Boss

Boss
SEASONS 2 : Bukan Prioritas nya


__ADS_3

Felix masih belum menghilang senyum miring nya. Kemudian ia menatap Friska menggoda sambil mengangkat satu alis nya.


"Okay girl, kita lihat saja siapa yang akan menang di akhir nanti. Kau atau aku yang akan menjadi pemenang nya"


____________


Tak terasa 1 bulan lagi pernikahan Friska dan Farel akan segera dilaksanakan, keluarga Davkaza dan juga bibi Dona sudah menyiapkan segala nya dengan baik.


Mereka sangat antusias dengan pernikahan ini dan mau tidak mau Friska pun harus seperti itu juga, sejujurnya Friska tidak terlalu menginginkan pernikahan ini.


Mengingat usianya masih 21 dan Friska masih harus mengurusi kuliah juga sekolah musiknya.


Farel juga terlihat sama atau bahkan mungkin dia sangat tidak menginginkan pernikahan ini dan Friska dengar dia sudah memiliki kekasih, hubungan mereka sudah terjalin sejak masa sekolah menengah.


Ia merasa tidak enak jujur dan Friska merasa sudah menghancurkan hubungan indah mereka. Namun Friska bisa apa?


Untuk membatalkan perjodohan ini pun Friska sudah tidak bisa, karena bibi Dona dan paman Movic sudah menyiapkan segalanya.


Selama ini sikap Farel memang terkesan cuek tapi Friska mengerti. ia yakin lambat laun dia juga bisa menerima Friska nanti nya.


"Friska."


Friska tersentak, kemudian menoleh kearah Sofia yang ternyata sudah memanggil Friska sejak tadi.


"Ponsel mu terus bergetar. Aku rasa ada sesuatu yang penting"


Buru-buru Friska mengambil ponselnya yang di letakan di meja dan puluhan notifikasi chatting telah memenuhi layar ponsel Friska.


Dan ternyata, itu adalah pesan dari bibi Dona. Mata Friska langsung tertuju pada pesan terakhir yang dikirim bibi Dona


๐Ÿ“ฉBibiku Tersayang: Friska jangan lupa pukul 4 sore kita akan fitting gaun pernikahan mu


Demi kebodohan nya Sofia!

__ADS_1


Aku lupa!


Aku segera mengecek arloji ku Dan, Astaga!


Sekarang sudah pukul 4.10


Matilah kau Friska Kamila Adiwangsa!


Farel pasti semakin tidak menyukai mu!


Friska segera memasukan buku-buku ku dan peralatan ke dalam tasnya. "Ya! Friska. Mengapa kau buru buru sekali?" Tanya Sofia


"Aku lupa, aku ada janji hari ini. Maaf karena aku pulang lebih dulu. Aku menyanyangi mu. Aku pergi!"


Setelah memeluk Sofia dan Friska segera bergegas keluar untuk mencari taksi, namun baru saja Friska keluar gerbang sebuah panggilan memberhentikan langkahnya.


^^^๐Ÿ“žFriska: "Ya, Halo?"^^^


๐Ÿ“ž "Kau dimana?"


Friska segera menarik ponsel dari telinganya dan benar, ternyata Felix Erina Davkaza lah yang menelepon Friska.


^^^*๐Ÿ“ž*Friska: "Aku sedang malas berdebat dengan mu. Jadi tolong jangan menganggu ku, kali ini sajaโ€^^^


*๐Ÿ“ž*Felix: "Aku tanya, kau dimana bodoh! Bukan mengajak mu untuk berdebat dengan ku!"


^^^*๐Ÿ“ž*Friska: "Ck! Pikirmu aku sedang dimana?" Jawab Friska ketus^^^


Terdengar helaan nafas dari sana.


๐Ÿ“ž Felix: "Dasar gadis bodoh!"


^^^*๐Ÿ“ž*Friska: "YAK! APA KAU BI-"^^^

__ADS_1


Tut..tut..tut..


Friska menatap ponsel nya dengan kesal. Sialan! Dia memang selalu bersikap seenak nya, baru saja Friska akan menyebrang.


Sebuah BMW mewah sudah berhenti di hadapan Friska dan Friska mendengus sebal ketika sang pemilik mobil menurukan kacanya.


Dan dia lagi!


Dia lagi!


mengapa Friska selalu bertemu dengan nya disaat ia sedang punya urusan penting sih?!


โ€œHai nona manis" sapa Felix genit sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Friska


Sumpah!


Aku mual!


Friska memutar kedua bola mataku malas. Merasa muak dengan pria ini.


"Felix, hanya sekali ini saja aku mohon. Tolong jangan mengganggu ku, aku sedang ada urusan penting dan aku tidak punya waktu untuk menanggapi sikap menyebalkan mu itu. Jadi pergilah" pinta Friska


Demi apapun! Friska sedang malas berdebat dengan nya


"Naik" ujarnya tiba-tiba


Friska memandang nya bingung. Dia ini kenapa sih?


โ€œNaik lah. Aku yang akan mengantarkan mu ke butik" ujar nya


Friska terkejut! Apa katanya? Dia yang akan mengantarkannya?


Felix memutar kedua bola matanya malas, sama seperti ku tadi

__ADS_1


"Farel sedang ada urusan, jadi dia tidak bisa menjemput mu. Lagi pula kau bukan prioritas nya. Jadi untuk apa dia membuang membuang waktu, hanya untuk sekedar menjemputmu?โ€ Ucap Felix mengejek.


__ADS_2