Boss

Boss
SEASONS 2 : Tak ada kesan Gantengnya


__ADS_3

Hehehe Author is back😁 Maafkan Hamba yang gak pernah Update nih Novel🙏 Saya sibuk kerja dan merawat Mamah saya yang sedang sakit:( Mohon Doanya semoga Mamah Author Sehat kembali Aminnn.....


Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.


...HAPPY READING💜...


................


"Bodoh bagaimana maksud mu?" Tanya Sofia. Friska mengalihkan pandangannya dari para mahasiswi itu dan menatap kearah Sofia.


"Mereka itu bodoh Sof. Kenapa mereka bisa tertarik dengan para pria konyol itu? Menurutku mereka hanya lah lelaki biasa. Tak ada kesan Gantengnya dari diri mereka" ujar Friska.


Sofia membuka mulut nya mendengar ucapan Friska, "Apa kau bilang, tidak Ganteng?!" Pekik Sofia.


Friska hanya mengangguk santai sambil meminum jus alpukat nya. "Friska kau buta?! Mereka itu sangat sangat amat lah Menarik dan Berkharisma Friska ! Mereka tampan, kaya, populer! Bagaimana bisa kau menyebut mereka lelaki biasa?” Friska hanya memutar kedua bola mata nya malas.

__ADS_1


"Mereka memang tidak menarik bagiku Sofia. Mereka hanya lelaki br*ng*ek yang suka mempermainkan wanita. Kau lihat." Friska menarik dagu Sofia agar Sofia melihat ketujuh pria itu.


“Kau lihat Sofia? Betapa menjijikan nya mereka. Mereka selalu tebar pesona. Apalagi si Davkaza sialan itu! Kau lihat? Dia selalu mengedipkan sebelah mata nya dan tersenyum sok manis seperti itu. Dia sudah seperti para om-om gadun yang senang bermain ke club malam" kata Friska.


Sofia menggelengkan kepalanya, ia tak setuju dengan perkataan Friska. Bagaimana bisa, lelaki setampan mereka disebut Om?


"Kurasa otak mu mulai terbalik Fris, bagaimana bisa? Felix Erina Davkaza kau sebut Om? Bahkan dia terlalu tampan untuk dikatan Om, Friska" bela Sofia.


"Pftt, apa kau bilang? Tampan? Hell no! Wajah nya sama sekali biasa saja, kurasa dia lebih pantas di sebut pedofil daripada Om" hina Friska.


Tiba-tiba ketujuh pria itu melewati bangku Sofia dan Friska. Sofia menatap mereka kagum dan sedangkan Friska menatap mereka tajam layak nya Friska akan membunuh mereka saat itu juga.


Friska mempertajam tatapan nya, ketika Felix melihat kearah nya. Sungguh, ia membenci lelaki bertubuh kurang tinggi itu. Friska masih mengingat kejadian di apartemen nya tadi.


"Astaghfirullahaladzim! Mereka duduk di dekat kita Fris! Huh...huh..” Pekik Sofia tertahan.

__ADS_1


Friska menengok kearah meja yang hanya berjarak beberapa meter dari meja nya. Ternyata para lelaki populer itu duduk di meja yang hanya berjarak dari satu meja di samping Friska.


Friska tetap menatap mereka semua sinis dan sementara Sofia, dia sudah salah tingkah sendiri.


Friska melihat kearah Felix dan bisa Friska liat, Felix juga menatap kearah nya. Felix menatap Friska dengan tatapan nakalnya. Tapi Friska tak peduli, justru ia mendelik sinis kearah Felix.


"Ohiya gue lupa memberitahu kalian Bang." kata Pandji yang memulai percakapan


"Lusa orang tua gue pergi ke Eropa dan mereka akan pergi selama... Sekitar 3 atau 5 bulanan sepertinya” ujar Pandji


"Wah? Really? Bagaimana jika kita kumpul di rumah Pandji saja sampai orang tuanya kembali?" timbal Lutfi


"Lu benar Lut, bagaimana jika kita berpesta di rumah Pandji?" Usul Zaiman


"Setuju!" Jawab semua serempak.

__ADS_1


-minus Pandji.


__ADS_2