Boss

Boss
SEASONS 2 : The Power Of Friska Kamila Adiwangsa


__ADS_3

Bibi Dona pun menghela nafas dan tersenyum, "Baiklah aku percayakan padamu. Tapi jangan terlalu memaksakan juga Friska."


"Iya bibi, kalau begitu aku pergi dulu" Friska menyalami tangan bibi Dona dan bergegas.


"Friska tunggu! "panggil Bibi Dona. Friska yang sudah memegang pintu pun mendadak berhenti.


"kenapa bi?"


"Kau belum menghabiskan sarapan mu!" Teriak bibi Dona. Friska pun tertawa kecil.


"Tak apa bibi, nanti saja aku sarapan di jalan. Kalau begitu aku pergi. Bye Bi!"


"Iya! Hati-hati di jalan!" Ujar bibi Dona. Friska hanya tersenyum kemudian pergi.


___________


Setelah mendapatkan alamat perusahaan nya, Friska segera bergegas menuju kesana.


Semoga dengan cara ini, ia bisa tetap mempertahan kan sekolah musik nya. Tak begitu lama, Friska sudah sampai di sebuah gedung tinggi dan kira kira lantai nya lebih dari 10 lantai. Friska berjalan menuju pintu besar yang ada di depan nya.


"Permisi nona" ujar salah satu satpam.


"Eh iya"


"Ada keperluan apa anda kesini?" Tanya satpam itu dengan nada yang tegas


"Saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini pak, apakah bisa?"


"Maaf nona, apakah kau sudah membuat janji sebelum nya?" Friska menggeleng pasrah. Ia lupa menghubungi CEO Perusahaan megah ini.


"Tapi saya harus bertemu dengan nya pak, ini penting" mohon Friska


"Maaf nona tidak bisa."

__ADS_1


"Ayolah pak, ini demi hidup dan mati saya. Saya harus bertemu dengan pemiliki perusahaan ini pak"


"Maaf nona tidak bisa, kecuali nona sudah membuat janji dengan nya. Jika belum, maaf nona harus pergi dari sini." Friska terdiam. Ia tak mau pergi begitu saja, sudah jauh jauh ia kemari dan menyerah begitu saja?


Oh no! Itu bukanlah seorang Friska Kamila Adiwangsa. "Pak saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini!"Tegas Friska.


"Tidak bisa. Lebih baik nona pergi saja dari sini." Friska mulai emosi, sejujurnya sejak tadi Friska sudah kesal.


Mati-matian ia menahan amarah nya, namun kesabaran nya sudah habis. Pokoknya ia harus bertemu dengan CEO itu.


"Jika saya tidak bisa bertemu dengan CEO itu, saya akan menunggu nya" Ujar Friska kesal.


"Tidak bisa nona, kau harus pergi" usir sang satpam.


"Tidak! Saya tidak akan pergi sampai saya bisa bertemu dengan nya. Hanya bertemu sebentar, sesulit itukah?!" Emosi Friska terluapkan sudah. "Tidak bisa nona."


"Saya akan menunggu nya!"


"Maaf nona tapi anda harus pergi dari sini" Emosi Friska semakin naik, ia benar-benar kesal sekarang. Tidak bisa kah satpam ini mengerti bahwa ini sangat penting untuknya?


Akhirnya ia mencoba menghubungi atasan nya itu, "Permisi pak, maaf menganggu. Tapi disini ada yang ingin bertemu dengan anda." ujar sang satpam melalu walkietalkie nya.


"Siapa? Apa dia sudah memiliki janji dengan ku?"


"Seorang gadis ingin bertemu dengan anda pak, sedari tadi ia ingin bertemu dengan anda."


"HEI KAU! JIKA AKU TIDAK SEGERA BERTEMU DENGAN ANDA, AKAN KU HANCURKAN KANTOR INI BESERTA OTAK DAN JUGA TUBUH ANDA!" Ancam Friska.


"Jadi bagaimana pak?" Tidak ada jawaban, sepertinya atasan nya sedang memikirkan keputusan nya


"Yasudah, bawa ia masuk"


_________

__ADS_1


Setelah mendapat persetujuan, Friska pun masuk ke kantor besar itu diantar oleh satpam yang tadi bercekcok dengan nya. Friska harus menaiki lift, karena ruangan CEO itu terletak di lantai 10.


Ting!


Pintu lift pun terbuka, Friska segera keluar dari lift dan mengikuti jalan satpam itu.


Sampai akhirnya ia berhenti di depan sebuah ruangan dan jika dilihat dari pintunya, ruangan ini cukup luas dibandingkan ruangan ruangan yang ada di kantor ini. Di depan pintu diberi stiker.


°Yang tidak berkepentingan dilarang masuk°


Tak lama satpam tadi pun sudah keluar dari ruangan itu, "Kau boleh masuk."


"Thanks." jawab Friska sinis. Friska pun masuk tanpa melihat kearah satpam tadi dan Ia masih kesal atas kejadian tadi.


Setelah masuk, ia melihat seorang wanita sedang berbicara dengan seseorang dan seperti nya wanita itu adalah sekretaris disini.


Namun, Friska tidak bisa melihat wajah CEO muda itu. Wajahnya terhalang oleh badan sang sekretaris.


Cukup lama mereka berbincang, hingga akhirnya sekretaris itu pun keluar.


"Kau yang ingin bertemu dengan ku?" Friska yang sedang bermain dengan ponselnya pun langsung berhenti begitu mendengar suara yang tidak asing bagi nya. Ia pun mengangkat kepala nya dan...


"Kau"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


The Power Of Friska Kamila Adiwangsa😂


Update nya segini dulu ya. Mau siap-siap berbuka puasa dan kalian jangan lupa berbuka puasa ya di kota kalian kalo udah adzan😬. Insya Allah kalo ada waktu luang ngetik lagi kok😊


Sambil nunggu Like, vote dan comment banyakan ya. Kalau mau yang update banyak nulis sendiri aja wkwkwk:v😅


Maaf kalau lambat update. Aktivitas real lagi berjibun.

__ADS_1


...SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA SEMUANYA😊...


Salam cinta dari Author:)


__ADS_2