
Cantika dan ketiga temannya sekarang berada di sebuah club malam.
Besok akhir pekan, jadi mereka bebas untuk keluar malam dan lagian siapa yang peduli dengan mereka disaat kekasih-kekasihnya sedang sibuk mencari pundi-pundi rupiah Kecuali Cantika tentunya.
Seorang bartender mengantarkan minuman yang mereka pesan dan Cantika langsung meminumnya sedetik kemudian.
"Tik tumben lu minum." Ucap Karina heran dengan Cantika. “Lagi pengen aja." Ucap Cantika dan langsung minum lagi, setelah Wendy mengisi kembali gelas Cantika yang kosong.
"Wow, sekali teguk!" Pekik Rose.
"Lu lagi ada masalah Tik?" Tanya Wendy yang peka.
"Gak ada.” Jawabnya singkat dan langsung minum lagi.
"Tik lu gak akan kayak gini kalo gak lagi ada masalah.” Ucap Karina. "Iyalah ayo cerita sama kita.” Desak Rose.
Cantika hanya mengabaikan ucapan mereka, ia pun terus minum. Tak peduli dengan umpatan mereka yang ditunjukkan kepadanya karena terlalu banyak minum.
15 menit kemudian
Cantika berhenti minum, matanya sudah menandakan bahwa dirinya telah mabuk. Tiba-tiba Cantika mengambil hpnya dan menelpon seseorang.
Ketiga sahabatnya hanya berdiam diri, tak ingin jadi korban omelan Cantika jika sedang mabuk.
"Hallo?" Sapa seseorang disebrang sana.
"Hahahaha Movic mengangkat teleponnya hahahaha." Ucap Cantika senang.
"Ya lu kenapa Tik?” Tanya Movic terdengar khawatir.
__ADS_1
“Ya! Urus saja lah cewe tadi yang datang ke kantor!" Ucap Cantika kesal.
"Lu mabuk Tik?"
"Jangan sok peduli lu! Lu tuh udah mainin hati gua! Kemarin lu bilang tertarik sama gua, tapi ck hari ini lu malah peluk-pelukan sama cewe itu!" Omel Cantika.
"Lu dimana sekarang?"
"Gak perlu tau gua dimana sekarang! Tanya aja dimana tuh cewe! Gua ada di tempattt yang menyenangkan bersama sahabat gua hahahaha." Ucap Cantika tertawa tak jelas.
Tut tut tut tut
Terdengar suara telepon telah terputus, namun Cantika masih terus mengomel tak jelas kepada hpnya itu.
Para sahabatnya? Sudah terbiasa dengan kelakuan Cantika saat mabuk.
_______
Movic melangkahkan kakinya masuk ke dalam club, ia langsung menutup telinganya karena musik yang amat sangat keras itu.
Movic mencari Cantika, matanya melihat kesana kemari dan ia melihat Cantika dan sahabat-sahabatnya di pojokkan sana.
"Ayo pulang." Ajak Movic kepada Cantika yang sedang asik mengoceh.
Cantika melihat ke arah Movic dan raut wajahnya berubah kesal “kenapa lu datang kesini." Ucap Cantika kesal.
"Karena lu disini, ayo pulang.” Ucap Movic berusaha tenang.
Cantika yang telah mabuk parah, tiba-tiba kehilangan keasadarannya. Movic yang melihat itu terkejut dan langsung menangkap tubuh Cantika.
__ADS_1
Sedetik kemudian, Movic mendengar dengkuran halus Cantika dan Movic pun segera menggendong Cantika, dan meninggalkan club itu. Sahabat Cantika? Malah tersenyum bahagia.
_______
Movic membaringkan Cantika di kamarnya, ia tak tau password apartemen Cantika dan sehingga ia terpaksa membawanya kesini.
Ia menatap Cantika sebentar, kemudian memberikan kecupan tepat di kening Cantika. Movic pun berdiri, untuk mengganti pakaiannya.
Setelah berganti pakaiannya, ia pun membaringkan tubuhnya di samping Cantika.
Ia menatap dan terus memperhatikan Cantika. Tiba-tiba tangan Cantika melingkar dipinggangnya, Movic pun tersenyum senang.
Keesokan harinya
Cantika yang matanya masih terpejam merasa heran, ia merasa ada tangan yang melingkar di tubuhnya.
Ia pun membuka matanya dan dilihatlah wajah Movic yang sedang tertidur pulas.
Cantika pun mengangkat tangangannya dan meraba wajah Movic, dari mata sampai bibir ia telusuri.
"Movic kayaknya gua juga tertarik dah sama lu, rasanya hati gua sakit kemarin saat liat lu sama Tasya dan gua kesel sama lu kenapa malah peluk-pelukan sama Tasya, ck jangan diulangi ya Vic." Ucap Cantika pelan.
Cantika pun mulai mendekatkan wajahnya kearah Movic, ia pun memejamkan matanya dan bi°irnya sekarang talah mendarat di bib°irnya Movic.
Cup
Beberapa detik kemudian, Cantika ingin melepaskan ci°umannya. Namun tertahan karena tangan Movic telah menahan rahangnya dan Movic mulai mel°umat pelan b°ibir Cantika.
Cantika membelakkan matanya kaget, namun sedetik kemudian ia pun memejamkan kembali matanya dan mulai membalas ci°uman Movic. Movic yang mendapat balasan dari Cantika tersenyum senang.
__ADS_1