Boss

Boss
SEASONS 2 : Sekolah musik itu adalah nyawa ku


__ADS_3

"Uncle, tidak bekelja? Uncle mau apa kesini?" Tanya Jefran lagi.


Felix tersenyum kemudian berjongkok mensejajarkan badan nya dengan Jefran


"Hari ini, uncle akan menemani kak Friska mengajar disini" ucap Felix


"Selius! Benalkah?" Pekik Jefran


Felix tersenyum sambil mengacak puncak kepala ponakan nya itu


"Kalau begitu, Ayo uncle! Teman teman ku sudah menunggu" Ucap Jefran yang langsung menarik tangan Felix dan membawanya masuk ke dalam kelas.


Sementara Friska, ia hanya bisa menghela nafas nya pasrah dan menerima kenyataan jika hari ini ia harus bersama pria menyebalkan itu selama seharian.


_____________

__ADS_1


Ternyata Felix tidak seburuk yang Friska pikirkan. Ia kira Felix hanya iseng untuk menemani nya mengajar dan akan menganggunya selama ia mengajar.


Namun semua perkiraan nya salah. Felix cukup pintar dalam hal musik dan buktinya tadi ia mengajar anak-anak tentang dasar not balok.


Dan respon anak anak cukup mengejutkan, ternyata mereka semua sangat menyukai Felix. Bahkan mereka memohon kepada Friska, agar Felix juga mengajar di sekolah musik nya.


'Felix Erina Davkaza, ternyata kau tak seburuk yang aku kira' Ucap Friska dalam hati yang memperhatikan Felix.


Setelah mengajar tadi, Felix memaksa Friska untuk makan siang bersama nya kemudian Felix meminta Friska untuk ikut ke kantor nya sebentar, untuk mengambil berkas yang harus Felix tandatangani.


" itu sekolah musik mu?" Tanya Felix.


"Iya, sebenarnya itu sekolah milik ayah ku" Jawab Friska. Felix melirik kearah Friska.


"Sekolah itu sangat berarti ya bagimu?"

__ADS_1


Friska melirik kearah Felix, pandangan mereka bertemu. Tapi tak lama Friska mengalihkan pandangan nya. Ia tersenyum sendu sambil sedikit menunduk.


"Sangat! Sekolah musik itu adalah nyawa ku. Sekolah itu adalah jantung ku. Aku rela melakukan apa saja untuk sekolah milik ayah ku, sekalipun aku harus menyerahkan nyawaku sendiri"


Felix terdiam, kemudian ia mengalihkan pandangan nya kembali kearah jalanan.


"Pantas saja, kau sampai rela datang ke kantor ku dan melakukan negosiasi." ucap Felix sambil terkekeh, mengingat bagaimana pertemuan kedua mereka yang sangat Felix sukai.


Friska mengehela nafas pelan, "Sekolah itu dibangun sejak aku menginjak kelas 3 SD. Saat itu aku sedang berulang tahun dan ayah bilang ia punya sebuah hadiah yang sangat istimewa. Aku terkejut ketika ayah memberitahu ku bahwa sekolah musik itu untuk ku. Ia memberi sekolah musik itu sebagai hadiah. "


Felix cukup terkejut mendengar penuturan Friska. Ini tak salah?


Tak salah Friska mau bercerita kepadanya?


Friska sendiri juga bingung, mengapa ia bisa seterbuka itu kepada Felix. Hanya saja hati kecil nya berkata, bahwa Felix adalah orang yang tepat untuk mendengar cerita nya. Setelah keluarga nya dan Sofia.

__ADS_1


"Saat itu ayah berkata kepada ku, kelak jika aku sudah mulai dewasa, aku harus merawat sekolah itu dengan sepenuh hati. Aku harus mengajar anak-anak itu dengan tulus dan penuh kasih sayang. Anggap saja sekolah itu adalah rumah kedua ku. Jika aku tidak tau kemana aku harus pulang, jadikanlah sekolah itu untuk menjadi alasan ku untuk pulang. Dan ayah benar, ketika aku tidak punya lagi tempat untuk pulang, sekolah itu lah alasan ku untuk kembali hingga saat ini”


__ADS_2