Boss

Boss
SEASONS 2 : Bulan Madu?


__ADS_3

Friska menunduk kan kepalanya, kemudian tersenyum lirih. "Ah..aku mengerti ayah. Um, aku juga meminta maaf, karena aku Farel jadi pergi. Karena ku, ayah dan ibu harus mengalami kejadian seperti ini. A-aku.. Aku benar benar meminta maaf. Ini juga salah ku, yang terlalu gegabah menerima tawaran ayah, karena aku terlalu menyayangi ayah. S-seharusnya, aku memikirkan perasaan ayah dan ibu terlebih lagi Farel." Ucap Friska menautkan jari jarinya sambil terus menunduk.


Beruntung nya saat itu, para tamu mengerti saat Movic menjelaskan bahwa ada kesalahan saat mencetak undangan.


Terpaksa Movic berbohong, karena bagaimanapun ini menyangkut nama keluarganya dan dengan cepat Movic meminta bantuan kepada teman nya untuk segera merubah nama buku nikah menjadi nama Felix.


Movic sangat bersyukur, karena ia memiliki banyak relasi dan untuk melakukan hal seperti ini bukanlah suatu hal yang sulit.


Cantika tersenyum. Ia menggenggam kedua tangan Friska dan mengelusnya lembut.


"Sayang, ini bukan sepenuh nya salahmu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri dan lagi, kami pun sudah berjanji pada mendiang ayah mu, kami tidak mungkin mengingkari janji bukan? Jadi, tak apa. Lagipula, pernikahan ini tetap terlaksana kan? Walau bukan dengan Farel, tetapi Felix juga putra ku. Dan lagi, kalian berdua sudah saling mengenal bukan?"


Cantika menatap Friska dan Felix bergantian dan tak lupa senyum hangat tak pernah lepas dari wajah nya.


Felix dan Friska saling melirik satu sama lain dan entah mengapa pipi Friska terasa panas saat Felix memandangnya lekat.

__ADS_1


"Iya bu, um kami memang sudah saling mengenal sebelum nya. Bukan begitu, sayang?"


Friska menatap Felix terkejut saat pria itu memanggil nya sayang. Dan apa-apaan ini?.


Felix menggenggam tangan nya?!


Felix tersenyum simpul. Dan menatap Friska dengan kerlingan matanya, "Kau!" Gumam Friska.


"Ya? Ada apa sayang?" Jawab Felix dengan nada menggoda nya. Friska mengerjapkan matanya beberapa kali, pusing menghadapi Felix.


"Pasti sayang. Mereka kan pengantin baru, wajar saja jika mereka sedang bersikap manis seperti ini. Benar bukan Fel?" Tanya Movic.


Friska hanya tersenyum kikuk. Sementara Felix, ia tersenyum dengan begitu bangga nya.


Friska meminum teh yang berada di depan nya entah mengapa pembicaraan ini, membuat tenggorokan nya terasa kering.

__ADS_1


"Ohiya, kapan kalian akan melaksanakan bulan madu?"


Uhuk!


Friska tersedak, mendengar pertanyaan Cantika. "Ibu sudah tidak sabar, ingin menimang cucu cucu kalian.”


Pipi Friska kembali memerah. Ah sial! Mengapa topik ini harus ada dalam pembahasan sih?


Felix tersenyum, melihat Friska yang mendadak salah tingkah dan Felix mengerti, pertanyaan ini pasti sensitif untuk para wanita yang baru saja menikah. Karena.. Ya.. Jika ingin memiliki bayi maka harus.


Oke Felix, berhenti berpikir hal kotor dulu! Ini bukan saat untuk berfikir yang tidak-tidak. Sabar, semua ada waktunya.' Ucap Felix dalam hati.


"Um ibu, sepertinya kami tidak akan melaksanakan bulan madu dalam waktu dekat bu. Karena Friska masih sibuk dengan kuliah nya begitupun aku dengan kuliah dan perkerjaan ku pun sedang tidak bisa ditinggalkan minggu ini." jawab Felix.


Friska memandang Felix heran. Felix menolong nya?

__ADS_1


Tapi, tak apa. Setidaknya, ia tidak harus melaksanakan acara bulan madu itu untuk waktu yang dekat bukan?


__ADS_2