
Cantika yang awalnya menyetir dengan tenang dan tiba-tiba tersenyum licik, ia segera menambah kecepatannya.
Mengerjai Movic yang sedang membaca dengan tenang bukan pilihan yang buruk kan?
"HEH LU MAU GUE MATI?! JANGAN KENCENG-KENCENG JALANINNYA WOY!!!" Teriak Movic.
“"KALO GAK NGEBUT KITA BAKALAN TELAT PAK!" balas Cantika.
“GUE KAN BOSNYA MAU TELAT KEK MAU GAK DATANG KEK, GUE MAH BEBAS WOY!! PELANIN CEPETAN!!!" Perintah Movic.
"Tapi kan ini hari pertama saya kerja!" Tolak Cantika lalu tersenyum penuh kemenangan.
"POKOKNYA JANGAN NGEBUT!!!" Perintah Movic, namun tak didengarkan oleh Cantika.
\=\=\=\=\=
Movic membanting pintu mobil, ia kesal dengan Cantika yang menghiraukan ucapannya. Kepalanya pusing sekarang, Cantika benar-benar tidak waras pikir Movic.
"Pak mau saya bawakan dokumennya?" Ucap Cantika sambil tersenyum senang. Jelas Cantika senang melihat Movic yang memasang wajah pucat.
"Bawa sana!!!" Perintah Movic, sudah kesal dengan Cantika.
Cantika pun segera mengambil dokumen-dokumen itu dan setelah itu, ia berlari kecil mengejar Movic yang sudah berjalan terlebih dahulu.
...15 menit kemudian...
__ADS_1
Cantika memandang takjub ruangan Movic dan ruangannya benar-benar sangat bagus, dengan desain yang elegan membuat Cantika sangat menyukai ruangan Movic.
Setelah Movic memperkenalkan dirinya sebagai sekretaris Movic kepada bawahannya, Movic langsung pergi ke ruangannya yang tentunya diikuti Cantika.
Movic yang melihat Cantika seperti itu langsung mengejek Cantika. "Lu gak pernah liat ruangan kayak gini ya? Dasar kampungan lu!" Ejek Movic.
Cantika mendelik ke arah Movic, Movic benar-benar senang membuatnya marah.
"Ruangan saya dimana Pak?" Tanya Cantika tenang, mencoba bersifat tenang.
"Sok formal banget lu! Udah sadar ya sekarang lu bawahan gue?!" Ejek Movic yang membuat Cantika kesal.
Cantika memutar bola matanya jengah dan rasanya ia ingin menendang Movic, agar Movic enyah dari hadapannya.
Cantika segera keluar dari ruangan Movic dan duduk di meja kerjanya. "Ini gue harus ngapain? Nunggu email masuk doang?" Ucapnya sambil menyalakan computer yang tersedia disana.
Kring kring kring
Cantika segera mengangkat telepon itu dan beberapa menit kemudian, Cantika segera memasuki ruangan Movic.
"Ada apa memanggil saya Pak?" Tanya Cantika.
"Lu udah tau tugas lu emangnya?" Movic bertanya balik.
"Belum.” Ucap Cantika polos.
__ADS_1
"Tugas lu itu, periksa email yang masuk terus kasih tau ke gue kalo itu penting. Terus lu harus bantu gue kalo gue mau persentasi, terus lu harus nyatet setiap ada telepon yang penting dan yang terpenting lu harus menuruti semua perintah gue!" Jelas Movic.
"Udah itu aja? Kalo itu doang ya gue tau lah!" Sewot Cantika.
"Tadi lu bilang belum tau! Pake non-formal lagi! Lu berani sama bos lu?" Ucap Movic tak terima dengan ucapan Cantika.
"Eh keceplosan.” Ucap Cantika sambil menepuk bibirnya berkali-kali.
"Gue mau kopi! bikinin dong! Harus buatan lu." Perintah Movic. Cantika pun segera membuat kopi untuk Movic.
"Ini kepanasan ganti.” Perintah Movic.
Cantika pun segera membuatkan kembali kopi untuk Movic. "Ini airnya kedinginan!" Protes Movic.
Cantika pun balik lagi. "Ini kopi kok manis banget!" Protes Movic lagi.
Cantika yang sabar segera membuat kembali kopi untuk Movic.
"Ini pait banget!" Cantika yang sudah kehilangan kesabarannya, menatap Movic dengan tajam.
Movic yang melihat itu tersenyum senang. "Gue gak mau kopi, bikinin gue teh manis aja!" Perintah Movic lagi.
Cantika memutar bola matanya kesal, ia pun segera pergi dari sana dan membanting pintu dengan keras.
Movic yang melihat itu hanya tertawa senang. "Kan udah gue bilang lu harus siap-siap." Ucap Movic dengan smirk yang jelas diwajahnya.
__ADS_1