Boss

Boss
SEASONS 2 : Indomie?


__ADS_3

Sial! Kenapa keringat nya sangat menggoda? Dan bibir itu? Mengapa bibir nya mendadak sangat seksi jika dalam keadaan bengkak seperti itu?


Sadar Friska sadar! Dia itu musuh mu! Dia itu buaya darat! Kau harus ingat itu!


Friska kembali mengumpulkan kesadaran nya. Ayo sadar Friska sadar!


"Kau datang rupa nya" ucap Felix sambil tersenyum miring.


Kesadaran Friska kembali, begitu mendengar perkataan Felix. Apa maksud dari perkataan nya?


"Sejujurnya jika aku tak ingat sekolah musik ku gak akan aku datang kesini dan aku tak kan sudi menginjak kan kaki ku di apartemen menjijikan ini" ujar Friska penuh penakan.


Felix hanya tersenyum mendengar perkataan Friska. Dasar gadis ini, "Ya ya, terserah dirimu Friska, yang terpenting kau sudah di apartemen ku sekarang."


"Mengapa kau menyuruh ku datang di saat kau sedang berduaan dengan seorang wanita, Felix? Kau sudah gila?!" Pekik Friska


"Maksud mu?"


Friska berdecih, dasar pria ini. Dia memang selalu bisa menyulut emosi Friska.


"Jangan kau pikir aku tak tahu apa yang habis kalian lakukan!" Ujar Friska.


Felix terdiam mencoba mencerna perkataan Friska. Namun sedetik kemudian ia paham dan kemudian sebuah senyum miring tercetak di wajah tampan nya. Menggoda Friska tak ada salah nya bukan?

__ADS_1


"Memang nya apa yang aku lakukan?" pancing Felix


Mulut Friska langsung tertutup rapat. Sialan! Dia termakan ucapan nya sendiri


"Memang nya apa yang aku lakukan nona?" Tanya Felix lagi


Putar otak mu Friska! Ayo! Berfikir!


Tak lama Friska mendapat sebuah jawaban,"Rambut dan bibir mu sudah menjelaskan semua nya tuan Felix! Jangan pura-pura bodoh!" Ujar Friska sengit.


"Memang nya ada apa dengan bibir ku? Bibir ku kenapa?Apa ada sesuatu yang salah? Bisa kah kau memberitahu ku apa penyebab nya?" Tanya Felix dengan ekspresi yang dibuat sepolos mungkin.


Friska kelimpungan. Lagi dan lagi Felix berhasil mengalahkan nya. "Ck! Jangan berpura-pura bodoh Felix! Kau pikir, aku tak tau isi otak udang mu?"


"Apa yang kau ingin kan? Jangan membuang waktu ku!" Ujar Friska to the point.


"Masakan aku Indomie, aku ingin makan Indomie Kuah malam ini" titah Felix.


Sontak perkataan Felix membuat Friska membuka mulut nya lebar. Apa pria ini sinting?


“Hah? Kau menyuruh ku datang kemari hanya untuk memasak Indomie?!"


“Memang nya kenapa? Cepatlah memasak, aku lelah. Tenaga ku terkuras, sehabis bercinta" ujar Felix dengan enteng nya.

__ADS_1


Friska semakin membuka lebar mulut nya. Ia menatap Felix dengan tatapan kesal, marah, bingung, benci semua nya menjadi satu.


Friska menghentak kan kaki nya kesal dan berlalu kearah dapur.


"Dasar gila!" Gumam Friska


"Aku mendengar nya nona Friska" teriak Felix.


Friska hanya mendelik sinis sambil terus mengumpat di dalam hati dan sejujurnya jika memenggal kepala seseorang tidak dosa, Friska sudah memenggal kepala Felix satu detik yang lalu.


Namun mengingat bahwa  Friska masih punya banyak dosa, jadi ia mengurungkan ide brilian nya itu.


Tak butuh waktu lama, dalam 10 menit Mie Instan permintaan Felix pun sudah jadi.


"Fel! Felix!!" Panggil Friska


"Ada apa?" Teriak Felix dari dalam kamar.


"Mie instan nya sudah jadi! Keluar lah!" Teriak Friska.


"Taruh saja di meja ruang tamu!" Perintah Felix.


"Cih menyusahkan!" Gerutu Friska.

__ADS_1


__ADS_2