
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READINGđź’ś...
..............
Cantika dengan cerianya melangkahkan kakinya untuk datang ke apartemen Movic, saat ia akan mengetuk pintunya dan tiba-tiba Movic keluar dengan setumpukkan berkas. "tolong bantu aku Tik." Ucap Movic kepada Cantika.
Cantika pun segera mengambil sebagian berkas yang ada ditangan Movic.
"Kenapa berkasnya banyak banget sih?" Tanya Cantika heran, tak biasanya berkas yang Movic bawa sebanyak itu.
"Itu berkas kemarin-kemarin dan gak konsen baca berkas, karena mikirin kamu yang sedih terus." Ucap Movic dengan datarnya.
"Maafkan aku." Ucap Cantika tiba-tiba.
"Gausah minta maaf Tik, ini bukan salah kamu dan ini salah aku yang selalu mikirin kamu." Ucap Movic dengan senyumnya.
"Aku janji aku bakalan bantu mas Movic untuk ngerjain semua berkas ini.” Ucap Cantika dengan cerianya.
"Iyalah harus bantuin, kan kamu sekretaris aku." Ucap Movic yang berhasil membuat Cantika tertawa.
^^^/dasar receh^^^
Cantika dan Movic pun segera memasuki lift, mereka terus berbincang-bincang, mengabaikan keadaan di dalam Lift yang penuh dengan orang yang juga akan pergi bekerja.
Saat tiba di parkiran, tiba-tiba ada yang memegang tangannya Cantika.
"Cantika, aku mohon kita perlu bicara." Ucap orang itu yang tak lain adalah Rendy.
"Maaf Ren gak ada yang perlu kita bicarain." Ucap Cantika tegas, melepaskan tangan Rendy dan segera masuk ke dalam mobil Movic yang tak jauh terparkir disana.
Rendy berusaha mengejar Cantika, namun pundaknya ditepuk oleh Movic, sehingga ia menoleh ke arah Movic.
"Maaf, Cantika sudah bilang kan dia tak mau berbicara dengan Anda!" Ucap Movic tegas.
"Ini urusan gua sama Cantika! siapa lu ngikut urusan orang lain!" Balas Rendy tak kalah tegas.
__ADS_1
"GUA PACARNYA Cantika Erina Putri, Harap dipahami baik-baik." Jawab Movic dengan penegasan dikalimat awal.
Ucapan Movic membuat Rendy terdiam dan ia hanya memandang Movic dengan tatapan datarnya yang di dalamnya terdapat kemarahan.
Movic pun segera pergi dari sana, karena Rendy tak lagi merespon apapun.
________
"Kamu gak papa kan?" Tanya Movic kearah Cantika yang lagi-lagi terdiam karena melihat Rendy.
"Gak papa kok." Jawab Cantika singkat padat dan jelas.
"Kenapa dia selalu muncul dimana-mana sih" Ucap Movic pelan namun masih terdengar oleh Cantika.
"Mana aku tau Mas, kan kamu yang punya apartemen dan coba tanya sama managernya, jangan-jangan dia jadi salah satu penyewa disini loh." Ucap Cantika dengan senyumnya yang dipaksakan agar tak membuat Movic khawatir.
"Eh iya Tik, kamu bener juga. aku udah lama gak liat daftar penyewa di apartemen ini, kamu terlalu mengalihkan duniaku Tik." Gombal Movic yang berhasil membuat Cantika tersenyum lebar.
"Dasar kang gombal ya kamu tuh." Ucap Cantika sambil menepuk pelan bahu Movic.
"Tik." Panggil Movic tiba-tiba. "Hmm?" Sahut Cantika.
"Apa gak sebaiknya kamu berbicara dengan Rendy?" Tanya Movic.
"Ya, aku pikir juga begitu, tapi aku belum sanggup Mas.” Jawab Cantika.
"Kenapa?" Tanya Movic.
"Aku takut merasakan sakitnya lagi Mas." Jawab Cantika dengan senyumnya yang lirih.
Movic pun menghentikan mobilnya dipinggir jalan, lalu dia segera menggenggam tangan Cantika yang membuat Cantika menoleh kearah Movic.
“Kenapa?" tanya Cantika.
"Ingat apa yang aku bilang kemarin Tik?" tanya Movic.
"Ya, mas aku tau kok." Jawab Cantika.
__ADS_1
"Seharusnya kamu tak usah merasa takut akan hal itu, karena aku akan selalu di sisimu untuk menghiburmu dan menemani setiap hari-harimu, bukankah sudah ku bilang air matamu terlalu berharga jadi jangan pernah mengeluarkan air matamu untuk hal yang sangat bodoh itu, kamu mengerti kan sayang." Ucap Movic dengan senyumnya yang manis.
"Ya tentu, aku mengerti Mas.” Ucap Cantika tersenyum bahagia.
______
Cantika dan Movic telah sampai, di perusahaan Movic tentunya. Cantika dan Movic berjalan beriringan dengan tangan yang saling menggenggam dengan erat.
Di ikuti oleh salah satu pegawai yang membawa berkas yang tadi mereka bawa.
kasian pegawainya menjadi Nyamuk diantara orang yang lagi kasmaran:)
"Mas Movic jadwal meetingnya 10 menit lagi yaa." Ucap Cantika.
“"Iyaa Cantiknya aku yang paling ku sayang.” Balas Movic.
"Ihhh Mas jangan panggil aku gitu." Ucap Cantika dengan nada merengeknya.
Mereka tidak sadar orang yang berjalan kesana kemari telah menonton aksi mereka.
Ada yang memandang mereka dengan jijik dan ada juga dengan tatapan yang iri.
"Cantika." Panggil seseorang dan tentunya itu Rendy yang langsung membuat Movic dan Cantika mengalihkan pandangan mereka kearah Rendy.
"Apa lagi sih Rendy?" Tanya Cantika dengan muka datarnya.
"Kita benar-benar perlu bicara, ada suatu hal yang harus aku jelaskan Tik. aku mohon Cantika kamu mau untuk mendengarkanku kali ini Tik please." Ucap Rendy serius.
Cantika segera memandang ke arah Movic meminta izin Movic melalui tatapan matanya, lalu Movic menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju akan permintaan Cantika.
"Baiklah, mari kita bicara setelah selesai meeting.” Ucap Cantika dengan nada tegasnya.
Ya, Cantika akan memberanikan dirinya untuk berbicara kepada Rendy kali ini.
...\=\=\=\=\=\=\=\=...
...gimana? makin penasaran kah? tunggu di next partnya ya wkwk...
__ADS_1