
Hehehe Author is back😁 Maafkan Hamba yang gak pernah Update nih Novel🙏 Hp saya rusak dan gak bisa update cerita ini😭 Tapi Tenang Author dengan giat bekerja keras untuk beli Hp baru:) Dan Alhamdulillah Uangnya kekumpul dan langsung Author Update
<( ̄︶ ̄)\>
Maaf udah nunggu sangat lama Ama nih Novelku, dan terima kasih udah sabar nunggu cerita ku🙏🙇
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READING💜...
................
Tepat pukul 6 sore, Friska sampai di apartemen Felix. Sungguh! Jika bukan karena perjanjian gila itu, Friska tak akan sudi menginjak kan kaki nya di apartemen luxury ini. Friska memencet bel, berharap sang 'majikan' segera membukakan pintu.
Namun sayang tak ada jawaban. Friska kembali memencet benda kecil itu, namun masih tak ada respon.
Oh ayolah! Sudah hampir satu jam Friska berdiri di dalam bus dan sekarang ia harus berdiri lagi karena si pemilik rumah tak kunjung membuka pintu?
Friska terus memencet bel, masa bodo jika itu menyebabkan keributan. Friska terlalu lelah mengurusi hal remeh seperti itu.
__ADS_1
Ting!
Handphone Friska kembali bergetar, ia membuka lockscreen ponsel nya kemudian membuka aplikasi chat yang digandrungi oleh sejuta umat itu.
📨Felix: masuk saja, kau tau password nya bukan?
Friska mendecak sebal! Sumpah ya! rasa nya ia ingin memakan Felix sekarang juga!
Pria itu amat bodoh! Sungguh! Kenapa ia tak menyuruh sejak tadi sih?
Friska memencet beberapa digit angka. Felix memang sengaja memberi tahu kata sandi apartemen nya, agar memudahkan Friska masuk ketika ia menyuruh Friska datang ke kediaman nya.
Friska berhasil membuka apartemen milik CEO muda itu. Ia melangkah kan kaki nya ke dalam apartemen mewah milik Felix.
Friska melihat sekitar. Sepi. Kemana pria bantet itu? Bukan kah tadi ia menyuruh Friska untuk masuk?
Cklek!
Seseorang baru saja keluar dari sebuah ruangan yang tidak jauh dari jarak Friska.
__ADS_1
Friska menyipitkan mata nya. Ruangan itu? Bukan nya itu kamar Felix?
Mata Friska terbelalak lebar begitu melihat siapa yang keluar dari kamar Felix, itu adalah seorang perempuan berpakaian sangat modis.
Tapi tunggu, perempuan ini bukanlah perempuan yang waktu itu berduaan dengan Felix di ruang dance.
Sedetik kemudian, sang pemilik kamar pun keluar dengan tampilan yang...em....bisa dibilang 'tidak rapih'
Bukan masalah pakaian nya. Justru sebenarnya pakaian Felix saat ini, sangatlah menawan. Ia menggunakan kaos hitam dan celana jeans nya yang pas.
Tapi yang membuat Friska menelan ludah nya dengan susah payah adalah. Rambut Felix yang acak-acakan dan keringat yang ada di kening pria itu, membuat pikiran Friska berjalan luas.
Bagaimana Friska tidak berpikir yang aneh-aneh? Jika seorang perempuan baru saja keluar dari kamar Felix dan juga penampilan pria itu sangatlah mencerminkan apa yang baru saja mereka lakukan di dalam kamar itu
"Sampai kapan kau akan berdiri disana nona Friska?"
Friska terkesiap begitu mendengar suara Felix. Friska melihat kearah wanita yang baru saja keluar dari apartemen Felix, kemudian ia langsung menatap kearah Felix. Namun pikiran nya kembali melayang ketika melihat wajah Felix.
Sial! Kenapa keringat nya sangat menggoda? Dan bibir itu? Mengapa bibir nya mendadak sangat seksi jika dalam keadaan bengkak seperti itu?
__ADS_1