Boss

Boss
SEASONS 2 : Peninggalan Ayah


__ADS_3

Setidak nya badan ku tumbuh keatas ya Mbak, tidak seperti dirimu dan aku bingung mengapa kampus mu mau menerima bocah pendek seperti kau ya Mbak? Dibanding kan anak perempuan di kelas ku, mereka jauh lebih tinggi dari mu" balas Reza.


"Apa? Apa kau bilang Pendek?! Yak Reza Herwindo! dulu kau juga lebih pendek dari ku. Kau tahu?!"


"Itu kan dulu, sekarang kan aku sudah tinggi dan lebih tampan daripada sebelumnya, iya kan Bu?"


Friska yang mendengar kalimat percaya diri dari sepupunya itupun mendecih sebal, ternyata Reza tetaplah Reza Herwindo .


Menyebalkan!


Bibi Dona hanya terkekeh. Memang, kedua anak nya ini sering kali bertengkar dan mengejek satu sama lain.


Tapi dibalik itu bibi Dona tau bahwa mereka saling menyangi dan apalagi Reza, ia sangat menyangi Mbak nya itu.


Terlebih lagi ketika Friska ditinggalkan oleh ayah nya dan memilih hidup sendiri. Reza semakin menyangi dan berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan melindungi kakak perempuan nya itu


"Sudah lah, lebih baik kita makan bersama. Sudah lama kita tidak berkumpul bukan?" Ujar bibi Dona yang melerai adu mulut kedua saudara itu.

__ADS_1


Reza pun menurut, ia pun mulai duduk di meja makan dan posisinya sekarang ia berhadapan dengan Friska.


"Tumben sekali kau datang kemari, ada apa?" Tanya Reza yang memulai pembicaraan.


"Heh bocah! Memang nya aku harus memiliki alasan jika ingin datang kemari huh?"


"Iya. Oh aku tau, kau datang kemari pasti ingin meminta makanan bukan? Kau kan tidak pandai memasak. Pasti kau kelaparan ya kan Mbak?” Goda Reza


"Yak! Dasar kau bocah! Beraninya kau berbica seperti itu pada Mbak mu ini hah? Aku bisa memasak!" bela Friska.


"Sudahlah tidak baik bertengkar di depan makanan dan kau Reza, jangan berbicara seperti itu. Friska itu Mbak mu, sopan lah sedikit. mengerti tidak?” Peringat bibi Dona


"Yak! Ibu! Lihat lah dia terus mengejek ku, Tuh Liat! Dasar wanita menyebalkan!" Kesal Reza.


"Sudah besar, masih saja mengadu. Cih dasar bocah" balas Friska.


Bibi Dona hanya menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya, merasa pusing dengan kedua insan yang umurnya terpaut 3 tahun itu

__ADS_1


"Friska" panggil bibi Dona.


"Iya bibi?" Jawab Friska lembut


"Bibi akan membicarakan soal di telpon tadi"


Tiba-tiba suasana menjadi lebih serius sekarang. Karena ke asyikan beradu mulut dengan Reza, Friska hampir saja melupakan niat awal nya datang ke rumah bibi Dona.


"Ah iya, Maaf bi aku melupakan nya tadi."


"Memang nya ada apa? Kalian akan membicarakan apa?" Tanya Reza penasaran.


Friska mendelik sinis, "Diamlah! Jika kau ingin tahu, tutup mulut berisik mu itu" Sebelum menjawab, bibi Dona sudah memelototi anak tunggal nya itu.


Alhasil Reza hanya menggerutu tidak jelas, sambil memakan makanan nya. "Dua hari yang lalu, bibi sedang membereskan berkas-berkas di ruang penyimpanan. Dan setahu bibi, ayah mu meninggalkan berkas nya di rumah ini juga" ujar bibir Dona


"Bibi pun mencari nya, dan menemukan berkas milik ayah mu. Ada beberapa berkas disana, seperti berkas sekolah musik nya dan juga beberapa berkas perusahaan nya” lanjut bibi Dona

__ADS_1


"Lalu?" Tanya Friska. Bibi Dona menghela nafas sebelum melanjutkan ceritanya.


"Ternyata, ayah mu memiliki perusahaan Friska. Maksud ku, ayah mu memang bukan pengusaha tapi dia menaruh investasi di salah satu perusahaan" ujar bibi Friska.


__ADS_2