik.' Ucap Cantika dalam hati.


"Bukan gitu Pak, sa.."


"Pak pak pak! Emangnya gue bapak lu?!" Ucap Movic memotong ucapan Cantika.

__ADS_1


"Bapak kan bos saya." Bela Cantika. "Eh iya ya." Ucap Movic sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.


Cantika hanya memandang aneh ke arah Movic yang sedang absurd itu.


“Buruan sono lu bersihin rumah anak-anak gue!" Suruh Movic.


______


"Ini pak Movic gila atau apa sih? Cuma bersihin terumbu karang doang nyuruh gue dengan bayaran setara gaji jadi sekretaris! dia gak bangkrut napah? Eh gapapa deh, pak Movic bangkrut tapi gue kaya kan, gak jadi masalah." Ucap Cantika pelan nan ambigu.


"Gue gini tiap hari gak ya?"


"Eh paling pas pak Movic minta bantuan gue aja kali." Monolog Cantika.


"Akhirnya beres juga." Cantika pun segera menaruh kembali terumbu karang yang telah dibersihkannya ke dalam aquarium.


"Emang saya pembantu bapak ya? Kenapa saya disuruh masak?" Cantika tak terima dengan perintah bosnya itu.


"Bukan, tadi gue minta bantuan lo kan?" Ucap Movic.  "Iya Pak." Ucap Cantika membenarkan.


"Nah sekarang bantu gue dong hilangkan kelaparan gue ini." Katanya lagi.


"Maksudnya pak? Kok gue gak ngerti ya?" Cantika lemot mode on.


"Maksudnya lu harus masak." Ujar Movic tenang.  "Emangnya saya koki ya Pak?" Tanya Cantika yang bermaksud menyindir Movic.

__ADS_1


"Bukan." Jawab Movic datar.


"Terus kenapa Saya harus masak?" Cantika lemot mode on.


"EMANGNYA YANG MASAK CUMA HANYA KOKI DOANG?!" Teriak Movic saking kesalnya.


“Enggak Pak." Jawab Cantika dengan polosnya.


"YAUDAH SONO MASAK." Perintah Movic.


"Males Pak.” Tolak Cantika. "Bonus lu mau gue po..."


"SIAP PAK LAKSANAKAN" Ucap Cantika semangat, tak ingin bonusnya dipotong.


"Mau makan apa Pak?" Tanya Cantika.


"Terserah."


_____


Cantika pun memasak Mie instan, karena di kulkasnya Movic hanya ada 10 bungkus Mie instan dan minuman bersoda.


Jika bisa iya ingin membuat Mie instan kuah dengan kuah bersoda spesial untuk bosnya, Movic Davkaza.


"Pak Movic makanan sudah siap!" Teriak Cantika.

__ADS_1


Movic pun segera menghampiri Cantika, setelah mendengar teriakan Cantika yang bisa memecahkan kepala(?)


__ADS_2