
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READING💜...
.............
Sambil memangku beberapa wanita yang memang bertugas menggoda para pria disini untuk mendapatkan segepok uang dalam satu malam.
Felix masih tersadar, dia hanya setengah mabuk dan saat ini ia sedang menunggu seseorang yang belakangan ini sudah mencuri perhatian nya.
Ya, siapalagi jika bukan Friska. Gadis bar-bar itu telah berhasil mencuri perhatian seorang Felix Erina Davkaza, dalam hitungan minggu atau bahkan beberapa hari mungkin?
Entahlah Felix pun tak tau. Namun rasanya, perhatian nya saat ini hanya tertuju pada gadis berusia 21 tahun itu. Oh ayolah! Siapa yang tidak tertantang untuk mendekati gadis arogan seperti Friska hm?
Selain manis dan berbakat, gadis itu punya ketertarikan tersendiri menurut Felix
__ADS_1
Ketika sedang asyik menenggelamkan kepala nya di dada salah satu wanita penggoda tersebut, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Felix dengan kasar nya.
Felix mendengus! Siapa yang berani menganggu aktivitas nya!
Felix pun menoleh, ternyata itu adalah Friska. Gadis yang ia tunggu sejak tadi, "Pulang Br*ngs*k Kau hanya menyusahkan orang lain saja, kau tahu?!" Ujar Friska sarkastik.
Felix hanya tersenyum melihat Friska. Lihat lah! Betapa unik nya gadis ini, dia datang ke tempat semperti ini dan menggunakan Hoodie Crop warna Putih, sepatu sneakers, Tengtop warna abu-abu dan rambut yang dikucir satu.
Astaga! la kira club ini mall apa?
"Pfftt! Hahaha" Felix tertawa keras, tetapi untung nya ruangan ini berisik jadi tawanya tidak begitu terdengar.
"K-kau.. Haha.. Kau mau datang ke club atau akan pergi ke mall hm? Kau kira tempat ini tempat berbelanja?" Ledek Felix.
Friska menatap Felix tajam. Masa bodo, dengan orang-orang yang sudah memperhatikan nya sedari tadi dan yang terpenting sekarang, ia harus segera keluar dari tempat menjijikan ini! Sungguh! Friska muak berada di tempat seperti ini.
__ADS_1
"Sudah menyusahkan aku! Malah mengejek aku pula! Hei, kau itu bisa berterimakasih tidak?! Untuk apa Jabatan mu tinggi, jika menghargai seseorang Saja kau tidak bisa!" Ujar Friska ketus
Felix hanya tersenyum sebagai respon. Seperti nya ia mulai mabuk sekarang, "Cih menyusahkan!" Friska menarik tangan Felix dan menyeret nya keluar dari tempat menjijikan itu.
Sesekali Felix meracau, tapi Friska abaikan dan ia tidak peduli. Mau Felix keracunan ataupun Felix mati terkapar karena mabuk pun Friska tidak peduli.
"Kau membawa mobil?" Tanya Friska.
Felix hanya mengangguk sambil menutup kedua matanya, "Dimana kunci nya? Sebaik nya aku yang menyetir, aku tak mau mati muda karena ulah mu ya Felix." kata Friska.
"lya baby, terserah padamu. Aku akan selalu mengikuti mu" racau Felix
Friska pun bergidik ngeri, kemudian ia memapah Felix dan membawa nya kearah parkiran. Setelah sampai di depan mobil Friska pun lupa sesuatu.
"Yak Felix! Dimana kunci mobil mu?" Tanya Friska dengan nada tinggi. Felix pun cuma menunjuk saku celana nya, dengan senyum miring.
__ADS_1
"Disini. Disini kunci mobil nya sayang." Friska menelan ludah nya kasar. Kunci mobil itu berada di dalam saku celana Felix.
Friska bingung. Harus kah Friska mengambil nya?