
"Alasan ae lu!" Ucap Ujang.
.
Tok tok tok
.
.
"Masuk.” Ucap Movic.
Cantika pun masuk dengan membawa nampan berisi tiga gelas Jus Jeruk.
"Eh neng meni karunya sini atuh aa help." Ucap Ujang dan segera menghampiri Cantika.
"Ehh gak usah dibantu.” Tolak Cantika.
"Biarin sini aa bawain dan neng work lagi aja, thank you udah nganterin minuman untuk aa ama temen aa ya." Ucap Ujang dengan senyum diwajahnya.
Cantika pun menyerah dan segera memberikan nampan itu kepada Ujang, tak lupa segera keluar ruangan.
"Eh bang ngapain dibantuin sih?!" Sewot Movic.
"Ya teu apa-apa lah, neng beautiful mah kudu dibantuan!" Bela Ujang.
"Iyalah Vic, lu sinis mulu dah sama Sekertaris lu dah." Ujar Keizo.
"Iyalah gue benci sama dia!" Ucap Movic dengan natap tajam Cantika balik Jendela.
"Benci? Serius lu? Gak percaya gue.” Ejek Keizo.
__ADS_1
“Terus kenapa lu biarin dia kerja disini? kalo lu benci.” Tanya Ujang yang sudah tak memakai bahasa campuran.
"Gue mau balas dendam sama dia. Gue pengen dia rasain apa itu dipermainkan.” Ucap Movic menampilkan smirk-nya.
"Alah sok sok-an balas dendam lu! Yang ada lu yang bakalan jatuh! Jatuh cinta maksudnya." Ucap Ujang santai.
"GW GAK AKAN JATUH CINTA SAMA CANTIKA!" Movic tak terima ucapan Ujang.
"BAKALAN!"
"GA AKAN!
"BAKALAN JATUH CINTA!!!"
"Ya elah gak usah teriak-teriak juga kali, sakit nih telinga gue! Udahlah yang pasti Cantika gak akan suka sama lu Jang! Pasti dia sukanya sama gue, karena gue tamvan" Ucap Keizo tidak ada faedahnya.
"Oh." Jawab Movic dan Ujang datar.
"Oh." Jawab Movic dan Ujang datar.
"Udahlah dia bakalan sukanya sama gue." Jawab Movic tak sadar yang membuat kedua temannya melotot kaget.
________
Cantika menatap horor kearah Movic yang sudah berada di apartemennya.
Bayangkan saja mereka pulang jam 12 malam dan Movic sudah menekan bel apartemen Cantika jam 3 pagi. Cantika butuh tidur kawan-kawan:)
"Ada apa sih lu pagi-pagi udah ganggu orang tidur aja?!" Tanya Cantika sewot.
"Heh lu lupa gue bos lu?!" Ucap Movic tak terima Cantika sewot kepadanya.
__ADS_1
"Ini bukan kantor bro!" Jawab Cantika santai.
"Siap-siap kita ke Cikarang sekarang, hotel di Cikarang lagi ada masalah." Perintah Movic membuat Cantika membelalakan matanya.
"Hah?! Ke Cikarang?! Sekarang?!" Cantika teriak.
"IYA!" Movic pun menjawab dengan berteriak.
"Lu gak liat jam? Ini jam 3 pagi loh." Ucap Cantika dengan muka melasnya. "Terus?” Tanya Movic cuek.
"Masa berangkat jam segini sih, masih butuh tidur aku tuh." Ucap Cantika sambil menampilkan wajah imutnya.
‘Lucu juga ini cewek' pikir Movic dalan hati.
"Entaran ajaa ya, hmmm hmmm Please, pak boss Please." Ucap Cantika lagi tak lupa memasang muka yang super imut.
'Kuat Vic kuat, jangan luluh.' Movic bergumam dalam hati.
"Movic Davkaza Please, Mas Movic, Please." Cantika mulai mengedip-ngedipkan matanya.
'Gak kuat gueee gak kuattttttt’ teriak Movic dalam hatinya.
"Okee....." Movic bersuara.
"Serius? Yeayyyyy.” Cantika tersenyum kesenangan.
"Eh gue belum beres ngomong, gue sih gak masalah kalo lu mau berangkat nanti. Tapi, kalo lu gak mau berangkat sekarang gaji lu gue potong 50%." Ucap Movic dengan senyumannya.
Cantika hanya menatap datar ke arah Movic dan rasanya Cantika ingin memaki namun tak bisa.
Apa daya, dia bawahannya Movic bro:’)
__ADS_1