
Friska menatap Felix tajam. Sialan, Felix selalu tau bagaimana cara menggodanya dan Friska pun menyematkan cincin nya di jari manis Felix.
Beruntung, ukuran jari Farel dan Felix sama malah di cincinnya agak kebesaran sedikit di jari manis Felix, sehingga cincin itu sudah bertengger manis di jari Felix.
"Dan terakhir, di persilahkan kepada kedua mempelai untuk saling berciuman, sebagai pembuktian bahwa pernikahan kalian telah sah di mata hukum dan agama"
Friska terbelalak. Apa katanya?
Cium?
Berbanding terbalik dengan Friska. Felix justru tersenyum senang sambil menatap Friska dengan tatapan menggoda milik nya.
Friska menahan nafas saat Felix mulai meraih pinggang nya, dan mulai melingkarkan satu tangan kekar nya di pinggang gadis manis itu.
Friska menatap Felix tajam. Seolah memperingati tindakan Felix. Namun bukan nya takut, Felix justru membalas nya dengan senyum miring plus mengedipkan matanya sebelah.
"Berani kau macam macam pada ku dan aku gak akan segan-segan untuk Menampar kau disini juga, Felix Erina Davkaza!" Desis Friska tepat dikuping Felix.
"Tenang sayang, aku tidak akan macam macam padamu" jawab Felix pelan sambil menatap Friska menggoda.
Mata Friska terbuka lebar, saat Felix mulai mendekat kan wajah nya kearah Friska dan kini jarak wajah mereka sangat dekat, bahkan hidung mereka sudah bersentuhan.
__ADS_1
"Hanya akan melakukan satu macam kok." bisik Felix seduktif.
Chup!
Jantung Friska berhenti berdetak, badan nya tiba tiba kaku. Nafas nya mendadak tidak teratur, Friska mencoba mencerna dan ketika ia merasakan sebuah benda kenyal menempel di kening nya cukup lama.
Felix, mencium kening nya!
Sorak para tamu pun mulai terdengar dan saat melihat adegan manis itu "Akhirnya putra ku menikah!" Ujar Cantika.
"Astaga mereka sangat manis!" Tambah bibi Dona
"Mereka sungguh serasi! Ah aku jadi iri!!" Teriak Pandji.
Dan masih banyak reaksi yang lain nya. Felix tersenyum saat melepaskan ciuman nya, kemudian menatap Friska intens.
"Kau!" Protes Friska
"Itu belum seberapa sayang, tunggu saja kelanjutnya, saat malam pertama kita." ujar Felix sambil memajukan bibir nya menggoda Friska.
Seketika pipi Friska bersemu merah dan ia langsung membuang muka ketika Felix terkekeh melihat nya.
__ADS_1
Sialan kau, FELIX ERINA DAVKAZA!
____________
Friska membalik kan posisi tidurnya dan entah mengapa badan nya terasa remuk, ia merasakan pegal di seluruh tubuh nya.
Saat Friska memutuskan untuk kembali tidur, ia merasa ada sesuatu yang melingkari perut nya.
Friska membuka matanya perlahan, kemudian segera mengecek sesuatu yang berada di perut nya.
Seketika mata Friska terbuka, ketika mendapati sebuah lengan yang cukup kekar bertengger manis melingkari perut nya.
Buru-buru Friska melihat, siapa yang sudah lancang memeluk perutnya tanpa persetujuan!
Mata Friska semakin terbuka lebar, saat melihat Felix sedang tertidur pulas di depan nya. Dan-apa-apaan ini?!
Felix shirtless?!
"Brengs*k!" Teriak Frieska. Dan refleks Friska menendang Felix, hingga pria bersurai hitam itu jatuh dari atas kasur nyaman nya.
"Aw! F*ck! Pinggang ku" ringis Felix.
__ADS_1
Friska buru-buru menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh nya. "Yak Babi! Kenapa kau ada di kamar ku, huh?! Kau mau memperk*sa ku?! Sialan kau dasar pria penjahat kel*min!”
Friska melempar bantal kearah Felix dan namun beruntung, Felix bisa menghindarinya.