
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READINGđź’ś...
..............
"Gimana? Cantika cocok kan jadi sekretaris lu?" Tanya Guntur.
"Cocok kok." Jawab Movic sambil menyeringai kearah Cantika.
Cantika yang melihat itu memasang wajah gelisah. "Tuh kan Tik, gue jamin lu bakalan jadi sekretaris dia." Bisik Wendy.
Cantika hanya menganggukkan kepalanya, padahal hatinya mengumpat Guntur dan Wendy.
"Gimana Vic temen gue diterimakan jadi sekretaris lu kan?" Tanya Wendy.
“Iya gue terima." Dengan smirk terpampang diwajah Movic.
Cantika hanya menghembuskan nafasnya pasrah dan ingin rasanya Cantika berkata tidak untuk menjadi sekretaris Movic, tapi Cantika tidak ingin mengecewakan Wendy yang sudah membantunya.
"Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik Ms. Beautiful." Ucap Movic sambil Smirk dan mengulurkan tangannya ke arah Cantika, langsung dibalas oleh Cantika.
"Yeay Cantika gak akan jadi pengangguran lagi yuhuuuuuu." Wendy tersenyum senang.
__ADS_1
"Eung Wen gue ke toilet dulu ya.” Pamit Cantika.
Movic memandangi Cantika yang berlari kecil ke toilet, ia pun segera mengikuti Cantika dan Movic pun menunggu Cantika di depan toilet wanita.
...2 menit kemudian...
Cantika yang baru keluar dari toilet terkejut ketika melihat Movic ada di depan toilet.
"Ngapain lu disini?!" Tanya Cantika sebal.
"Wuuhhhh selow aja kali, lu lupa gue tuh bos lu?" Ucap Movic tersenyum menyeringai.
"Gak." Jawab Cantika.
"Gue cuma mau bilang sesuatu.” Ucap Movic.
"Ma...u Ng.. Ngomong apa....an?" Ucap Cantika terbata-bata.
Movic segera memajukan wajahnya membuat mata Cantika melotot.
"Siap-siap dengan kejutan yang akan gue kasih buat lu." Bisik Movic dan segera meninggalkan Cantika yang mematung.
Cantika terdiam mematung dengan mata yang membelalak dan Cantika tentu tahu dengan kejutan yang dimaksud Movic, ia harus berhati-hati juga menyiapkan mentalnya dari sekarang.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cantika memandang kesal ke arah Movic, baru saja dia keluar dari apartemennya Movic sudah memberinya setumpuk dokumen yang harus dibawanya.
Cantika hanya bisa pasrah, ingin marah Movic itu bosnya, ingin protes takut gajinya di potong.
“Buruan jalannya! Lelet!" Ucap Movic tegas.
Cantika pun langsung berjalan dengan cepat, mengabaikan Movic yang mengejarnya dari belakang.
Baru saja Cantika membuka pintu mobilnya, Movic memberi isyarat kepada Cantika untuk menutup pintunya kembali. Cantika memasang wajah heran tak mengerti maksud Movic.
“Tutup pintu mobilnya, pake mobil gue aja!" Ujar Movic dan langsung pergi ke arah mobilnya terpakir. Cantika pun hanya bisa pasrah dan mengikuti Movic.
"Sini dokumennya.” Pinta Movic, Cantika memasang wajah heran kembali. "Siniin elah, malah bengong lu!" Pinta Movic kembali.
Cantika pun segera menyerahkan tumpukkan dokumen itu ke Movic dan segera membuka pintu belakang mobil.
Saat Cantika ingin masuk, ia didorong pelan oleh Movic dan Movic pun segera masuk ke dalam mobilnya.
"Lu yang nyetir.” Perintah Movic sambil menyerahkan kunci mobilnya ke Cantika. Cantika pun segera masuk ke dalam mobil Movic.
Cantika yang awalnya menyetir dengan tenang dan tiba-tiba tersenyum licik, ia segera menambah kecepatannya.
__ADS_1
Mengerjai Movic yang sedang membaca dengan tenang bukan pilihan yang buruk kan?
"HEH LU MAU GUE MATI?! JANGAN KENCENG-KENCENG JALANINNYA WOY!!!" Teriak Movic.