Boss

Boss
Cemburu


__ADS_3

Zein yang sedang ada dalam ruangan Movic merasa heran kenapa Movic tak kunjung masuk, padahal Movic bilang ingin menyuruh sekretarisnya untuk membuatkan kopi untuk mereka berdua.


Zein pun beranjak dari kursinya, dan segera keluar dari ruangan itu.  "Ta....tasya." Ucap Zein senang dan sebal saat melihat Tasya dan Movic berpelukan.


Tasya yang mendengar itu, menolehkan kepalanya dan berteriak "ahhhh Baaaannggg Zeeeeiinnn.” Sambil memeluk Zein.


Cantika yang melihat itu hanya terkaget-kaget, sekarang dipikirannya ada hubungan apa gadis ini dengan bossnya dan juga rekan kerja bossnya itu.


Cantika pun menatap Movic berharap dia peka terhadap tatapan Cantika.  "Tasya ayo masuk." Ajak Movic tak menyadari tatapan Cantika yang mengarah kepadanya.


"Iya Sya kuy masuk.” Ajak Zein sambil melepas pelukan Tasya dan beralih merangkul Tasya.


Movic yang melihat itu segera merangkul Tasya juga dan mereka pun segera masuk ke dalam ruangan Movic.


Cantika? Dia hanya bisa menatap mereka. Ada sedikit rasa kesal saat Movic menghiraukannya.


________


"Sya, kok lu gak bilang udah balik ke Indonesia?" Tanya Movic .


"Ya males gua bilang sama kalian, lagian ya buat apa punya pacar kalo masih ngandelin kalian." Ucap Tasya bangga.

__ADS_1


"Yee si kamvret, Sya lu itu sepupu gua dan ya gua khawatirlah b.ego sama lu! Dan ngapain tadi lu pake peluk-peluk si Movic segala, kalo si Fadjar liat bisa dibunuh si Movic." Ucap Zein sebal.


"Eh bang, lagian Tasya kan temennya Sonia, ya gua anggap adek gua sendiri lah. Walaupun mulutnya gak sopan gak manggil gua kakak." Kata Movic tak kalah sebal.


"Ya ilah, bang kan gua udah punya Fadjar. Bener tuh kata Movic, gua juga nganggap dia abang gua dan buat lu Movic, lu gak ada cocok-cocoknya buat dipanggil abang, lagian sonia juga gak manggil lu abang.” Ucap Tasya tak mau kalah.


"Lagian ya ngapain lu mendadak pulang ke Indonesia? Bukannya lu udah betah ya sama si Fadjar di Jepang?" Tanya Zein.


“Karena Fadjar ke Indonesia makanya gua ke Indonesia juga. Lagian ya Gua mau tunangan sama Fadjar." Jawab Tasya dengan senyuman yang sangat cerah.


"HAH?" Ucap mereka bersamaan.


"Dasar di Budak Cinta." Ejek Movic.


"Terus ngapain lu kesini?" Tanya Zein lagi.


"Gua mau minta Movic nganterin gua ke Butik mamanya. Kali aja dikasih diskon kalo bareng ama Movic." Ucap Tasya sambil cengengesan.


"Ye si kamvret, emangnya Si Fadjar kemana?" Tanya Movic.


“Fadjar lagi ada urusan di kantornya." Jawab Tasya.

__ADS_1


“Pantesan lu kek bocah nyasar." Ejek Zein.


______


Mereka pun keluar dari ruangan Movic, Zein langsung pamitan dan pergi dari sana.


Sedangkan Movic dan Tasya masih disana, menunggu Cantika yang sedang keluar untuk makan Siang dan akhirnya Cantika pun datang.


"Tik, batalin jadwal gua buat hari ini ya.” Ucap Movic kepada Cantika.


"Kenapa emangnya Pak?" Tanya Cantika heran, soalnya baru kali ini Movic membatalkan jadwalnya yang telah tersusun rapi.


"Gua ada urusan sama ini orang. Kalo ada yang nanyain kenapa tiba-tiba dibatalin bilang aja gua lagi sakit." Ucap Movic sambil mencubit pipi Tasya.


Sedangkan Tasya hanya tertawa pelan dan memukul pelan lengan Movic.


Cantika hanya tersenyum tipis, hatinya merasa sakit melihat interaksi antara bossnya ini dan gadis yang entah siapa. "Baiklah Pak." ucap Cantika.


Movic pun segera pergi dari sana, tak menyadari mata Cantika yang mulai berkaca-kaca dan segitu pentingnya kah Tasya sampai Movic rela berbohong? Dan siapa Tasya bagi Movic? Pertanyaan itu terus mengganggu pikirannya.


Padahal kemarin, Movic dengan manisnya menawari Cantika untuk move on dari Rendy dan beralih kepadanya dan seketika otaknya berkata laki-laki tenyata sama Saja.

__ADS_1


__ADS_2