Boss

Boss
Butuh Pelukan?


__ADS_3

Cantika memandang kesal ke arah Movic yang sedang tertawa terbahak-bahak, sedari tadi dia tak habis-habisnya dikerjai oleh Movic.


Ingin rasanya ia menendang masa depannya Movic sekarang.


...Flashback...


"Yailah, sakit kuping gua lu teriak njirr! Itu tuh disana kamar buat lu, kalo kamar gua ada disebelahnya. Kali aja ntar lu butuh pelukan dateng aja ke kamar gua." Ucap Movic sambil memberikan wink-nya kepada Cantika.


Cantika hanya menatap jijik ke arah Movic yang telah pergi ke kamarnya. Ia pun segera menarik kopernya dan masuk ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian


Setelah Cantika selesai mandi, ia bosan dan Cantika pun bergegas pergi ke ruangan Movic untuk menanyakan tugas apa yang akan ia kerjakan.


Tok tok tok tok


Cantika mengetuk pintu kamar Movic, namun tak kunjung di buka.


"Vic!!! Movic!!." Panggil Cantika namun tidak ada jawaban juga.


Cantika pun memutuskan untuk membuka pintu kamar Movic dan aat Cantika masuk, Movic tidak ada di kamarnya.


"Pak Movic." Panggilnya lagi, namun tidak ada jawaban.


"Vic!!!." Panggilnya lagi.


"Mungkin dia lagi di dapur kali ya." Monolognya.


Saat Cantika membalikkan badannya, matanya melotot saat melihat Movic yang ada didepannya.

__ADS_1


"Aaahhhhhhhhhh." Teriak Cantika dan langsung menutup matanya dengan tangannya.


"Berisik lu teriak mulu." Ucap Movic.


"Ya lu gak pake baju gitu gimana gua gak teriak!" Ucap Cantika kesal sambil melirik-lirik kearah Movic lewat sela sela jarinya. Iya Cantika tidak menutup matanya sepenuhnya, lumayan rejeki kan?


"Lebay lu!" Ucap Movic sambil memakai bajunya.


"badannya bagus juga ya, jadi pengen megang! Astaga! Nyebut Tik nyebut! Inget! Dia ngeselin orangnya" batin Cantika yang menyadarkan otaknya.


"Ngapain lu ke sini?" Tanya Movic.  "btw lu gausah sok sok-an nutup tuh mata padahal dari tadi lirik-lirik ke gua." Lanjutnya.


Cantika pun membuka matanya dan berdecak pelan kemudian memandang sinis Movic.


“Kenapa? Ngomongan gua fakta." Ucap Movic santai.


Cantika berjalan ke arah Movic dengan muka sangarnya.


"Ma....mau nga..pa...ngapain lu?" Ucap Cantika gugup dan terus mundur ke belakang.


"Maunya lu?" Tanya Movic dan terus berjalan ke arah Cantika.


Cantika terus berjalan mundur "ya.. Lu.. Ming...minggir." Ucapnya.


"Serius? Bukannya lu butuh pelukan ya makanya datang ke kamar gua?" Ucap Movic menggoda Cantika.


"ENGGAAAAKK." Teriak Cantika begitu dia terjatuh di ranjang Movic.


Sedetik kemudian tawa terdengar di kamar itu yang tentunya berasal dari Movic.

__ADS_1


...End Flashback...


"Udah puas ngetawain guanya hah?" Tanya Cantika sebal.


"Hahahaha belom hahahahaha." Jawab Movic sambil ketawa.


"Nyebelin lu!" Ucap Cantika ngambek.


"Habisnya lucu kalo muka lu lagi kesel dan marah hahaha." Tawa Movic lagi.


Cantika pun mengerucutkan bibirnya dan tanpa sadar pipinya memerah karena ucapan random Movic.


"Yaudah mana tugas buat gua?" Tanya Cantika dengan nada yang dibuat kesal.


"Emang gua bilang bakalan ngasih tugas buat lu?" Tanya Movic.


"Lah? Bukannya kita mau buat proposal ya?" Ucap Cantika dengan polosnya.


"Iya gitu gua kok gak inget? Udah ah gua ngantuk, bye Cantika, goodnight mimpiin gua ya." Ucap Movic menggoda sambil pergi ke kamarnya.


"MOVIC DAVKAZA MATI AJA LU SONO!" teriak Cantika kesal dan kemudian terdengar tawa dari kamar Movic.


Movic Ajg! Tau gini gua bisa nginep di rumah Faisal. -Cantika


Hahahahahaha -Movic


\=\=\=\=\=\=


Penuh dengan moment yang menyenangkan & Untuk saat ini aja sih atau berkelanjutan? :v

__ADS_1


Cuma Tuhan dan Author doang yang tau😅


__ADS_2