
Setelah makan dengan lahapnya, wajah Cantika kembali murung. Mungkin teringat sang mantan?
Iya dia teringat akan Rendy yang tiba-tiba muncul di hadapannya, rasa sakitnya tiba-tiba datang dan kalian tau kan bagaimana rasanya Saat orang yang pernah kalian sayangi datang dikehidupan kalian dengan tiba-tiba sehingga begitu mengejutkan? Ya, Cantika terkejut dan membuat hatinya sakit lagi.
Cantika menghembuskan nafasnya pasrah, Rose, Karina dan Wendy yang melihat itu segera memeluk Cantika dan mencoba memberikan ketenangan untuk Cantika.
Sedetik kemudian Cantika menangis di dalam dekapan sahabat-sahabatnya itu.
"Ren....dy....hiks....da....teng....hiks....lagi....hiks..." Ucap Cantika sambil terisak-isak.
"Iya kita tau." Jawab Rose sambil terus mencoba menenangkan Cantika. "Tik lu masih sayang ke Rendy?" Tanya Karina to the point.
“Enggak."
"Kok gua rasa lu masih sayang ya ke dia." Ucap Wendy.
"Di bilang enggak juga!" Ucap Cantika dengan nada marah.
"Kalo lu gak sayang dia, lu gak akan kayak gini, merenung terus sampe lupa dengan seseorang yang Sedang ada di hidup lu, Movic." Ucap Rose.
"Movic?" Lirih Cantika.
"Lu gak tau kan seberapa khawatirnya dia disaat lu kayak gini memikirkan tentang Rendy Rendy itu?" Tanya Karina dengan wajah datarnya.
Cantika hanya menggelengkan kepalanya. "Ck, kan lu hanya fokus dengan kedatangan Rendy lagi sampe lupa dengan Movic." Kata Wendy sebal.
"Gua gak lupa Movic kok, gua selalu inget dia dihati gua. Gua selalu mencintai Movic. Ya mungkin saat ini gua memang lupa dengan Movic, tapi itu bukan berarti gua masih sayang sama Rendy. Lu tau kan seberapa berharganya Rendy dihidup gua dulu? Gua hanya kaget dengan datangnya lagi Rendy di hidup gua. Rendy terlalu datang dengan tiba-tiba, sehingga membuat gua lupa dengan fokus gua saat ini." Jelas Cantika panjang lebar dengan matanya yang mulai berair.
Mereka pun berpelukan memeluk Cantika lagi. "Movic di....ma...na?" Tanya Cantika tiba-tiba sambil melihat ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
"Dia di apartemennya lah.” Jawab Karina. " Kenapa Emangnya?" Tanya Wendy.
"Ba..gus..lah....hiks...ka..lo dia...hiks...gak di..si..ni, ja..di....hiks..di..a gak Li..at mu...ka gu..a yang la...gi je...lek huaaaa.” Ucap Cantika yang terisak-isak dan membuat ketiga sahabatnya melepaskan pelukannya, hanya memandang Cantika dengan tatapan datarnya. _-
"Sekarang gua minta lu ketemu sama Movic, lu harus bisa bikin dia tenang dengan melihat lu." Ucap Karina.
"I....iyaa..." Ucap Cantika.
"Sekarang gua bakalan minta Movic buat datang kesini." Ucap Rose.
"Dan tentunya kita akan pulang, karena kita udah males buat ngehibur lu." Ucap Karina.
"Dasar temen, sleding aja dulu lama lama gua senyumin." Ucap Cantika datar.
Kebalik Tik__---
__________
Movic menekan bel apartemen Cantika dan Cantika pun segera membuka pintu apartemennya.
Tiba-tiba Cantika memeluk Movic dengan sangat erat, membuat Movic terkaget.
"Can---tika?"
“Mas Movic jangan tinggalin aku ya." Ucap Cantika tiba-tiba.
"Gak akan kok, aku akan selalu disini, disisi untuk kamu." Ucap Movic membalas pelukan Cantika tak kalah erat.
Beberapa menit kemudian mereka masih tetap berpelukan. "Tik..." Panggil Movic
__ADS_1
"Apa Mas?" Jawab Cantika masih nyaman berada dipelukan Movic.
"Kamu belum mandi ya? Kok ada bau bau apa gitu." Ucap Movic biasa aja tanpa dosanya.
"IHHHHHHHH MOVICCCCCCCCC."
______
“Kamu udah gak sedih lagi sekarang kan?" Tanya Movic kepada Cantika.
Cantika menoleh ke arah Movic yang sedang ada disampingnya. Ya mereka sedang menonton tv, sedang menghabiskan waktu berdua.
"Enggak." Jawab Cantika singkat. "Jangan pernah bersedih lagi ya Tik." Pinta Movic serius.
"Kenapa Emangnya Mas?" Tanya Cantika.
"Karena itu menyakiti hatiku saat kamu menangis untuk seseorang yang tak penting dihidupmu Tik. Jangan menangis, air matamu terlalu berharga jika dikeluarkan untuk si dia. Kau tau Tik? Aku akan selalu ada disana untuk menjagamu dan tentunya menghiburmu dikondisi apapun, karena aku mencintaimu Tik." Ucap Movic sambil memegang pipi Cantika, menghapus air mata Cantika yang tiba-tiba keluar.
Cantika tersenyum haru mendengar ucapan Movic, iapun memeluk Movic lagi. "Iya Mas Movic, aku juga cinta kamu kok dan aku janji gak akan ngeluarin air mataku untuk orang yang tak berguna. Maaf aku selalu bersedih untuk orang lain padahal ada kamu dihadapan aku. Maaf ya Mas." Ucap Cantika.
"Tak apa, lupakan yang lalu. Ingat aku disini untukmu Tik. Sekarang hanya aku dan kamu, kau adalah milikku Tik." Ucap Movic menekankan bahwa Cantika adalah miliknya.
Cantika hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum senang karena Movic akan selalu ada disisinya.
"Btw, tumben kamu manggil aku saat penampilanmu Kucel gini?" Ucap Movic sambil cengengesan.
"Karena aku takut kehilangan kamu, Mas." ucap Cantika.
"Tapi kan jangan se kucel gini juga kali." Ucap Movic dengan wajah tanpa dosanya.
__ADS_1
"OH KAMU GAK SUKA GITU KALO AKU PENAMPILANNYA KUCEL GINI? OKE FINE-FINE!!! CARI AJA SONO CEWE YANG LAIN! IHHHH DASAR NYEBELIN YA KAMU! Bla bla bla bla bla bla" Teriak Cantika.
Movic hanya menutup telinganya karena Cantika terus mengomel, di dalam hatinya Movic berkata "dasar cewek."