
"Ups! Maaf menganggu!"
Felix menoleh, matanya melebar begitu menangkap siapa sosok yang tengah berdiri mematung didepan pintu.
Felix segera menjauhkan badan nya dari Yura kemudian merapikan kaus putih dan juga rambut nya.
"Friska." ujar Felix kaget.
"M-maaf menganggu, s-sepertinya aku s-salah masuk ruangan.” Kata Friska terbata.
Friska tersenyum kikuk, kemudian ia mundur dan pergi meninggalkan ruangan itu. "Friska! tunggu aku bisa jelaskan!"
Saat Felix hendak menyusul Friska, tangan nya di cekal oleh Yura. Felix menatap Yura dengan tatapan dingin nya.
"Kau mau kemana? Apa kau tak ingin menuntaskan ini hm?" Ujar Yura dengan suara yang ia buat lirih, seolah menggoda Felix.
Tapi, bukan nya tergoda Felix justru menatap Yura datar, “Aku sudah tidak ingin. Permisi"
Felix melepas cekalan Yura dan segera pergi menyusul Friska.
...________________...
__ADS_1
...FRISKA POV...
Aku mendecak sebal, saat salah satu teman Felix memanggil ku di perpustakaan tadi. Kalau tidak salah, namanya Edgardo? Edi? Edgar? Ah masa bodo, siapapun itu aku tidak peduli.
Si Edgar itu menitipkan sebuah bungkusan kepada ku, ia meminta ku untuk memberikan nya kepada Felix. Aku sempat menolak, karena aku memang sedang malas bertemu pria kemasan sachet mini itu.
Tapi si Edgar itu terus memaksa ku. Bahkan sampai memohon, katanya ia sedang buru-buru karena ia memiliki urusan makanya ia menyuruhku untuk memberikan bungkusan ini kepada Felix.
Aku pun pasrah, karena pria itu terus memaksa. Setelah mengucapkan terimakasih, Edgar pun segera pergi dan menitipkan bungkusan nya pada ku.
Aku sempat penasaran, apa isi bungkusan ini? Namun aku tidak berani membuka nya, karena aku tau, barang ini bukan milik ku dan lagi, aku tidak selancang itu untuk membuka barang orang lain.
Akupun segera berjalan ke kelas Felix. Aku heran, mengapa Edgar tidak memberikan bungkusan ini saat di kelas saja? Bukan nya mereka sekelas?
Ketika aku akan masuk, aku seperti melihat seseorang. Ah, mungkin dua orang? Entahlah. Bayangan nya tidak terlalu jelas.
Haruskah aku masuk? Atau menunggu Felix di luar?
Tapi sampai kapan? Bahkan aku tak tau pria itu ada dimana
Tapi tadi Edgar bilang, Felix sudah datang dan menunggu nya di kelas.
__ADS_1
Hah, ini membingungkan. Tapi biar saja lah, akan aku cek terlebih dahulu. Siapa tau Felix memang sudah datang dan bila aku sudah bertemu dengan nya, aku bisa lekas pergi kembali ke kelas ku.
Aku memutar knop pintu dan membuka nya, namun baru saja aku melangkahkan kaki ku untuk masuk.
Aku sudah di sambut oleh pemandangan, yang sama sekali tak pernah terlintas di otak ku. Lagi dan lagi, aku memergoki Felix yang sedang bercumbu bersama wanita.
“Ups! Maaf menganggu!"
Refleks aku mengatakan itu. Sialan! Kenapa aku harus bersuara?
Seketika Felix menghentikan aktivitas nya dan menatap ku terkejut. "Friska?" Aku bingung dan entah mengapa dada ku mendadak terasa sakit.
"M-maaf menganggu, s-sepertinya aku s-Salah masuk ruangan"
Aku hanya tersenyum kikuk, kemudian segera pergi meninggalkan ruangan itu.
Ah sial! Mengapa aku tiba tiba merasa
"Friska! Tunggu aku bisa jelaskan!"
Aku mendengar Felix meneriak kan namaku, namun aku tidak peduli. Aku terus berjalan dan berusaha menjauh dari ruang kelas Felix
__ADS_1
Ya tuhan, Mengapa hati ku terasa sakit? Apa aku sudah menyukai Felix? Apa aku sudah memiliki rasa padanya?
...End FRISKA POV...