
Cantika melambaikan tangannya ke arah Movic yang hanya dibalas tatapan datar dari Movic.
Ya, pagi sekali, Cantika sudah dijemput oleh sahabatnya Faisal. Sesuai dengan rencana Cantika, ia akan liburan di Pekanbaru selama akhir pekan.
"Alay bet si lu! Sampe segitunya lambaian tangannya." Ucap Faisal mengejek Cantika.
"Eh be.go! Si bos marah kamvret sama kita, tidurnya ke ganggu karena lu yang neken itu bel ratusan kali!" Jawab Cantika.
"Heh jangan ngatain be.go! Lu lebih beg.o, be.go! Kan kemarin udah gua bilang, bakalan jemput lunya pagi, b.ego!" Jawab Faisal dengan penekanan.
"Yaudah si, intinya kita berdua b.ego!" Ucap Cantika nyolot.
"Gak mau! Lu aja sih yang be.go! Gua mah pinter tujuh turunan!" Balas Faisal. "Dasar lu cowo nyebelin!" Teriak Cantika.
"Dih sorry gua mah bukan cowok." Jawab Faisal yang membuat Cantika menatap jijik ke arahnya. "Oh iya gua lupa lu kan cowok jadi-jadian." Ucap Cantika sambil mengejek.
"Sorry ya gua mah Pria kuat dan tangguh!" Balas Faisal.
"Ehh gak percaya gua sma lu!" Ucap Cantika, meremehkan ucapan Faisal.
"Dih percayain aja sih!" Paksa Faisal.
"Ah ba.cot lu!"
"Lu lebih b.acot!"
"Ah diem b.ego!"
"Lu yang diem be.go!"
"Ehh kamvret lu yang diem!"
"Eh ngeyel ya lu! Be.go dasar!"
__ADS_1
"Eh kasar ya lu sama cewe!"
"Ye bodo amat, emang lu cewe HAH?!"
"Gak tau, pokoknya gua marah sama lu!" Ucap Cantika.
"Dih bodo amat sih gua mah!" Kata Faisal.
Dan akhirnya mereka hanya diam di sepanjang perjalanan.
_______
"Eh Cantika, makin cantik aja ya." Ucap mamah Faisal, Tiffany.
"Hehehe, tante juga makin cantik aja, gak keliatan tuanya. Malah Faisal yang keliatan tua." Ucap Cantika sambil menjulurkan lidahnya ke arah Faisal.
"Hahaha, kamu bisa aja. Iya sih Faisal sok manly sekarang, tante ajakin maskeran, malah gak mau, katanya Faisal udah jadi pria tulen sekarang, gak mau Faisal maskeran! Padahal mah mau makan aja minta disendokin mulu!" Ucap Tiffany.
"iyain ajadah biar cepet." Ucap Tiffany sambil memegang tangan Cantika menuju ruang tengah.
"Mom Cantikanya mau di bawa kemana? Ini barangnya gimana mah?" Teriak Faisal.
"YA BAWA LAH SAMA KAMU! MASUKIN KE KAMAR TAMU! KATANYA UDAH JADI PRIA TULEN!" Teriak Tiffany tak kalah kencang.
"Ya ampun, gini caranya nyesel gua sebut gua udah jadi pria tulen." Monolog Faisal.
Beberapa jam kemudian
Sekarang Cantika dan Faisal lagi di balkon, mereka malah diam diaman, sampe tiba-tiba Faisal ngomong.
"Can." Panggil Faisal.
"Apa?" Sahut Cantika.
__ADS_1
"Ka...yaknya gu..a" Ucap Faisal gugup. "Kenapa?" Tanya Cantika penasaran.
"Kek...nya gu..a" Ucap Faisal tambah gugup untuk ngomong.
"Kenapa elah." Tanya Cantika semakin penasaran.
"Duh kok gua malah deg degan ya." Ucap Faisal sambil lompat-lompst tak jelas.
"Yailah kenapa be.go" Tanya Cantika sewot.
"Ihh gua gak tau, ini jantung kok deg-degan ya." Ucap Faisal.
"Eh Faisal, jangan bilang lu suka sama gua?!" Tanya Cantika kaget.
"Eh anjirr, kepedean lu!" Ucap Faisal. "Lah terus kenapa lu bilang deg-degan mulu tapi gak bilang lu mau ngomong apa!" Sewot Cantika.
“Hehehehe." Faisal malah cengengesan.
"Malah ketawa lagi." Cantika tambah kesal.
"Gua takut bilangnya." Ucap Faisal jujur.
"Yailah sok sok-an takut lu, biasanya juga asal nyeplos lu!" Ucap Cantika.
"Sebenarnya ....."
“Apaan sih gece!" Ucap Cantika memotong ucapan Faisal.
"Sebenernyaa..."
“Apadah Faisal, lelet amat lu ngomong"
"Sebenernya......Rendy nanyain lu Can"
__ADS_1