Boss

Boss
SEASONS 2 : Siapa lelaki itu?


__ADS_3

Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.


...HAPPY READINGđź’ś...


.............


"Friska?" Tanya laki-laki itu


Friska pun mendongkak dan menatap kearah lelaki bertubuh tinggi yang tengah duduk di motor sport yang berada di depan nya sekarang.


"Eoh! Bisma?" Tanya Friska balik


"Hai! Sedang apa kau disini?" Tanya pria yang dipanggil Bisma itu.


"Pertanyaan mu itu sangat konyol Bis! Ya memang nya apalagi selain berbelanja?" Jawab Friska.


Bisma pun hanya tersenyum kikuk sambil mengusap leher nya.


Ngomong-ngomong, Bisma Erlangga ini adalah teman sekelas Friska dulu ketika SMA dan Friska memang cukup dekat dengan Bisma.


"Em, kau mau pulang?” Tanya Bisma lagi. Friska mengangguk pasti, sambil menenteng dua keresek ditangan nya.


"Bagaimana jika kuantar? Hm?" Tawar Bisma.

__ADS_1


Refleks Friska menggelengkan kepalanya, merasa tidak enak kepada Bisma. "Enggak usah Bis, aku bisa pulang sendiri kok"


"Tak apa Friska. Mari kuantar, lagian rumah ku tidak terlalu jauh dari sini kok" tawar Bisma lagi.


Friska diam, menimbangkan tawaran Bisma dan tak ada salah nya kan jika dia menerima tawaran Bisma? Itung-itung mengurangi beban belanjaan nya.


“Tak apa jika aku ikut?" Tanya Friska ragu. Bisma pun tersenyum manis, memperlihatkan lesung pipi nya.


"Gpp kok, yuk!" Friska pun tersenyum, kemudian menghampiri Bisma yang masih duduk di atas motor nya.


"Mau aku pegang satu?" Tawar Bisma lagi


"H-hah? Tak apa, biar aku saja yang pegang belanjaannya." balas Friska ramah.


"Makasih Bisma, udah mau nganterin." Bisma hanya tersenyum sebagai balasan. Kemudian melajukan motor nya setelah Friska duduk diatas motor nya.


Hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit, mereka sudah sampai di lingkungan apartemen Felix.


“Iya disini saja Bis. " pinta Friska.


Bisma pun memberhentikan motornya, kemudian membuka kaca helm fullface nya. "Disini? Mengapa dekat sekali?”


Friska pun tertawa mendengar perkataan Bisma, "Kan sudah ku bilang tak perlu diantar" ujar Friska sembali terkekeh.

__ADS_1


Bisma hanya tersenyum canggung sebagai respon. "Ini apartemen mu?" Tanya Bisma tiba-tiba.


Friska tersentak dengan pertanyaan nya Bisma, bagaimana ini? Ia harus menjawab apa?


"Hah? Eum..bukan. Ini bukan apartemen ku" jawab Friska terbata-bata.


"Lalu mengapa kau datang kemari jika ini bukan apartemen mu?"


Friska menelan saliva nya susah, mengapa Bisma harus melontarkan pertanyaan seperti itu sih?


"A ah.. i--itu ehhh M---maksudnya I-i ini apartemen saudara ku. Aku sedang berkunjung hehe" jawab Friska terbata-bata


Dan respon Bisma pun hanya menggangguk, "Oh begitu...eum, ya sudah aku pamit ya" ujar Bisma yang tersenyum.


"Makasih ya Bisma udah nganterinku, Hati-hati dijalan. " ujar Friska sopan


"Santai saja. Aku pergi Friska, Byeee" Friska pun tersenyum. Bisma pun kembali melajukan motor nya.


"Sudah bermesraan nya?" Tanya Felix ketika Friska memasuki apartemen nya.


Friska pun hanya mendelik sinis ketika mendapati Felix sudah bersedekap di meja makan.


"Siapa lelaki itu?" Tanya Felix lagi

__ADS_1


Ternyata sedari tadi, Felix memperhatikan Friska dari kaca apartemen nya. "Bukan siapa-siapa" jawab Friska seadanya, dia sedang malas ribut dengan Felix.


__ADS_2