
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READING💜...
.............
Friska tidak menghiraukan Felix yang terus memperhatikan nya. la hanya fokus mengemudi dan berharap bisa segera sampai tanpa terjadi hal apapun.
__________
"Sampai kapan kau akan berdiam di di depan mobil, bodoh!" Ujar Friska ketika mereka sudah sampai di apartemen milik Felix.
Namun sudah hampir 5 menit, Felix tak kunjung turun. la malah asyik menyenderkan badan nya di jok mobil.
"FELIX! Kamu mendengarkan ucapan ku tidak sih!!!" Bentak Friska.
"Kamu bodoh atau tolol Friska Kamila Adiwangsa?" kata Felix.
Friska membulatkan matanya dan menatap tajam Felix. Apa katanya tolol? Cih dasar pria tak tau diuntung! Dalam kondisi mabuk saja, ia masih sempat mengatai Friska.
__ADS_1
"Yak! Apa kau bilang? Tolol? Hei Tuan Felix Erina Davkaza yang terhormat! Yang seharusnya kau sebut bodoh itu, dirimu sendiri! Bukan aku" protes Friska.
Felix berdecak sebal, "Ck! kamu memang tolol Friska! Tidak kah kamu berpikir, kepala ku pusing dan aku tidak bisa berjalan! Kamu pernah mengurusi orang yang mabuk tidak sih?!"
Friska tidak membalas perkataan Felix, karena percuma mau sehebat apapun Friska melawan, Felix pasti akan membalas semua perkataan nya dan itu hanya membuat tenaga dan kesabaran Friska semakin mengurang.
Tanpa banyak bicara Friska memapah Felix dengan mengalungkan tangan Felix di pundak nya. Lalu ia memegang pinggang Felix agar tidak terjatuh.
Setelah mengunci mobil, Friska segera membawa Felix ke kamar nya dan asal kalian tahu, kamar Felix terletak dilantai atas.
Dan itu artinya Friska harus mengerahkan tenaga nya agar bisa membawa pria bajingan ini ke kamar nya.
Sekitar hampir 10 menit, akhirnya Friska berhasil membawa Felix ke ruangan milik nya dan Friska segera memencet digit password apartemen milik Felix dan membawa nya masuk.
Friska membaringkan Felix dikasur nya, terlihat nafas Felix yang mulai teratur. Cih!
Pantas saja tadi Friska merasa berat, ternyata pria keturunan Davkaza ini sudah tertidur, "Ck! Menyusahkan!" gerutu Friska.
Baru saja Friska hendak keluar, tangan nya sudah ditahan oleh Felix, "Kau mau kemana?" Tanya Felix dengan mata terpejam.
__ADS_1
"Pulang lah! Apalagi" balas Friska
"Memang nya siapa yang menyuruh mu pulang?" Friska mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Mencoba menahan emosi nya
"Kau kan sudah sampai dikamarmu, lalu apalagi?"
"Menginaplah disini Friska" Ucap Felix dengan membuka matanya yang menatap Friska.
"Apa?! Kau gila?! Tidak! Aku tidak mau!" tolak Friska.
"Ini perintah Friska" ujar Felix
"Tapi aku tidak mau! Enak saja! Nanti jika kau macam-macam padaku bagaimana!" Dengan tiba-tiba Felix menarik tangan Friska paksa, hingga tubuh Friska berada diatas Felix sekarang.
Jantung Friska berdetak dua kali lebih cepat. Wajahnya dan wajah Felix sangatlah dekat sekarang, bahkan hembusan nafas Felix sudah terasa di wajah Friska.
Friska semakin menahan nafas ketika tangan bantet Felix menyentuh pinggang nya dan memeluknya seolah mengurung Friska sekarang.
"Kamu pilih pulang ku hamilin kamu malam ini atau menginap." bisik Felix seduktif
__ADS_1
Friska menelan saliva nya kasar, sial! Apa-apaan pria ini.