
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READING💜...
................
"Kontrak ini berlaku mulai besok, jadi bersiaplah Friska ." Ujar Felix sambil tersenyum, sedetik kemudian ia sudah pergi dan meninggalkan Friska sendirian.
Friska menghela nafas kasar. Oke semoga keputusan yang Friska ambil adalah jalan yang terbaik dan Friska berharap setelah ini, kedepan nya akan menjadi lebih baik lagi.
_________
Hidup nya jauh dari kata tenang dan harapan nya sirna sudah. Tak ada kata lebih baik, justru yang ada hidupnya malah bertambah buruk.
Bagaimana tidak? Selama Friska menjadi asisten nya, Felix selalu menyuruh nya dengan seenak jidat. Bahkan, untuk mencari kaos kaki pun harus Friska yang mencarinya.
__ADS_1
Pekerjaan Friska menjadi bertambah 2 kali lipat sekarang dan Felix ini menyebalkan sungguh! Kalian semua tertipu oleh wajahnya yang terkadang imut dan seksi dalam satu waktu itu.
Bahkan sekarang, Friska lebih banyak diam di apartemen milik Felix dan entah apa yang ada di pikiran lelaki tampan namun menyebalkan itu. Dia selalu mempunyai cara agar Friska tetap berada di apartemen nya.
Entah dia menyuruh Friska membersihkan apartemennya, memasak untuk nya atau bahkan menyuruh Friska mengerjakan tugas kuliah nya yang jelas berbeda dengan mata kuliah yang Friska ambil.
Seperti hal nya sekarang. Pukul setengah 6 pagi tadi, Friska sudah pergi ke apartemen Felix. Sesuai perjanjian, Friska harus menyiapkan sarapan untuknya dan padahal hari ini Friska masuk kuliah pukul 10.00.
Jika saja, jika bukan karena sekolah musik yang sangat berarti untuknya. Friska pasti tidak pernah mau melakukan hal bodoh seperti ini.
Cklek!
"Menurutmu?" Jawab Friska ketus. Felix mehampiri meja pantry dan duduk diatas nya.
Ia menaruh handuk di leher nya dan kemudian menatap Friska yang masih sangat sibuk memasak sambil melipat kedua tangan nya dibawah dada.
__ADS_1
Friska tau Felix ada di dekatnya, wangi shampo dari rambutnya begitu menyeruak di hidung Friska. Tapi Friska mencoba bersikap biasa saja, seolah tak ada siapapun disini.
"Mengapa lama sekali? Aku sudah lapar." Friska memutar bola matanya malas, tanpa melihat kearah Felix. Se-di-kit-pun. Ia hanya sibuk memasak.
"Jika ingin cepat, kau masak saja sendiri dan jika kamu ingin lebih cepat lagi. Kamu bisa sarapan dengan segelas air putih dan tak perlu menyuruhku MEMASAK." ujar Friska yang sengaja menekan kan kata ^memasak^ nya.
Felix hanya tersenyum mendengar jawaban Friska dan entah kenapa, Felix menyukai nada bicara Friska yang seperti itu.
Felix juga tidak mengerti, hanya saja menurut Felix kalo Friska lebih terlihat sexy dimata Felix jika berbicara ketus seperti itu.
"Kau menyuruh ku memakan air? Kau bodoh atau bagaimana? Air itu diminum bukan dimakan, Ogeb!" Kata Felix sembari mendorong pelipis Friska dengan telunjuk nya.
"Terserah" ujar Friska ogah-ogah an.
"Kau masak apa hari ini?" Tanya Felix.
__ADS_1
“Bangkai tikus.” jawab Friska seenaknya.
Felix berdecih, mengapa Friska selalu menjawab seenak jidat sih? Dia selalu saja berbicara semau nya tanpa memfilter atau memikirkan dengan siapa dia berbicara.