
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READING💜...
................
"Kau tau? Jika aku terlahir sebagai psikopat, aku tak kan segan membunuhnya sekarang juga" ujar Friska
"Siapa yang mau kamu bunuh Friska kamila Adiwangsa?"
Friska dan Sofia terkejut mendengar suara yang tiba-tiba menginterupsi obrolan mereka berdua. Friska dan Sofia langsung menoleh kearah sumber suara. Mereka menelan ludah nya kasar
Sial!
Pria itu ada di depan pintu dengan tangan dilipat ke dadanya!
Friska langsung menelan ludah nya kasar, "Kau! Sejak kapan kau ada disana, sialan!" Ujar Friska
"Sejak, kalian membicarakan tentang ku nona-nona" Felix melangkah masuk, tetapi sedetik kemudian seseorang juga masuk ke dalam kelas Friska
Ternyata Felix tak sendiri, ia membawa Pandji ikut serta. Entah untuk apa.
__ADS_1
Felix menarik kursi di depan Friska, kemudian memutarkan kursi nya menghadap kearah Friska. Friska duduk di kursi itu, dan alhasil Kedua manusia berbeda gander itu, saling berhadapan sekarang. Bahkan Felix sengaja memajukan kursi nya agar berdekatan dengan Friska
Felix sengaja mengikis jarak diantara mereka. Felix menumpu dagu nya dengan satu tangan yang menahan nya diatas papan yang ada di kursi itu. Kemudian menatap Friska dengan intens
"Siapa yang akan kau bunuh, hm?" Tanya Felix. Nafas Friska mendadak tidak teratur, Friska menutup laptop nya dan memundurkan wajah nya
"Aku bertanya padamu sayang, mengapa tidak di jawab?" Ujar Felix lagi
"Mau apa kau kesini, Felix Erina Davkaza!" Kata Friska tegas
Felix tersenyum miring, ia masih setia dengan posisi nya. Dia terus menatap Friska tanpa jeda sedikitpun
"Tentu saja bertemu dengan mu, apalagi" jawab Felix sambil mencolek dagu Friska dengan satu tangan nya yang bebas.
"Pergilah! Aku tak ingin bertemu dengan mu, bajingan!" Usir Friska
Sejujurnya, emosi Friska sudah pada puncak nya. la ingin mencakar wajah pria sok tampan ini. Benar-benar memuakan!
"Aw! Kau kasar sekali kesayangan aku ini" ujar Felix sambil memasang ekspresi seperti orang yang tersakiti.
Tapi ekspersi itu seketika berubah menjadi sebuah tatapan nakal dan sebuah seringai, muncul di wajah sexy Seorang Felix Erina Davkaza
__ADS_1
"Tapi aku suka wanita yang kasar, pasti menyenangkan jika bermain ranjang denganku. Agresif dan nakal, seperti dirimu nona Friska"
Felix mengedipkan sebelah matanya, kemudian mengangkat satu alis nya. Menatap Friska dan seolah-olahFriska adalah wanita ter-sexy di mata nya
Emosi Friska makin tersulut. Sialan! Bisa-bisa nya dia berbicara frontal seperti itu kepada Friska.
Sofia juga terkejut. Tetapi ia juga bingung harus melakukan apa. Untuk saat ini, Felix justru lebih terlihat menyeramkan jika ia bersikap genit seperti ini.
Felix menatap kearah Pandji. Seperti mengisyaratkan sesuatu. Tak lama Pandji mengangguk. "Sofia" panggil Pandji.
"I...iya?" Jawab Sofia gugup. Pasal nya Sofia juga tahu jika Pandji itu teman Felix. Dan sudah pasti, dia juga salah satu anggota GGK Reborn
"Bisa ikut dengan ku? Aku ingin membicarakan suatu hal padamu" kata Pandji
Pandji memang terlihat biasa saja ketika berbicara tadi. Eksprersi
Pandji memang tenang, sangat tenang, bahkan tak terlihat sama sekali jika dia sedang mengancam. Tapi Sofia tau ketika dia menatap mata Pandji, Sofia bisa melihat dari tatapan Pandji. Dia menatap Sofia seperti
Ikut dengan ku? Atau sesuatu akan terjadi.
"Bagaimana? Kau mau bukan?" Tanya Pandji lagi
__ADS_1
Sofia menatap kearah Friska. Friska langsung menatap Sofia dengan tatapan memohon, agar Sofia tidak mengikuti pria yang sama bodoh nya dengan Felix. Friska tau, maksud Pandji. Friska cukup pintar untuk mengerti maksud Pandji. Dia ingin membiarkan Friska berdua dengan Felix! lya Pria ini menginginkan itu!
"Kau bisa mengantarkan teman ku kan, Sofia?" Kali ini Felix yang berbicara. Felix berbicara sambil tersenyum Manis dan Sangaaaat manis. Tapi sayang nya, dibalik senyum nya itu, terselip sesuatu dibalik kemanisan nya dan sesuatu itu bukan lah hal yang bagus untuk Friska.